IBM Sebut Kasus Pencurian Data Masih Jadi yang Tertinggi Untuk Kejahatan Siber

10 hours ago 13

Selular.ID – Perusahaan teknologi IBM menyebut kasus pencurian data masih marak terjadi di Asia Pasifik termasuk Indonesia.

Jake Paulson, Deputy Head of IBM X-Force Cyber Range mengatakan di kawasan Asia Pasifik, pelaku serangan siber kerap menggunakan berbagai cara.

“Berbagai cara tersebut bisa menggunakan malware (45%), spam (15%), tool yang terlegitimasi (15%), dan akses server (10%) sebagai tindakan utama mereka dalam mencapai tujuan serangan,” ungkapnya kepada Selular, Kamis (26/2/2026).

Dia menambahkan untuk wilayah Asia Pasifik, dampak utama yang menjadi efek yang dituju atau terjadi dari suatu tindakan terhadap korban di antaranya meliputi pencurian data (14%), reputasi merek (14%), dan pengumpulan kredensial (7%).

“Hal ini mencerminkan kerentanan sektor ini terhadap serangan yang menargetkan data sensitif dan gangguan operasional,” jelasnya.

Kawasan Asia Pasifik juga terus menjadi episentrum insiden yang berkaitan dengan sektor manufaktur, dengan menyumbang 68% dari total serangan.

“Di Asia Pasifik, sektor manufaktur tetap menjadi industri yang paling banyak menjadi sasaran, mewakili 65% insiden, diikuti oleh sektor keuangan dan asuransi (17%), serta transportasi (7%),” ungkapnya.

Baca juga:

Jake Paulson juga menyebut para penjahat siber kerap menggunakan kecerdasan buatan atau AI untuk melakukan aksinya.

Hal tersebut bisa diantisipasi dengan menggunakan AI untuk menghindari serangan siber yang mengancam.

Menurutnya, AI tidak hanya mentransformasi cara manusia berinovasi, tetapi juga secara fundamental mengubah cara kita memperkuat pertahanan.

“Dengan meningkatkan visibilitas, kecepatan, dan presisi di seluruh siklus keamanan, AI memungkinkan organisasi untuk mengantisipasi ancaman, merespons secara real time, dan tetap selangkah lebih maju di tengah lanskap ancaman yang semakin kompleks dan terus berkembang,” tandasnya.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |