Nabire, 2 Februari 2026 – Partai politik baru, Partai Gerakan Rakyat, resmi mendirikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Nabire pada 2 Februari 2026. Pendirian DPD tersebut berlangsung di Jalan Sentriko, Kali Bobo, Nabire, sebagai langkah awal membangun kekuatan politik rakyat di Papua Tengah.
Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Nabire, Demax Madai, menyampaikan bahwa pendirian partai ini dilandasi semangat membangun organisasi politik yang berpihak pada rakyat, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
“Kami menyambut baik setiap harapan dan masukan masyarakat terhadap perkembangan Partai Gerakan Rakyat. Harapan itu menjadi pijakan penting bagi kami untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat,” ujar Demax Madai.
(Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Nabire, Demax Madai)Dalam keterangannya, Demax Madai menjelaskan bahwa Partai Gerakan Rakyat memiliki sejumlah komitmen utama dalam membangun organisasi dan peran politik ke depan.
Pertama, terkait penguatan nilai pluralisme dan inklusivitas, partai berkomitmen menjadikan persatuan antar kelompok etnis, agama, dan latar belakang sosial sebagai fondasi kerja politik. Partai Gerakan Rakyat membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat agar setiap suara dapat terdengar dan diperhitungkan dalam proses kebijakan.
Kedua, dalam kontribusi pembangunan nasional dan daerah, partai akan memaksimalkan peran tim kajian internal (think tank) serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk melahirkan kebijakan berbasis data dan kebutuhan nyata masyarakat. Khusus di daerah, fokus diarahkan pada pembangunan infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi lokal, serta perlindungan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Ketiga, terkait peningkatan performa politik dan organisasi, Partai Gerakan Rakyat tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan sistem pengkaderan. Langkah yang ditempuh meliputi pelatihan kader muda, pembaruan sistem manajemen partai guna meningkatkan transparansi, serta penguatan strategi komunikasi agar lebih dekat dengan masyarakat.
Keempat, mengenai upaya pendirian dan pengakuan resmi, Demax Madai menyebutkan bahwa partai telah menyusun rencana kerja terstruktur untuk memenuhi seluruh persyaratan hukum sesuai ketentuan Kementerian Hukum dan HAM, sembari terus melakukan sosialisasi dan membangun basis dukungan di berbagai wilayah.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Nabire, Liborius Madai, mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat beberapa dokumen administrasi partai yang belum sepenuhnya dilengkapi. Meski demikian, proses pendaftaran tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
(Sekretaris DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Nabire, Liborius Madai)Liborius Madai menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nabire terkait proses administrasi tersebut.
“Memang benar masih ada beberapa surat yang belum kami lengkapi secara menyeluruh. Namun, hal ini bersifat teknis dan tidak menjadi kendala utama. Kesbangpol telah menyampaikan bahwa berkas tetap diproses, dan kami diberi waktu untuk melengkapi dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa DPD Partai Gerakan Rakyat menargetkan seluruh dokumen administrasi dapat diselesaikan dalam waktu dekat, sehingga proses pendaftaran dapat berjalan lancar. Bahkan, pihaknya optimistis pada hari kedelapan sejak pengajuan awal, seluruh tahapan administrasi dapat diproses sesuai ketentuan.
Liborius Madai menegaskan komitmen partai untuk mematuhi seluruh prosedur hukum dan peraturan perundang-undangan sebagai bentuk keseriusan membangun organisasi politik yang legal, tertib, dan bertanggung jawab.
“Kami ingin Partai Gerakan Rakyat hadir sebagai wadah politik yang sehat, taat aturan, dan benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat,” pungkasnya.
[Nabire.Net/Marten Dogomo]

1 day ago
8











































