Selular.ID – Google dilaporkan tengah mempersiapkan langkah strategis untuk menghadapi fase evolusi berikutnya dalam industri smartphone dengan memperluas fokus pada integrasi kecerdasan buatan dan platform extended reality (XR).
Laporan terbaru menyebutkan bahwa perusahaan tersebut berupaya memposisikan diri lebih awal dalam transisi menuju perangkat komputasi generasi baru, termasuk kacamata pintar dan perangkat wearable berbasis AI.
Dalam beberapa tahun terakhir, Google secara konsisten mengintegrasikan teknologi AI ke lini produk Pixel dan sistem operasi Android.
Kehadiran model AI generatif miliknya, Google Gemini, menjadi fondasi penting dalam strategi tersebut.
Gemini kini tertanam di berbagai layanan Google dan mulai diperluas ke pengalaman perangkat mobile, memungkinkan pemrosesan bahasa alami, ringkasan konten otomatis, hingga asisten kontekstual yang berjalan langsung di perangkat.
Langkah ini diperkuat dengan pengumuman platform Android XR yang dikembangkan Google bersama Samsung dan Qualcomm.
Android XR dirancang sebagai sistem operasi terbuka untuk perangkat realitas campuran dan augmented reality, sekaligus memperluas ekosistem Android ke kategori perangkat baru di luar smartphone konvensional.
Kolaborasi antara Google, Samsung, dan Qualcomm menunjukkan pendekatan berbasis ekosistem yang selama ini menjadi kekuatan utama Android.
Qualcomm menyediakan chipset khusus XR, sementara Samsung berperan sebagai mitra manufaktur perangkat keras.
Google di sisi lain memimpin pengembangan sistem operasi dan integrasi layanan berbasis AI.
Model kolaboratif ini meniru strategi Android di era awal smartphone, ketika Google menyediakan platform terbuka dan mitra OEM mempercepat adopsi perangkat.
Secara historis, Google pernah lebih dahulu bereksperimen dengan wearable melalui Google Glass pada 2013.
Namun proyek tersebut tidak mencapai adopsi massal di pasar konsumen. Dalam konteks saat ini, lanskap teknologi telah berubah signifikan.
Kemajuan AI generatif, pemrosesan edge computing (pemrosesan data langsung di perangkat), serta peningkatan efisiensi chipset memungkinkan pengalaman XR yang lebih ringan dan responsif.
Di sisi lain, industri global juga tengah memasuki fase eksplorasi perangkat pasca-smartphone.
Apple telah meluncurkan Apple Vision Pro sebagai perangkat komputasi spasial, sementara sejumlah produsen Android mengembangkan kacamata pintar berbasis AI.
Dinamika ini memperlihatkan bahwa evolusi perangkat mobile tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan spesifikasi layar atau kamera, melainkan pada integrasi komputasi kontekstual yang lebih mendalam.
Bagi Google, momentum ini menjadi peluang untuk memanfaatkan kekuatan distribusi Android yang telah digunakan oleh miliaran perangkat aktif di seluruh dunia.
Dengan memperluas Android ke ranah XR, Google berpotensi mempertahankan dominasi sistem operasi mobile sekaligus mencegah fragmentasi ekosistem ketika kategori perangkat baru mulai berkembang.
Strategi AI-first yang dijalankan Google juga berfungsi sebagai diferensiasi utama. Integrasi Gemini di Android memungkinkan fitur seperti pencarian multimodal, ringkasan otomatis, hingga interaksi berbasis perintah suara yang lebih natural.
Pendekatan ini relevan dalam konteks perangkat XR, di mana antarmuka tradisional berbasis layar sentuh akan semakin berkurang dan digantikan oleh interaksi suara, gestur, serta pelacakan mata.
Selain aspek teknologi, pendekatan ini memiliki implikasi bisnis yang luas. Model distribusi Android yang terbuka memberi Google keuntungan dalam membangun standar industri.
Jika Android XR diadopsi luas oleh mitra OEM, Google dapat mempertahankan perannya sebagai penyedia platform utama, sementara pendapatan diperoleh melalui layanan, iklan, dan ekosistem aplikasi.
Walau belum ada jadwal komersialisasi massal yang diumumkan secara rinci, arah pengembangan Android XR menunjukkan bahwa Google tidak ingin tertinggal dalam gelombang komputasi berikutnya.
Fokus pada integrasi AI dan kolaborasi strategis lintas perusahaan menjadi fondasi utama dalam menghadapi perubahan paradigma perangkat mobile.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa evolusi smartphone kemungkinan tidak berhenti pada bentuk fisik perangkat, melainkan bergeser menuju pengalaman komputasi yang lebih imersif dan kontekstual.
Baca juga:Bikin Kesal, Berikut Cara Blokir Iklan di Hp Android
Dengan memperluas Android ke perangkat XR serta mengintegrasikan AI secara mendalam, Google menempatkan diri sebagai salah satu aktor utama dalam fase transformasi industri teknologi glob













































