Satelit N5 Resmi Aktif, Indonesia Perkuat Kedaulatan Antariksa

11 hours ago 12

Selular.ID – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) resmi mengoperasikan Satelit Nusantara Lima atau Satelit N5 pada 13 Mei 2026 di Jakarta, setelah satelit tersebut sukses diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada 12 September 2025.

Satelit berkapasitas 160 Gbps itu kini memasuki tahap komersialisasi untuk mendukung konektivitas internet nasional, terutama di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

Pemerintah menilai kehadiran Satelit N5 menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian nasional di sektor antariksa sekaligus memperluas pemerataan akses internet di Indonesia.

Proyek ini juga menunjukkan meningkatnya peran Indonesia dalam industri satelit regional Asia Tenggara, terutama di tengah percepatan transformasi digital dan kebutuhan konektivitas nasional yang terus meningkat.

Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital mengatakan Presiden Prabowo Subianto mendorong Indonesia untuk memperkuat peran di panggung global, termasuk dalam sektor antariksa dan teknologi digital.

Menurut Meutya, saat ini tingkat konektivitas internet nasional telah mencapai sekitar 80 persen populasi, namun masih terdapat tantangan besar untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“Keinginan kami agar 280 juta warga Indonesia bisa terhubung dan tidak hanya daerah-daerah di dekat Jawa, tapi berbagai daerah lainnya sampai Sabang, Merauke, Rote, dan Miangas. Kami meyakini kehadiran Satelit N5 demi menjaga tiga pilar Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga,” kata Meutya.

Ia juga mengapresiasi keberhasilan PSN dan PT Satelit Nusantara Lima dalam menyelesaikan seluruh tahapan proyek mulai dari pengembangan, peluncuran, hingga operasional satelit. Menurutnya, Satelit N5 menjadi satelit dengan kapasitas terbesar di Asia saat ini.

Adi Rahman Adiwoso, Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara,  menjelaskan bahwa operasional Satelit N5 tidak hanya berfokus pada layanan internet, tetapi juga menjadi simbol penting bagi penguatan sovereign capability atau kemampuan kedaulatan nasional di bidang antariksa.

Menurut Adi Rahman, Indonesia saat ini menjadi salah satu pemain terbesar industri satelit internet di Asia dengan total kapasitas mencapai 403 Gbps.

Kehadiran Satelit N5 memperbesar kapasitas tersebut sekaligus memperluas cakupan layanan hingga Malaysia dan Filipina.

“Dengan kapasitas terbesar di Asia, Indonesia memiliki kapasitas satelit yang terjamin dan membuka babak baru dalam pengembangan industri antariksa,” ujar Adi Rahman.

Satelit N5 menggunakan platform Boeing 702MP dengan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS).

Teknologi ini memungkinkan kapasitas transmisi data jauh lebih besar dibanding satelit komunikasi konvensional.

Satelit berbobot 7,8 ton tersebut dibekali 101 spot beam berbasis frekuensi Ka-band untuk meningkatkan efisiensi distribusi konektivitas internet di berbagai wilayah.

PSN juga menggunakan sistem propulsi hybrid yang menggabungkan propulsi kimia dan Xenon-Ion Propulsion System (XIPS).

Teknologi tersebut diklaim sepuluh kali lebih efisien dibanding sistem propulsi satelit konvensional dan mendukung masa operasional satelit hingga lebih dari 15 tahun.

Untuk mendukung operasional layanan, PSN membangun tujuh stasiun bumi di Banda Aceh, Bengkulu, Cikarang, Gresik, Banjarmasin, Tarakan, dan Kupang.

Infrastruktur tersebut dirancang agar distribusi konektivitas dapat menjangkau kawasan Indonesia Barat, Tengah, hingga Timur secara lebih merata.

Kehadiran Satelit N5 juga akan menopang layanan di berbagai sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, layanan pemerintahan, ekonomi digital, hingga pertahanan dan keamanan.

Infrastruktur satelit dinilai menjadi solusi penting bagi Indonesia yang memiliki kondisi geografis kepulauan dengan lebih dari belasan ribu pulau.

President of Boeing Satellite System International Inc Ryan Reid mengatakan kolaborasi Boeing dan PSN menunjukkan pemanfaatan teknologi antariksa dapat membantu mengurangi kesenjangan akses internet di Indonesia.

“Kami turut bangga dapat menjadi bagian penting dari keberhasilan Satelit N5 yang kini memulai perjalanan barunya memberikan layanan internet terbaik bagi masyarakat Indonesia yang selama ini mengalami keterbatasan akses,” ujar Ryan Reid.

Dalam kesempatan yang sama, PSN juga memperkenalkan Cerdiq, perangkat user terminal berbasis satelit yang dikembangkan tim Research & Development PSN.

Produk tersebut dirancang menggunakan konsep sederhana dan ringan serta akan memanfaatkan konektivitas Satelit N5.

PSN menyebut Cerdiq menjadi bagian dari strategi peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sekaligus penguatan industri teknologi nasional.

Baca Juga:PSN Pastikan Satelit Nusantara Lima Capai Orbit Geostasioner

Langkah tersebut dilakukan untuk memperbesar daya saing produk teknologi Indonesia di pasar global serta memperkuat ekosistem antariksa nasional dalam jangka panjang.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |