Selular.ID – Bank Negara Indonesia atau BNI mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber, terutama phishing, menyusul lonjakan aktivitas transaksi keuangan selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri
. Imbauan ini disampaikan pada siaran pers yang dipublikasikan BNI tanggal dua puluh empat Februari dua ribu dua puluh enam.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyatakan bahwa periode Ramadan biasanya diikuti pertumbuhan volume transaksi, termasuk pencairan tunjangan hari raya atau THR. Peningkatan aktivitas tersebut, menurut Okki, kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan digital untuk menargetkan rekening nasabah melalui teknik manipulatif dan penipuan berlapis.
Okki menjelaskan bahwa salah satu bentuk serangan siber yang paling umum adalah phishing, yakni upaya penipuan digital yang dilakukan dengan menyamar sebagai lembaga atau pihak yang tepercaya untuk memperoleh data pribadi nasabah, seperti nama pengguna (username), kata sandi (password), kode otentikasi satu kali (OTP), hingga informasi kartu kredit.
Teknik tersebut bisa dilakukan melalui surat elektronik (email), pesan singkat (SMS), panggilan telepon, atau media sosial.
Phishing, kata Okki, berpotensi menjadi pintu masuk ke tindakan kriminal yang lebih serius seperti pencurian identitas, pengambilalihan akun, serta pelaksanaan transaksi tanpa otorisasi.
Tren terbaru serangan juga disebut semakin tertarget dan sulit dikenali karena pemanfaatan teknologi canggih, termasuk algoritma kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang membuat konten penipuan tampak autentik.
Dalam penjelasan resmi BNI, beberapa indikator pesan mencurigakan mencakup penggunaan alamat email pengirim yang tidak familiar, sapaan umum tanpa personalisasi, nada urgensi yang berlebihan, serta tautan yang tampak seperti alamat resmi tetapi sebenarnya merupakan situs palsu.
Pentingnya memahami ciri-ciri ini ditekankan BNI sebagai bagian dari literasi keamanan digital yang harus dimiliki oleh setiap nasabah.
Bank tersebut mengimbau nasabah selalu memverifikasi alamat pengirim sebelum membuka link atau lampiran yang diterima, menghindari membuka konten dari pihak tidak dikenal, serta mengaktifkan langkah pengamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor (2FA) untuk akun perbankan.
Selain itu, BNI mendorong penggunaan kata sandi yang kuat dan berbeda antar layanan demi mengurangi risiko akses tidak sah.
Okki kembali menegaskan bahwa nasabah tidak boleh membagikan data sensitif seperti PIN, kata sandi, maupun kode OTP kepada siapapun, termasuk pihak yang mengaku berasal dari bank.
Jika menemukan aktivitas mencurigakan atau menerima indikasi upaya phishing, masyarakat diminta segera melaporkannya ke kanal resmi BNI melalui email [email protected], kontak BNI Call 1500046, atau akun media sosial resmi bank seperti Instagram dan X.
Kejahatan siber merupakan tantangan nyata di tengah transformasi digital perbankan yang terus berkembang. Bank sentral dan regulator industri menjelang musim libur besar umumnya mencatat peningkatan serangan digital, terutama karena tingginya frekuensi transaksi dan pergerakan dana yang terjadi secara bersamaan.
Dalam konteks ini, peran nasabah menjadi semakin penting untuk menjaga keamanan sendiri dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap interaksi digital perbankan.
BNI menegaskan bahwa seluruh informasi resmi hanya disampaikan melalui saluran yang telah ditetapkan untuk meminimalkan peluang salah tafsir atau pemanfaatan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Peningkatan kewaspadaan terhadap kejahatan siber di masa Ramadan dan menjelang Lebaran berada dalam dinamika yang lebih luas dari upaya pemerintah dan sektor jasa keuangan memperkuat keamanan digital nasional.
Regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia konsisten mendorong peningkatan literasi keamanan siber dalam perbankan sebagai bagian dari tata kelola risiko yang lebih baik di era digital.
Dengan lonjakan permintaan transaksi di salah satu periode finansial paling aktif sepanjang tahun, imbauan BNI mencerminkan kebutuhan untuk memperkuat kesadaran dan perlindungan data nasabah agar tetap terlindungi dari ancaman yang semakin terotomasi dan kompleks.
Baca Juga: 9 Cara Mendaftar Wondr by BNI


















































