BNI Tawarkan 2.600 Aset Agunan Lewat Gelegar Lelang 2026

1 hour ago 5

Selular.ID – Bank Negara Indonesia (BNI) menawarkan sekitar 2.600 aset agunan melalui program Gelegar Lelang BNI 2026.

Berlangsung pada 15 Juni hingga 15 September 2026, program ini menyediakan beragam aset seperti rumah, rumah toko (ruko), gudang, apartemen, hotel, hingga properti lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Puncak kegiatan dijadwalkan pada 21 Agustus 2026 melalui pelaksanaan lelang serentak.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya BNI memperluas akses masyarakat terhadap aset agunan sekaligus mendorong mekanisme lelang yang terbuka, transparan, dan dapat diikuti masyarakat melalui kanal resmi.

Kick-off Gelegar Lelang BNI 2026 berlangsung di Grha BNI, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut diresmikan oleh Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Syukriah HG bersama Senior Executive Vice President Remedial & Recovery BNI Saridatun.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

“Gelegar Lelang BNI merupakan komitmen kami untuk menghadirkan proses pemasaran aset yang terbuka, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat,” ujar Saridatun dalam keterangan tertulis.

Ribuan Aset Ditawarkan

Aset yang masuk dalam Gelegar Lelang BNI 2026 berasal dari berbagai kategori. Portofolionya mencakup properti hunian maupun komersial, mulai dari rumah dan apartemen hingga ruko, gudang, serta hotel.

BNI menyebut program tersebut tidak hanya diarahkan untuk penyelesaian aset agunan perbankan. Masyarakat juga dapat memanfaatkan mekanisme lelang sebagai salah satu alternatif untuk memperoleh aset maupun properti.

Dalam pelaksanaannya, BNI bekerja sama dengan DJKN. Kolaborasi ini mencakup edukasi kepada masyarakat mengenai mekanisme lelang, termasuk tahapan pendaftaran, proses penawaran, serta hak dan kewajiban peserta.

Edukasi menjadi bagian penting dari penyelenggaraan program karena transaksi lelang memiliki prosedur yang perlu dipahami calon peserta sebelum mengikuti proses penawaran. BNI bersama DJKN memberikan informasi melalui kegiatan diskusi dan konsultasi agar masyarakat memperoleh pemahaman mengenai mekanisme yang berlaku.

Saridatun mengatakan lelang juga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memiliki aset atau melakukan investasi pada properti. Melalui program ini, BNI membuka akses terhadap portofolio aset agunan yang selama ini berada dalam pengelolaan perseroan.

Proses Lelang Menggunakan Kanal Resmi

Digitalisasi menjadi bagian dari akses masyarakat terhadap informasi aset yang ditawarkan. BNI menyediakan katalog digital melalui situs lelangagunan.bni.co.id sehingga calon peserta dapat melihat objek yang masuk dalam program Gelegar Lelang BNI 2026.

Sementara itu, pelaksanaan transaksi lelang dilakukan melalui platform resmi milik DJKN, yaitu lelang.go.id. Pemisahan antara kanal informasi aset dan platform pelaksanaan lelang memberikan jalur yang lebih jelas bagi calon peserta untuk memperoleh informasi sekaligus mengikuti proses sesuai ketentuan.

Masyarakat dapat memeriksa informasi objek yang tersedia melalui katalog BNI sebelum mengikuti lelang. Detail mengenai aset menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan calon peserta karena setiap objek dapat memiliki karakteristik, lokasi, serta ketentuan lelang yang berbeda.

BNI dan DJKN juga mengarahkan edukasi pada pemahaman mengenai prosedur transaksi. Materi yang disampaikan mencakup tata cara mengikuti lelang, hak serta kewajiban peserta, hingga tahapan pelaksanaan setelah peserta mengikuti proses penawaran.

Penggunaan platform resmi DJKN juga menempatkan proses lelang dalam mekanisme administrasi yang telah ditetapkan pemerintah. Bagi BNI, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pemasaran aset agunan yang lebih terbuka dan akuntabel.

Hadir di wondrX BNI 2026

Gelegar Lelang BNI 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian wondrX BNI 2026 yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

Dalam kegiatan tersebut, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai aset yang ditawarkan BNI. Katalog aset juga dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenali objek yang tersedia sebelum melanjutkan ke tahapan lelang melalui platform resmi DJKN.

Kehadiran program lelang dalam agenda wondrX BNI memperluas kanal edukasi dan informasi kepada masyarakat. Pengunjung tidak hanya dapat melihat daftar aset, tetapi juga mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme dan prosedur lelang.

Puncak Gelegar Lelang BNI 2026 pada 21 Agustus juga bertepatan dengan rangkaian kegiatan wondrX BNI 2026. Program lelang sendiri tetap berlangsung hingga 15 September 2026.

Dorong Akses Aset Lebih Terbuka

Dari sisi perbankan, aset agunan merupakan bagian dari pengelolaan portofolio yang perlu ditangani ketika kewajiban pembiayaan debitur tidak terselesaikan sesuai ketentuan. Penjualan melalui mekanisme lelang menjadi salah satu jalur yang digunakan dalam penyelesaian aset tersebut.

BNI melalui Gelegar Lelang 2026 menggabungkan proses pemasaran aset dengan edukasi publik mengenai mekanisme lelang. Sekitar 2.600 objek yang ditawarkan memberikan pilihan aset dengan kategori dan lokasi yang beragam.

Kolaborasi dengan DJKN juga menjadi bagian dari pelaksanaan program. Selain menjalankan fungsi dalam ekosistem lelang negara, DJKN membantu meningkatkan pemahaman masyarakat terkait prosedur dan ketentuan yang harus dipenuhi peserta.

Bagi calon peserta, informasi mengenai objek, persyaratan, serta prosedur perlu diperoleh melalui kanal resmi sebelum mengikuti lelang. BNI menyediakan katalog aset melalui lelangagunan.bni.co.id, sedangkan proses lelang dilakukan melalui lelang.go.id.

BNI menyatakan program tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan lelang sekaligus memperluas akses terhadap aset agunan yang dipasarkan. Periode Gelegar Lelang BNI 2026 masih berlangsung hingga 15 September 2026, dengan puncak lelang serentak pada 21 Agustus 2026.

Baca Juga: BNI Tetap Salurkan Kredit Meski BI Rate Naik

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |