Nabire, 3 Februari 2026 – Sekolah Tinggi Teologi (STT) Yusuf Makai Nabire kembali menorehkan sejarah emas. Dalam suasana khidmat dan penuh sukacita, kampus teologi kebanggaan Papua Tengah ini menggelar Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Strata Satu (S1) Tahun Akademik 2025/2026, yang dirangkaikan dengan peringatan Dies Natalis pertama, bertempat di Aula Kelurahan SP1, Kabupaten Nabire.
Mengusung tema penuh makna, “Inilah aku, utuslah aku” (Yesaya 6:8), STT Yusuf Makai secara resmi mewisudakan 15 mahasiswa dari dua program studi unggulan, yakni Sarjana Pendidikan Agama Kristen (SPAK) dan Sarjana Theologia (STh). Para lulusan ini dinyatakan siap menjadi pelayan Tuhan dan agen perubahan di tengah tantangan zaman.
Momentum bersejarah ini turut dihadiri perwakilan Gubernur Papua Tengah, anggota C & MA GKII Pdt. Benny Yordan, Ketua GKII Wilayah III Papua Tengah Pdt. Yoakim Mote, para hamba Tuhan, tokoh gereja, tokoh masyarakat, serta ratusan keluarga wisudawan yang memadati lokasi acara.
Mewakili Bupati Nabire, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nabire, Martinus Makai, menyampaikan apresiasi tinggi kepada pimpinan, dosen, dan seluruh sivitas akademika STT Yusuf Makai atas keberhasilan menyelenggarakan wisuda perdana sekaligus menandai satu tahun perjalanan kampus tersebut.
“Ini adalah tonggak sejarah yang sangat penting. STT Yusuf Makai telah membuktikan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berkarakter,” tegas Martinus.
Ia menekankan bahwa gelar akademik bukanlah garis akhir, melainkan awal dari pengabdian nyata bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.
“Ilmu yang diperoleh harus menjadi terang dan berkat, tidak hanya di mimbar gereja, tetapi juga di tengah masyarakat yang majemuk dan penuh tantangan,” ujarnya.
Menurutnya, STT Yusuf Makai memiliki peran strategis dalam mencetak pemimpin rohani yang kuat dalam iman, peka terhadap persoalan sosial, serta memiliki semangat kebangsaan dan komitmen menjaga persatuan di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Nabire.
Pemerintah Kabupaten Nabire, lanjut Martinus, memandang lembaga pendidikan teologi sebagai mitra penting dalam pembangunan manusia seutuhnya, termasuk pembangunan spiritual masyarakat.
Ia juga mendorong STT Yusuf Makai untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di tengah era digitalisasi, sekaligus mengingatkan para wisudawan agar mampu menerapkan ilmu secara bijak, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan jemaat masa kini.
Tak hanya itu, Martinus mengajak pemerintah daerah se-Papua Tengah untuk mengutus generasi muda belajar di STT Yusuf Makai Nabire, mengingat kampus tersebut telah memiliki legalitas dan akreditasi resmi.
“Tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah. STT Yusuf Makai ada di Nabire dan sudah terakreditasi,” tegasnya.
Di akhir sambutan, ia mengingatkan para wisudawan untuk tetap rendah hati, setia pada panggilan pelayanan, serta menjaga persatuan gereja. Ia juga mengajak seluruh jemaat dan umat Tuhan untuk terus mendukung STT Yusuf Makai melalui doa, tenaga, dan dukungan nyata.
Nama Yusuf Makai, katanya, merupakan simbol pelopor penginjilan di wilayah Papua Tengah, yang semangat pelayanannya harus terus diwarisi oleh generasi masa kini.
Acara wisuda pun ditutup dengan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, disertai harapan agar mereka setia menjalankan panggilan pelayanan di mana pun Tuhan mengutus.
[Nabire.Net/Musa Boma]

6 hours ago
5













































