Samsung Resmi Tutup Samsung Messages di 2026, Kini Beralih ke Google Messages

20 hours ago 9

Techdaily.id – Samsung memastikan akan menghentikan aplikasi pesan buatannya sendiri, Samsung Messages, pada pertengahan 2026. Keputusan ini menandai perubahan besar dalam ekosistem Galaxy, karena pengguna nantinya akan diarahkan sepenuhnya untuk menggunakan Google Messages sebagai aplikasi SMS utama.

Langkah ini sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Pada 2024, Samsung mulai tidak lagi menyertakan Samsung Messages sebagai aplikasi bawaan di perangkat flagship. Kini, perusahaan resmi mengonfirmasi bahwa aplikasi tersebut akan dihentikan pada Juli 2026.

Dalam pengumuman resminya, Samsung menyebut bahwa setelah layanan dihentikan, pengguna tidak lagi bisa mengirim pesan menggunakan Samsung Messages. Satu-satunya pengecualian hanya berlaku untuk nomor darurat atau kontak darurat yang sudah diatur di perangkat.

Selain itu, aplikasi ini juga tidak akan lagi tersedia untuk diunduh di Galaxy Store setelah masa penghentian tiba. Bahkan untuk perangkat terbaru seperti seri Galaxy S26, dukungan untuk menginstal Samsung Messages sudah tidak tersedia sejak awal.

Namun ada pengecualian penting. Perangkat yang masih menggunakan Android 11 atau versi lebih lama tetap bisa menjalankan Samsung Messages tanpa terdampak kebijakan ini.

Beralih ke Google Messages

Sebagai pengganti, Samsung mendorong seluruh pengguna untuk beralih ke Google Messages. Peralihan ini disebut sebagai bagian dari upaya menghadirkan pengalaman berkirim pesan yang lebih konsisten di ekosistem Android.

Proses perpindahannya sendiri cukup sederhana. Pengguna nantinya akan menerima notifikasi di dalam aplikasi Samsung Messages yang memandu untuk mengunduh atau membuka Google Messages. Setelah itu, Anda hanya perlu memilih opsi “Set as default” agar aplikasi baru tersebut menjadi aplikasi SMS utama.

Fokus ke RCS dan Fitur Lebih Modern

Perubahan ini juga berkaitan dengan dorongan industri untuk mengadopsi standar komunikasi terbaru, yaitu RCS (Rich Communication Services). Teknologi ini memungkinkan fitur yang lebih canggih dibanding SMS biasa, seperti pengiriman media berkualitas tinggi, indikator mengetik, hingga read receipts.

Samsung menilai bahwa Google Messages memiliki perkembangan fitur yang lebih cepat. Beberapa keunggulan yang ditawarkan antara lain:

  • Keamanan lebih baik dengan perlindungan spam
  • Dukungan RCS yang lebih luas
  • Fitur berbasis AI seperti smart reply dan pengolahan gambar
  • Konektivitas lintas perangkat yang lebih mulus

Bahkan, fitur AI berbasis Gemini juga mulai diintegrasikan untuk meningkatkan pengalaman berkirim pesan.

Dampak untuk Pengguna Lama

Meski terlihat mulus, perpindahan ini tetap membawa beberapa penyesuaian, terutama bagi pengguna perangkat lama.

Samsung menyebutkan bahwa pada perangkat yang dirilis sebelum 2022, perpindahan ke aplikasi baru bisa menyebabkan gangguan sementara pada percakapan RCS yang sedang berjalan. Namun, chat akan kembali normal setelah kedua pengguna menggunakan Google Messages.

Selain itu, smartwatch lama berbasis Tizen OS juga akan mengalami keterbatasan. Pengguna masih bisa membaca dan mengirim pesan, tetapi riwayat percakapan lengkap tidak lagi ditampilkan.

Langkah Samsung ini sejalan dengan tren industri yang semakin mengarah pada standarisasi layanan pesan. Banyak produsen Android lain sudah lebih dulu mengandalkan Google Messages sebagai aplikasi default.

Di sisi lain, Apple juga mulai mendukung RCS melalui pembaruan iOS terbaru, meski enkripsi end-to-end lintas platform masih dalam tahap pengembangan.

Dengan keputusan ini, Samsung tampaknya ingin menyederhanakan pengalaman pengguna sekaligus memastikan kompatibilitas yang lebih luas antar perangkat. Bagi pengguna, perubahan ini bisa menjadi langkah positif karena mendapatkan fitur yang lebih modern tanpa harus menunggu pembaruan dari vendor.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |