Bupati Deiyai Tegaskan Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas, PAUD HI Disiapkan Cetak Generasi Unggul

11 hours ago 5

Deiyai, Pemerintah Kabupaten Deiyai menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai agenda utama melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T., saat membuka Lokakarya Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) yang digelar di Aula BKPSDM Kabupaten Deiyai, Rabu (5/8/2026).

Menurut Bupati, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas masyarakat yang dipersiapkan sejak usia dini. Karena itu, pendidikan dan kesehatan harus berjalan beriringan sebagai investasi jangka panjang demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, memiliki karakter kuat, serta mampu bersaing di masa mendatang.

Dalam sambutannya, Melkianus Mote mengapresiasi seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada narasumber, Apolonaris Yogi, B.Soc.Sc., M.Sc., Ketua Pokja Bunda PAUD Provinsi Papua Tengah, yang hadir untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan mengenai pengembangan layanan PAUD Holistik Integratif.

Pendidikan dan Kesehatan Menjadi Fondasi Pembangunan

Bupati menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan merupakan bagian penting dari visi pembangunan Kabupaten Deiyai. Menurutnya, investasi terbesar pemerintah bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Pendidikan dan kesehatan adalah nomor satu. Anak harus pintar dan juga harus sehat,” tegas Melkianus Mote.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan manusia harus dimulai sejak anak masih berada pada usia emas pertumbuhan. Oleh sebab itu, pelayanan pendidikan anak usia dini perlu diperkuat bersamaan dengan peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Pemerintah Dorong Kehadiran PAUD di Setiap Kampung

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa sejak tahun sebelumnya Pemerintah Kabupaten Deiyai telah mendorong pembentukan layanan PAUD di berbagai kampung.

Namun demikian, pengembangannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas, tenaga pendidik, serta keberlangsungan proses belajar mengajar.

Menurutnya, pemerintah akan memberikan perhatian lebih kepada satuan PAUD yang telah aktif menjalankan kegiatan pendidikan. Dukungan tersebut dapat berupa pembangunan gedung, penyediaan sarana belajar, hingga penempatan tenaga pendidik sesuai kemampuan daerah.

Untuk wilayah yang memiliki keterbatasan jumlah peserta didik maupun akses geografis, pemerintah juga membuka peluang menghadirkan satu lembaga PAUD yang dapat melayani beberapa kampung sekaligus.

“Yang paling penting adalah kegiatan belajar mengajar tetap berjalan sehingga anak-anak memperoleh layanan pendidikan sejak usia dini,” ujarnya.

Pembentukan Karakter Dimulai Sejak Anak Usia Dini

Selain meningkatkan kemampuan akademik dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung, Bupati menilai pendidikan usia dini harus menjadi sarana pembentukan karakter.

Ia menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kebiasaan baik, serta karakter positif sejak anak masih kecil agar menjadi bekal ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

Pendidikan karakter, menurutnya, menjadi salah satu faktor yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

SDM Lokal Siap Mendukung Pengembangan PAUD

Melkianus Mote juga menyoroti potensi sumber daya manusia yang dimiliki Kabupaten Deiyai, khususnya lulusan pendidikan keguruan.

Ia berharap tenaga pendidik asal daerah dapat dilibatkan secara maksimal dalam pengembangan layanan PAUD sehingga kebutuhan guru dapat dipenuhi tanpa harus bergantung pada tenaga dari luar daerah.

“Kami memiliki banyak tenaga dengan latar belakang pendidikan keguruan. Potensi ini harus diberdayakan untuk mendukung pelayanan PAUD di Kabupaten Deiyai,” katanya.

Posyandu dan PAUD Harus Berjalan Terpadu

Dalam arahannya, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan memandang pendidikan dan kesehatan sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Ia mencontohkan sejumlah negara yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui investasi besar di bidang pendidikan. Menurutnya, Kabupaten Deiyai juga harus memiliki semangat yang sama dengan mempersiapkan generasi berkualitas sejak usia dini.

Karena itu, layanan Posyandu dan PAUD diharapkan berjalan secara terpadu agar anak-anak memperoleh pendidikan sekaligus pemantauan kesehatan dan gizi secara berkelanjutan.

“Posyandu dan PAUD harus menjadi satu paket. Kalau pintar harus sehat, dan kalau sehat harus pintar,” tandasnya.

Bunda PAUD Ajak Semua Pihak Berkolaborasi

Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Deiyai menegaskan bahwa anak usia dini merupakan aset penting yang akan menentukan masa depan daerah. Oleh karena itu, mereka harus memperoleh layanan yang menyeluruh, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan hingga kesejahteraan.

Menurutnya, konsep PAUD Holistik Integratif hadir untuk memastikan seluruh kebutuhan dasar anak dapat dipenuhi melalui sinergi berbagai sektor.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak mungkin dicapai oleh satu lembaga saja. Dibutuhkan kerja sama pemerintah daerah, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, TP PKK, Posyandu, tokoh masyarakat, tokoh agama, orang tua, hingga seluruh pemangku kepentingan.

Melalui lokakarya ini diharapkan tercipta kesamaan persepsi, penguatan komitmen, sekaligus penyusunan langkah-langkah konkret untuk memperluas layanan PAUD HI hingga menjangkau seluruh distrik dan kampung di Kabupaten Deiyai.

Selain menjadi forum berbagi pengalaman, kegiatan tersebut juga diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat segera diterapkan dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan anak usia dini. Dengan kolaborasi seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Deiyai optimistis mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |