Gaspol Ekonomi Rakyat! Pemprov Papua Tengah Dorong Satu Koperasi di Setiap Kabupaten

7 hours ago 6
(Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Papua Tengah, Noberthus Mote, S.E., M.Si) (Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Papua Tengah, Noberthus Mote, S.E., M.Si)

Nabire, 3 Februari 2026 – Pemerintah Provinsi Papua Tengah tancap gas memperkuat ekonomi rakyat. Melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, Pemprov Papua Tengah mendorong pembentukan koperasi di delapan kabupaten sebagai strategi utama menggerakkan ekonomi mikro masyarakat.

Kebijakan ini disampaikan langsung Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Papua Tengah, Noberthus Mote, S.E., M.Si, saat ditemui di Kantor Gubernur Papua Tengah, Selasa (3/2/2026).

Menurut Noberthus, pembentukan satu koperasi di setiap kabupaten menjadi program prioritas yang sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.

“Beliau mendorong usaha masyarakat melalui koperasi, dengan tetap fokus pada pertumbuhan ekonomi, terutama ekonomi mikro,” ujar Noberthus.

Tak hanya berhenti pada pembentukan koperasi, Pemprov Papua Tengah juga memberi perhatian serius terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh wilayah, khususnya di delapan kabupaten.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program peningkatan kapasitas usaha dan sumber daya manusia, mulai dari pembinaan berkelanjutan hingga pelatihan keterampilan.

“Bentuk kegiatannya berupa pembinaan usaha serta peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai pelatihan,” jelasnya.

Pemerintah daerah juga membuka peluang besar bagi pelaku usaha untuk naik kelas melalui bantuan modal usaha, peralatan produksi, hingga akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.

Di sektor perindustrian, fokus diarahkan pada pengembangan industri kecil dan menengah, sementara sektor perdagangan difokuskan pada penguatan perdagangan dalam negeri. Langkah ini dinilai strategis seiring status Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru (DOB).

“Kami juga fokus pada pengaturan dan penataan pasar-pasar tradisional agar naik kelas menjadi pasar modern sesuai kriteria Kementerian Perdagangan,” ungkap Noberthus.

Ia pun mengajak masyarakat Papua Tengah untuk tidak lagi menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Masyarakat harus terlibat aktif dan memanfaatkan peluang yang sudah dibuka. Jangan hanya menonton, karena akses usaha dan permodalan sudah tersedia,” pungkasnya.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |