Nabire, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire menegaskan pentingnya memperkuat perlindungan terhadap anak melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat setelah meninggalnya seorang siswi SMP berinisial CKC (14). Tragedi yang menimpa pelajar kelas VIII SMP Negeri 1 Nabire itu menjadi perhatian serius sekaligus momentum evaluasi bagi seluruh pihak dalam meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, M.M., menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia berharap kejadian tersebut tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat sistem perlindungan anak di Kabupaten Nabire.
“Semoga peristiwa ini menjadi yang pertama dan terakhir yang menimpa anak-anak kita,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).
Menurut Dina, dunia pendidikan perlu melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam membangun komunikasi yang lebih terbuka antara guru dan siswa. Sekolah diharapkan mampu mendeteksi lebih dini berbagai persoalan yang dialami peserta didik agar tidak berkembang menjadi konflik yang berujung pada tindakan kekerasan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keselamatan anak tidak hanya berada di lingkungan sekolah. Peran keluarga dinilai jauh lebih besar karena anak menghabiskan lebih banyak waktu bersama orang tua dibandingkan di sekolah.
Ia mengajak seluruh orang tua untuk lebih aktif membangun komunikasi dengan anak, mengetahui lingkungan pergaulan mereka, serta memberikan perhatian terhadap perubahan perilaku yang mungkin muncul.
“Di sekolah ada batas waktu pengawasan. Selebihnya anak-anak bersama keluarga. Karena itu sekolah dan orang tua harus bekerja sama mengawasi anak-anak kita,” katanya.
Selain keluarga dan sekolah, Dina juga menilai masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Menurutnya, kepedulian sosial harus terus dibangun agar berbagai persoalan yang melibatkan anak dapat diselesaikan sejak awal sebelum berkembang menjadi tindak kekerasan.
Ia mengimbau warga untuk tidak bersikap acuh ketika melihat perselisihan yang melibatkan anak-anak. Sebaliknya, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah bijaksana dengan melerai dan membantu menyelesaikan konflik secara damai.
“Keselamatan dan keamanan anak-anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya sekolah atau orang tua, tetapi juga seluruh masyarakat,” tegasnya.
Dinas Pendidikan menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mencegah terulangnya kasus serupa. Tidak hanya guru dan orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lingkungan sekitar juga diharapkan berperan aktif dalam membangun karakter anak sekaligus memberikan pendampingan ketika menghadapi persoalan sosial.
Kasus yang menimpa CKC menjadi pengingat bahwa perlindungan anak membutuhkan perhatian berkelanjutan. Upaya pencegahan tidak cukup dilakukan setelah terjadi peristiwa, melainkan harus menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di lingkungan pendidikan maupun keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Dina juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Pihaknya menghormati proses penyidikan yang sedang berjalan dan meyakini seluruh tahapan akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami mempercayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menangani kasus ini secara profesional dan proporsional,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat agar memberikan ruang kepada penyidik untuk bekerja serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, sikap tersebut penting agar proses hukum berjalan dengan baik sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.
Peristiwa ini juga menjadi momentum bagi seluruh sekolah di Kabupaten Nabire untuk memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan layanan bimbingan konseling, serta mempererat komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua. Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi anak sejak dini.
Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman juga menjadi faktor penting. Kepedulian terhadap anak-anak di lingkungan sekitar diharapkan mampu mencegah munculnya tindakan kekerasan yang berpotensi mengancam keselamatan mereka.
Ke depan, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire berkomitmen terus mendorong kerja sama antara sekolah, keluarga, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat sebagai langkah nyata membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak. Dengan pengawasan yang lebih kuat dari seluruh elemen, diharapkan setiap anak di Nabire dapat tumbuh, belajar, dan berkembang tanpa rasa takut terhadap ancaman kekerasan.
[Nabire.Net]

15 hours ago
7

















































