Nabire, 8 Juli 2026 – Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga pendidik yang profesional melalui pelepasan dan penempatan 50 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Tahun Akademik 2025/2026. Program yang berlangsung selama enam bulan tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus upaya memperkuat kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Kegiatan pelepasan yang digelar di Aula FKIP USWIM Nabire, Rabu (8/7/2026), mengusung tema “Mengabdi untuk Pendidikan, Belajar dan Berkarya.” Acara dihadiri Dekan FKIP USWIM Nabire Martinus Tekege, S.Pd., M.T., Ketua Program Studi PGSD Santji Afi Rangkoly, S.Pd., M.Pd., para kepala sekolah mitra, dosen pembimbing lapangan, dosen FKIP, serta seluruh mahasiswa peserta PPL Tahun 2026.
Pelaksanaan PPL tersebut merupakan salah satu bentuk nyata komitmen USWIM Nabire dalam mewujudkan visinya sebagai perguruan tinggi unggul dan menjadi rujukan di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora. Melalui kegiatan akademik yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat, mahasiswa tidak hanya dibekali teori di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman langsung di lingkungan sekolah.
Ketua Program Studi PGSD FKIP USWIM Nabire, Santji Afi Rangkoly, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 50 mahasiswa akan ditempatkan di delapan sekolah dasar mitra yang tersebar di Kabupaten Nabire selama satu semester atau enam bulan.
Menurutnya, Praktik Pengalaman Lapangan merupakan bagian penting dalam proses pendidikan calon guru. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di sekolah.
“Melalui PPL ini mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan pedagogik, serta nilai-nilai keguruan yang telah diperoleh selama proses pembelajaran di kampus sehingga mereka siap menjadi guru yang profesional, kompeten, dan berkarakter,” ujar Santji.
Ia menjelaskan bahwa tema “Mengabdi untuk Pendidikan, Belajar dan Berkarya” memiliki makna yang mendalam. Tema tersebut mencerminkan semangat mahasiswa FKIP USWIM Nabire untuk hadir sebagai bagian dari masyarakat pendidikan melalui pengabdian, terus belajar dari pengalaman nyata di sekolah, sekaligus menghasilkan berbagai karya inovatif yang dapat mendukung peningkatan mutu pembelajaran di sekolah dasar.
Selain itu, penempatan mahasiswa pada sekolah-sekolah mitra juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan satuan pendidikan. Menurut Santji, kolaborasi tersebut sangat penting dalam membangun kualitas pendidikan yang berkelanjutan sekaligus memberikan pengalaman profesional bagi mahasiswa calon guru.
Selama menjalani PPL, para mahasiswa tidak akan bekerja sendiri. Mereka akan mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing lapangan maupun guru pamong di masing-masing sekolah. Pendampingan tersebut bertujuan mengembangkan empat kompetensi utama yang harus dimiliki seorang guru, yakni kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Santji juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah dan sekolah mitra yang telah membuka kesempatan bagi mahasiswa USWIM Nabire untuk belajar secara langsung di lingkungan pendidikan.
“Kami berharap mahasiswa peserta PPL mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik almamater, serta mempersiapkan diri menjadi calon guru yang mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Nabire dan Papua Tengah,” katanya.
Sementara itu, Dekan FKIP USWIM Nabire, Martinus Tekege, menyampaikan penghargaan kepada delapan sekolah mitra yang telah bersedia menerima mahasiswa PGSD untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan.
Menurutnya, kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah merupakan strategi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam menyiapkan guru-guru profesional yang nantinya akan mengabdi di berbagai daerah.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada delapan sekolah mitra yang telah bersedia menerima mahasiswa kami untuk melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan. Ini merupakan bentuk kerja sama yang sangat strategis dalam menyiapkan guru profesional masa depan,” ujar Martinus.
Ia menegaskan bahwa PPL bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan merupakan proses pembelajaran yang sesungguhnya bagi mahasiswa. Selama berada di sekolah, mahasiswa akan belajar langsung dari kepala sekolah, guru pamong, tenaga kependidikan, hingga budaya kerja yang diterapkan di lingkungan sekolah.
Menurut Martinus, pengalaman tersebut akan menjadi bekal berharga ketika mahasiswa nantinya benar-benar memasuki dunia kerja sebagai tenaga pendidik.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan mahasiswa selama mengikuti PPL tidak hanya diukur dari kemampuan menyampaikan materi pelajaran di kelas. Sikap, etika, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan membangun hubungan yang baik dengan warga sekolah juga menjadi indikator penting dalam penilaian.
“Nilai yang akan Saudara peroleh bukan hanya dari kemampuan mengajar, tetapi juga dari dedikasi, tanggung jawab, dan sikap selama berada di sekolah. Tunjukkan bahwa Saudara layak menjadi guru profesional dan mampu membawa nama baik almamater,” pesannya kepada seluruh peserta PPL.
Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan menjadi salah satu tahapan penting dalam pendidikan calon guru di Indonesia. Melalui program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal secara langsung dinamika pembelajaran di sekolah, menyusun perangkat ajar, mengelola kelas, berinteraksi dengan peserta didik, hingga memahami berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam menjalankan tugasnya.
Pengalaman tersebut dinilai sangat penting karena dunia pendidikan terus mengalami perkembangan, baik dari sisi kurikulum, metode pembelajaran, maupun pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, calon guru dituntut memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus mampu menghadirkan inovasi dalam pembelajaran.
Bagi sekolah mitra, kehadiran mahasiswa PPL juga memberikan manfaat tersendiri. Mahasiswa membawa semangat baru, ide-ide kreatif, serta pendekatan pembelajaran yang diperoleh selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih inovatif sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan sekolah.
Program PPL yang berlangsung selama enam bulan tersebut diharapkan menjadi wadah pembelajaran yang komprehensif bagi seluruh mahasiswa peserta. Dengan pengalaman yang diperoleh selama berada di sekolah, para calon guru diharapkan semakin matang dalam menguasai kompetensi akademik maupun karakter sebagai pendidik.

Melalui kegiatan ini, FKIP USWIM Nabire kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, profesionalisme, dan kepedulian terhadap kemajuan pendidikan. Harapannya, para mahasiswa yang mengikuti PPL tahun ini mampu menjadi guru-guru berkualitas yang memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, hingga Indonesia.
[Nabire.Net]

10 hours ago
7

















































