Sejumlah siswa SMAN 1 Kuala dirawat di IGD RSUD dr Fauziah Bireuen diduga keracunan MBG, Kamis (17/9) siang.
BIREUEN|METRO ACEH-Sedikitnya 17 pelajar SMA Negeri I Kuala dilaporkan menderita keracunan, usai menyantap makanan bergizi gratis saat jam istirahat, Kamis (17/9). Kasus ini, menambah deretan keracunan program prioritas nasional itu di Kabupaten Bireuen.
Informasi yang diperoleh Metro Aceh menyebutkan, suasana tenang tiba-tiba jadi heboh akibat belasan siswa bertumbangan, setelah menyantap MBG di SMAN I Kuala. Sontak, para guru panik menyaksikan para pelajar mual dan muntah, disertai keluhan sakit kepala. Lantas, semua korban dilarikan ke IGD RSU dr Fauziah Bireuen, guna mendapatkan pertolongan.
Pantauan media ini, pasca insiden tersebut para orang tua dan wali siswa, berdatangan ke rumah sakit pemerintah itu, termasuk anggota DPRK Bireuen dari Fraksi Golkar.
Sejumlah personel TNI/Polri, termasuk tim Dinas Kesehatan Bireuen melakukan uji dan pemeriksaan sampel makanan, agar dapat memastikan penyebab pelajar itu mengalami keracunan.
Beberapa siswi ditanyai Metro Aceh di IGD mengatakan mereka mengalami keluhan sakit kepala, nyeri dada dan muntah setelah menyantap MBG di sekolah itu, saat mereka makan ketika jam istirahat.
Camat Kuala, Sayuti, SPd dan Kapospol Kuala Aiptu Iwan Saputra, juga Danposramil Serma Purna Risman ditanyai Metro Aceh mengatakan usai mendapat laporan dari warga, mereka langsung meluncu ke IGD RSUD dr Fauziah memastikan kondisi anak-anak. Sebagai langkah pencegahan Muspika Kuala, segera sidak ke dapur MBG wilayah Kecamatan Kuala sehingga kejadian seperti ini tidak kembali terjadi.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kuala, Nurul Aini, SPd.,MAP dikonfirmasi Metro Aceh di IGD RSUD dr Fauziah terkait kronologis kejadian siswanya diduga mengalami keracunan.
Menurutnya, sebelum kejadian siswa-siswi makan MBG saat jam istirahat sekitar pukul 10.10 WIB dan mulai timbul gejala sekitar pukul 11.00 WIB, ada 17 siswa yang tak bisa ditangani di UKS, lalu dilarikan guru ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
“Untuk ompreng makan itu beberapa menit siap anak-anak makan dikumpulkan dan dibawa pulang ke dapur MBG,” sebutnya.
Saat kejadian tersebut kondisi anak-anak mengalami pusing, mual, hingga muntah-muntah. Sejumlah pelajar ditangani di UKS dan hanya siswa yang mengalami gejala parah/muntah hebat dilarikan kerumah sakit.
Adapun menu makanan diberikan kepada siswa yaitu nasi, tahu goreng, ayam tumis, dan semangka. Ditemukan ada ulat belatung dimakanan, beberapa anak mengonfirmasi bahwa makanan terasa basi.
Saat kejadian, siswa yang mulai merasa pusing dan sakit melapor ke guru dan diarahkan ke ruang UKS untuk diberikan minyak kayu putih. Dikarenakan jumlah korban terus bertambah, pihak sekolah langsung mengevakuasi siswa menggunakan mobil-mobil milik guru ke rumah sakit.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak sekolah akan memeriksa/mengecek dan mencium bau makanan terlebih dahulu sebelum dibagikan, serta mengimbau siswa memeriksa makanan sebelum dikonsumsi.
Tim Dinkes Turun Tangan
Sanitarian Ahli Muda / Penanggung Jawab Kesehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Bireuen, Khusna Rohana yang ditanyai Metro Aceh di IGD RSUD dr Fauziah menjelaskan.
Sebagai respon cepat untuk memastikan penyebab belasan siswa SMAN 1 Kuala alami keracunan. Usia menerima informasi adanya siswa yang mengalami keracunan. Mereka menghubungi tim surveilans RSUD dr Fauziah, dan memastikan benar ada korban keracuna. Perwakilan program kesehatan lingkungan dan program surveilans Dinkes Bireuen langsung ke rumah sakit umum itu, guna menganalisa kronologis kejadian awal sampai timbul gejalanya.
“Jadi saat ini kami meneliti dulu kronologis kejadian dan BBPOM menuju Bireuen. Kita dengan tim BBPOM nanti langsung ke dapur MBG, untuk mengambil sampel diperiksa, sehingga dapat dipastikan sebab keracunan itu dari dapur MBG atau jajanan lainnya,” sebutnya. (Rahmat Hidayat)
Follow WhatsApp Channel www.metroaceh.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

23 hours ago
10

















































