SABANG|METRO ACEH-Kota Sabang kembali menghadirkan destinasi alam yang memikat melalui sebuah lokasi eksotis bernama Batu Kapal Iboih. Tempat ini mulai menarik perhatian wisatawan, khususnya pecinta alam, berkat panorama tebing unik yang menyerupai kapal raksasa di tepi laut lepas.
Destinasi ini berada di kawasan Iboih, Kecamatan Sukamakmue. Lokasinya berada di jalur menuju The Pade Dive Resort, sebelum mencapai Gua Sarang. Meski belum dilengkapi penunjuk arah yang memadai, posisi Batu Kapal relatif mudah ditemukan karena berada tidak jauh dari jalan utama.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung dapat memarkir kendaraan di tepi jalan, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar lima menit. Jalur yang dilalui berupa anak tangga sederhana menuju kawasan tebing. Meskipun jaraknya tidak jauh, wisatawan tetap diimbau berhati-hati karena beberapa titik cukup curam, terutama saat kondisi licin di musim hujan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Daya tarik utama Batu Kapal Iboih terletak pada formasi batu karangnya yang menyerupai kapal besar. Dari kejauhan, siluet tebing terlihat seperti badan kapal lengkap dengan bagian haluan yang menghadap ke laut. Kombinasi warna biru laut, hijau vegetasi, dan tekstur batu yang khas menjadikan lokasi ini favorit untuk berfoto.
Ketua Pokdarwis Iboih, Tarmizi, menilai Batu Kapal memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata minat khusus berbasis alam. Keunikan bentuk tebing serta panorama laut lepas menjadi nilai jual yang tidak dimiliki banyak tempat lain.
“Batu Kapal ini punya karakter yang khas. Bentuknya menyerupai kapal dan itu jarang ditemukan di lokasi lain. Kami berharap pengunjung tetap menjaga kebersihan agar kawasan ini tetap lestari,” ujarnya.
Selain menjadi spot foto, kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik menikmati matahari terbenam di Sabang. Saat sore hari, langit berubah menjadi jingga keemasan, berpadu dengan pantulan cahaya di permukaan laut. Siluet batu berbentuk kapal pun tampak semakin dramatis, menciptakan suasana yang kerap diburu para pemburu senja.
Sebagian wisatawan bahkan menyebut kawasan ini sebagai “Secret Beach”. Meski bukan pantai berpasir luas, area datar di sekitar tebing cukup nyaman untuk bersantai. Pengunjung biasanya datang untuk menikmati suasana, berbincang bersama teman, atau sekadar menunggu momen matahari tenggelam.
Aktivitas yang dapat dilakukan di lokasi ini cukup beragam, mulai dari camping, berswafoto, hingga bermain paddle boat saat kondisi laut tenang. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung cenderung meningkat, terutama wisatawan domestik yang ingin mencari alternatif selain destinasi populer seperti Pantai Iboih.
Salah seorang pengunjung, Fandi, mengaku kerap datang ke lokasi tersebut untuk berkemah. Ia menyebut suasana alami dan relatif sepi menjadi daya tarik utama.
“Kalau sore pemandangannya sangat indah, apalagi saat sunset. Banyak juga yang datang untuk camping atau sekadar foto-foto. Tempatnya masih alami jadi terasa lebih tenang,” katanya.
Meski memiliki potensi besar, fasilitas di kawasan ini masih terbatas. Belum tersedia toilet permanen, tempat sampah yang memadai, maupun papan informasi bagi pengunjung. Kondisi ini di satu sisi menjaga keasrian, namun juga menuntut kesadaran wisatawan untuk menjaga kebersihan.
Pengembangan Batu Kapal Iboih diharapkan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. Pemerintah daerah bersama masyarakat setempat terus mendorong promosi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan pesisir.
Kawasan Iboih sendiri selama ini dikenal sebagai pusat wisata bahari di Sabang, terutama dengan kekayaan bawah lautnya. Kehadiran Batu Kapal menjadi pelengkap destinasi, menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama tebing dan senja dari sudut yang unik.
Dengan karakter alam yang masih terjaga, Batu Kapal berpotensi menjadi ikon wisata baru di Pulau Weh. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata menjadi kunci agar destinasi ini berkembang tanpa kehilangan keasliannya.
Di ujung barat Indonesia, Batu Kapal seolah berdiri sebagai panggung alami bagi keindahan senja. Saat matahari perlahan tenggelam di cakrawala, tebing berbentuk kapal itu tampak seakan berlayar menuju horizon, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung yang datang.(red)

20 hours ago
8














































