Tak Hanya Minyak, Perang Iran Juga Kerek Harga PCB Bahan Elektronik

8 hours ago 14

Selular.ID – Konflik bersenjata di Timur Tengah kembali menimbulkan dampak luas terhadap industri global.

Kali ini, sektor teknologi menjadi salah satu yang paling terpukul setelah gangguan pasokan bahan baku penting menyebabkan lonjakan harga printed circuit board (PCB), komponen vital yang digunakan hampir di seluruh perangkat elektronik.

Mulai dari ponsel pintar, komputer, hingga server kecerdasan buatan, semuanya bergantung pada PCB sebagai fondasi utama sistem elektronik.

Ketika rantai pasok bahan bakunya terganggu, seluruh ekosistem teknologi pun ikut bergetar.

Sumber industri dan para eksekutif menyebut bahwa konflik Iran telah mengganggu suplai bahan baku krusial serta mendorong kenaikan harga PCB secara signifikan.

Kondisi ini menjadi tekanan baru bagi produsen elektronik yang sebelumnya sudah dibebani kenaikan harga chip memori.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dampaknya semakin terasa setelah Iran menyerang kompleks petrokimia Jubail di Arab Saudi pada awal April.

Serangan tersebut memaksa penghentian produksi resin polyphenylene ether (PPE) berkadar tinggi, bahan dasar penting dalam pembuatan laminasi PCB.

Krisis Bahan Baku Tekan Industri Elektronik Dunia

Resin PPE berkadar tinggi merupakan material inti dalam proses produksi PCB.

Tanpa pasokan yang stabil, produsen kesulitan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, terutama dari sektor AI.

Perusahaan kimia besar SABIC disebut menguasai sekitar 70 persen pasokan PPE berkadar tinggi dunia dan beroperasi di kompleks Jubail, kawasan pesisir Teluk.

Namun hingga kini, produksi belum kembali normal. Akibatnya, ketersediaan material tersebut menyusut drastis di pasar global.

Selain gangguan produksi, jalur pengiriman masuk dan keluar kawasan Teluk juga ikut terganggu akibat perang.

Situasi ini memperparah keterlambatan distribusi bahan baku ke berbagai negara.

Baca juga:

Sejak akhir tahun lalu, harga PCB sebenarnya sudah meningkat seiring tingginya permintaan server AI.

Namun sejak Maret 2026, kenaikannya semakin tajam karena produsen berlomba mengamankan stok bahan baku.

Analis Goldman Sachs mencatat bahwa hanya dalam April, harga PCB melonjak hingga 40 persen dibandingkan Maret.

Penyedia layanan cloud bahkan disebut bersedia menerima kenaikan harga lebih lanjut karena mereka memperkirakan permintaan akan terus melampaui pasokan dalam beberapa tahun ke depan.

“Permintaan diperkirakan tetap lebih tinggi dibanding suplai untuk jangka panjang,” tulis analis dalam catatan riset terbaru mereka.

Laporan Prismark juga memperkirakan industri PCB global akan tumbuh 12,5 persen hingga mencapai nilai 95,8 miliar dollar AS pada 2026.

Produsen Teknologi Mulai Naikkan Harga ke Pelanggan

Lonjakan harga PCB turut diperparah oleh kelangkaan material penting lainnya, termasuk serat kaca dan copper foil.

Harga copper foil dilaporkan melonjak hingga 30 persen sepanjang tahun ini, dengan percepatan kenaikan sejak Maret.

Tembaga sendiri menyumbang sekitar 60 persen dari total biaya bahan baku dalam produksi PCB, menurut perusahaan pemasok China, Victory Giant Technology.

Perusahaan itu sebelumnya sudah memperingatkan bahwa konflik Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga resin dan tembaga.

Produsen PCB asal Korea Selatan, Daeduck Electronics, yang menjadi pemasok bagi Samsung Electronics, SK Hynix, dan AMD, kini mulai membahas kenaikan harga dengan para pelanggannya.

Seorang eksekutif senior perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa fokus utama kini bergeser dari melayani pelanggan menjadi mencari pemasok.

“Waktu tunggu untuk bahan kimia seperti resin epoksi kini mencapai 15 minggu, dari sebelumnya hanya tiga minggu,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan betapa rapuhnya rantai pasok teknologi global ketika satu wilayah strategis mengalami konflik berkepanjangan.

Untuk PCB multilayer, harga kini bisa mencapai sekitar 1.394 yuan per meter persegi, sementara model kelas atas untuk server AI dapat menyentuh 13.475 yuan.

Artinya, semakin canggih teknologi yang dibutuhkan pasar, semakin besar pula tekanan biaya yang harus ditanggung industri.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |