Cocok Saat Ramadan, 5 Fitur Smartwatch Bantu Olahraga di Ruangan

18 hours ago 12

Selular.ID – Ramadan tak menghalangi untuk tetap bugar dan sehat, dengan berolahraga. Tak harus berolahraga di luar ruangan.

Kalian bisa melakukan di rumah atau di dalam ruangan, dengan memanfaatkan fitur yang ada di smartwatch.

Smartwatch atau jam tangan pintar semakin dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas olahraga di dalam ruangan, berkat fitur pemantauan kesehatan dan kebugaran yang terintegrasi.

Perangkat wearable ini memungkinkan pengguna melacak detak jantung, jumlah langkah, estimasi kalori terbakar, kualitas tidur, hingga pelacakan berbasis GPS, sehingga latihan indoor tetap terukur dan terpantau secara akurat.

Olahraga di dalam ruangan dinilai sama efektifnya dengan latihan luar ruangan, sekaligus menawarkan kenyamanan lebih karena suhu dan kelembaban dapat dikontrol.

Kondisi ini memberi keuntungan bagi individu dengan alergi atau asma yang sensitif terhadap kualitas udara.

Meski tidak mendapatkan paparan udara segar secara langsung, latihan indoor tetap dapat memberikan manfaat kesehatan optimal apabila dilakukan secara konsisten dan terpantau.

Dalam konteks ini, smartwatch berperan sebagai pendamping digital yang membantu pengguna memantau progres latihan secara real time. Sejumlah fitur utama menjadi penopang efektivitas olahraga indoor.

Fitur pemantauan detak jantung

Sensor optik pada smartwatch membaca denyut nadi melalui pergelangan tangan dan menampilkan data secara langsung selama latihan.

Informasi ini membantu pengguna menjaga intensitas latihan agar tetap berada pada zona detak jantung yang sesuai.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Heart menunjukkan bahwa individu yang rutin berolahraga memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan tingkat polusi udara tinggi.

Data detak jantung membantu memastikan latihan dilakukan pada intensitas yang aman dan efektif.

Penghitungan langkah

Fitur pedometer digital pada smartwatch mencatat jumlah langkah harian, termasuk saat berjalan di treadmill atau bergerak dalam sesi latihan kardio di dalam ruangan.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise menemukan bahwa individu yang mencatat jumlah langkah lebih tinggi setiap hari memiliki risiko kematian lebih rendah dari berbagai penyebab.

Data langkah menjadi indikator sederhana namun relevan untuk mengukur tingkat aktivitas fisik.

Estimasi kalori terbakar

Smartwatch menghitung perkiraan energi yang dikeluarkan selama latihan berdasarkan kombinasi data detak jantung, durasi aktivitas, usia, berat badan, dan jenis olahraga.

Informasi ini membantu pengguna mengatur keseimbangan energi, terutama bagi mereka yang menargetkan defisit kalori untuk menurunkan berat badan.

Riset dalam jurnal Obesity menunjukkan bahwa penurunan berat badan melalui aktivitas fisik berkorelasi dengan penurunan risiko penyakit jantung dan stroke.

Pelacakan tidur

Banyak smartwatch modern menyertakan fitur analisis kualitas tidur dengan memantau durasi dan pola istirahat.

Tidur berperan penting dalam pemulihan otot dan regulasi metabolisme. Penelitian dalam jurnal Sleep menyebutkan bahwa individu yang mendapatkan waktu tidur cukup memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kronis.

Integrasi data olahraga dan tidur memungkinkan pengguna memahami hubungan antara intensitas latihan dan proses pemulihan tubuh.

Pelacakan GPS

Meski identik dengan aktivitas luar ruangan seperti lari dan bersepeda, GPS pada smartwatch juga berguna saat latihan interval atau sesi kardio tertentu yang membutuhkan pengukuran jarak dan kecepatan.

Data ini membantu pengguna merancang program latihan lebih terstruktur serta mengevaluasi perkembangan performa dari waktu ke waktu.

Secara industri, perangkat wearable seperti smartwatch menjadi bagian dari tren teknologi kesehatan digital yang terus berkembang.

Integrasi sensor biometrik, analitik data, dan konektivitas aplikasi seluler memperluas fungsi jam tangan pintar dari sekadar penunjuk waktu menjadi alat pemantauan kesehatan personal.

Pengguna dapat menyinkronkan data ke aplikasi kesehatan di ponsel untuk melihat grafik perkembangan, menetapkan target kebugaran, dan menerima notifikasi pengingat aktivitas.

Pemanfaatan fitur-fitur tersebut menunjukkan bahwa olahraga di dalam ruangan tetap dapat dilakukan secara terukur dan berbasis data.

Dengan dukungan smartwatch, pengguna memiliki akses terhadap informasi kebugaran yang sebelumnya hanya tersedia melalui perangkat profesional di pusat kebugaran.

Ke depan, perkembangan teknologi sensor dan kecerdasan buatan pada perangkat wearable diperkirakan akan semakin meningkatkan akurasi pemantauan serta personalisasi rekomendasi latihan.

Baca Juga:5 Smartwatch Mirip Apple Watch, Desain Premium Harga Terjangkau

Bagi masyarakat yang memilih berolahraga di dalam ruangan, optimalisasi fitur smartwatch dapat membantu menjaga konsistensi, memantau kesehatan, dan memastikan setiap sesi latihan memberikan manfaat maksimal bagi tubuh.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |