Smartphone AI 2026 Mulai Tinggalkan RAM 8GB

15 hours ago 10

Selular.ID – Kapasitas RAM pada smartphone terus meningkat seiring perkembangan fitur AI generatif, gaming mobile, dan multitasking berat di Android maupun iOS.

Laporan  menunjukkan bahwa kebutuhan RAM smartphone pada 2026 mulai bergeser, dengan konfigurasi 12GB kini semakin umum digunakan di perangkat kelas premium dan flagship.

Perubahan ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan pemrosesan lokal di perangkat, terutama untuk fitur AI on-device seperti ringkasan teks otomatis, editing foto berbasis AI, penerjemahan real-time, hingga pemrosesan model bahasa kecil tanpa koneksi cloud.

Vendor seperti Samsung, Xiaomi, Honor, Oppo, Vivo, dan Apple mulai mengoptimalkan perangkat mereka untuk menjalankan lebih banyak proses langsung di smartphone.

Di saat yang sama, Google melalui Android 16 juga memperluas dukungan fitur AI native dan manajemen memori yang lebih agresif.

Hal tersebut membuat kapasitas RAM tidak lagi hanya berfungsi untuk multitasking dasar, tetapi juga menopang pemrosesan AI dan grafis modern yang berjalan simultan di latar belakang.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Pada 2026, smartphone dengan RAM 8GB masih dianggap memadai untuk penggunaan umum seperti media sosial, streaming video, navigasi, dan komunikasi harian.

Kapasitas ini tetap banyak digunakan pada perangkat kelas menengah karena dinilai cukup stabil untuk mayoritas aplikasi Android modern.

Namun kebutuhan berubah ketika pengguna mulai menjalankan game berat, editing video mobile, atau fitur AI generatif secara intensif.

Dalam skenario tersebut, RAM 12GB mulai menjadi titik ideal untuk menjaga performa tetap stabil tanpa reload aplikasi di latar belakang.

Beberapa produsen bahkan mulai menghadirkan konfigurasi 16GB hingga 24GB RAM pada perangkat gaming dan flagship ultra-premium.

Meski demikian, peningkatan kapasitas tersebut lebih banyak diarahkan untuk skenario khusus seperti gaming kompetitif, multitasking ekstrem, dan pemrosesan AI tingkat lanjut.

Samsung melalui lini Galaxy S Ultra dan Galaxy Z Fold dalam beberapa generasi terakhir mulai konsisten menghadirkan RAM besar untuk mendukung Galaxy AI dan fitur multitasking layar lipat.

Sementara Xiaomi dan OnePlus menggunakan RAM tinggi untuk mengoptimalkan performa gaming dan pengolahan AI lokal di HyperOS maupun OxygenOS.

Apple mengambil pendekatan berbeda. Meski kapasitas RAM iPhone secara angka lebih kecil dibanding Android, optimalisasi iOS dan chipset Apple Silicon membuat penggunaan memori lebih efisien.

Namun laporan industri menunjukkan Apple juga mulai meningkatkan RAM pada lini iPhone Pro demi mendukung Apple Intelligence dan fitur AI generatif yang diperkenalkan sejak 2025.

Selain kapasitas, perkembangan teknologi RAM juga menjadi faktor penting. Standar LPDDR5X kini semakin luas digunakan di smartphone premium karena menawarkan bandwidth lebih tinggi dan efisiensi daya lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Teknologi ini membantu perangkat menangani beban AI dan gaming tanpa meningkatkan konsumsi baterai secara drastis.

Tren lain yang mulai terlihat adalah penggunaan virtual RAM atau memory expansion. Fitur ini memungkinkan sebagian penyimpanan internal dipakai sebagai RAM tambahan.

Meski membantu dalam kondisi tertentu, performanya tetap tidak secepat RAM fisik karena bergantung pada kecepatan storage internal.

Industri semikonduktor juga mendorong peningkatan kebutuhan RAM melalui chipset baru dari Qualcomm, MediaTek, dan Apple.

Snapdragon 8 Elite, Dimensity flagship terbaru, serta Apple A-series generasi baru dirancang untuk menjalankan model AI langsung di perangkat dengan konsumsi memori yang lebih besar dibanding aplikasi mobile konvensional.

Di pasar Indonesia, tren RAM besar juga mulai menjadi strategi pemasaran utama vendor smartphone.

Banyak perangkat kelas menengah kini dipasarkan dengan konfigurasi 12GB RAM untuk menarik pengguna muda yang aktif bermain game, membuat konten, dan menjalankan banyak aplikasi sekaligus.

Meski demikian, kebutuhan RAM tetap bergantung pada pola penggunaan. Untuk pengguna standar, perangkat 8GB masih cukup relevan pada 2026.

Sementara pengguna yang memanfaatkan AI generatif, gaming berat, atau produktivitas mobile cenderung mulai membutuhkan 12GB agar pengalaman penggunaan tetap optimal dalam jangka panjang.

Perkembangan AI mobile diperkirakan akan terus memengaruhi arah desain smartphone beberapa tahun ke depan.

Baca Juga:Ada Angin Segar, Harga Chip Memori RAM Mulai Turun

Vendor perangkat dan pengembang sistem operasi kini tidak hanya berfokus pada kecepatan prosesor, tetapi juga keseimbangan antara RAM, efisiensi daya, dan kemampuan menjalankan model AI langsung di perangkat.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |