TechDaily.id – Jika kamu Punya HP Android lawas, jangan langsung dijual! Kamu bisa memanfaatkan HP lawas kamu menjadi CCTV dalam hitungan detik.
Seringkali kita bingung mau diapakan barang elektronik bekas ini. Mau dijual, harganya sudah jatuh bebas—mungkin hanya ditawar seratus ribu rupiah di konter pinggir jalan. Mau dibuang, sayang dan justru menambah sampah elektronik (e-waste). Akhirnya, ponsel itu hanya menjadi penghuni tetap laci, menumpuk debu dari tahun ke tahun.
Tapi, tahukah Anda? HP Android “butut” itu sebenarnya menyimpan potensi besar. Dengan sedikit trik sederhana, Anda bisa mengubahnya menjadi kamera keamanan (security camera) atau CCTV canggih tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun.
Dilansir dari laman teknologi MakeUseOf, fenomena “mendaur ulang” fungsi ponsel pintar ini kian populer. Daripada membeli perangkat IP Camera baru yang harganya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, memanfaatkan perangkat yang sudah ada adalah solusi cerdas untuk keamanan rumah (home security).
Lantas, bagaimana caranya dan apa saja yang perlu disiapkan? Mari kita bedah langkah demi langkahnya, sebagaimana dikutip dari Makeuseof.

Mengapa Harus HP Android Bekas?
Sebelum masuk ke teknis, mari bicara soal efisiensi. Membeli sistem CCTV rumahan memang investasi yang bagus, tapi seringkali instalasinya rumit. Anda harus memikirkan kabel DVR, bor tembok, hingga langganan penyimpanan cloud.
HP Android, bahkan keluaran 5 tahun lalu sekalipun, sejatinya adalah komputer mini yang dilengkapi kamera, koneksi Wi-Fi, dan baterai cadangan (baterai internal).
Spesifikasi kamera ponsel jadul—katakanlah 8 MP atau 13 MP—seringkali masih jauh lebih tajam dibandingkan CCTV murah di pasaran yang resolusinya buram. Dengan mengubahnya menjadi CCTV, Anda mendapatkan tiga keuntungan sekaligus:
- Zero Cost: Gratis, nol rupiah. Hanya butuh koneksi Wi-Fi rumah.
- Fitur Pintar: Banyak aplikasi penyedia layanan ini sudah dilengkapi fitur Motion Detection (pendeteksi gerak).
- Akses Jarak Jauh: Anda bisa memantau rumah dari kantor atau luar kota secara real-time.
Senjata Utama: Aplikasi Pihak Ketiga
Kunci dari transformasi ini ada pada perangkat lunak (software). Anda tidak perlu menjadi ahli IT atau melakukan coding. Cukup unduh aplikasi yang tepat.
Salah satu aplikasi yang paling direkomendasikan dan populer di kalangan pengguna global adalah AlfredCamera (tersedia di Google Play Store dan Apple App Store). Aplikasi ini menjadi favorit karena antarmukanya yang sangat sederhana dan proses pairing yang cepat.
Cara kerjanya sederhana: Satu HP bertugas sebagai Kamera (HP jadul yang akan ditaruh di rumah), dan satu HP lagi bertugas sebagai Viewer (HP utama yang Anda bawa sehari-hari).

Panduan Langkah Demi Langkah
Berikut adalah tutorial singkat menyulap HP Android lama menjadi penjaga rumah:
- Siapkan Perangkat: Ambil HP Android lama Anda dan HP utama Anda. Pastikan keduanya terhubung ke jaringan internet (Wi-Fi lebih disarankan untuk HP Kamera agar hemat kuota).
- Instal Aplikasi: Unduh aplikasi AlfredCamera (atau alternatif lain seperti WardenCam atau IP Webcam) di kedua ponsel.
- Login Akun: Buka aplikasi di kedua ponsel dan masuk (login) menggunakan akun Google yang sama. Ini cara termudah untuk menghubungkan keduanya.
- Tentukan Peran:
- Di HP Android lama, pilih mode “Camera”.
- Di HP utama Anda, pilih mode “Viewer”.
- Mulai Memantau: Begitu keduanya aktif, Anda akan langsung melihat tayangan live dari kamera HP Android lama di layar HP utama Anda. Ajaib, bukan?
Tantangan Teknis: Baterai dan Posisi
Meskipun terdengar mudah, ada aspek teknis yang harus diperhatikan agar “CCTV dadakan” ini bisa beroperasi 24 jam non-stop. Masalah utamanya adalah daya tahan baterai. Aplikasi kamera yang berjalan terus-menerus akan menguras baterai dengan sangat cepat.
Oleh karena itu, aturan emas dalam trik ini adalah: Jangan andalkan baterai.
Anda wajib menempatkan HP Android lama tersebut di dekat colokan listrik dan membiarkannya terhubung ke charger terus-menerus. Jika kabel charger bawaan terlalu pendek, pertimbangkan untuk membeli kabel USB yang panjangnya 2-3 meter agar penempatannya lebih fleksibel.
Selain itu, posisi adalah kunci. Karena ponsel tidak memiliki engsel putar seperti CCTV asli, Anda mungkin butuh alat bantu. Tripod mini, holder mobil yang ditempel di kaca jendela, atau bahkan selotip double-tape yang kuat bisa jadi solusi untuk menempelkan ponsel di sudut ruangan yang strategis. Pastikan lensa kamera tidak tertutup debu atau benda lain.
Fitur Canggih yang Bisa Anda Nikmati
Jangan remehkan kemampuan aplikasi gratisan ini. Setelah terpasang, sistem keamanan DIY (Do It Yourself) ini menawarkan fitur yang cukup mumpuni:
- Komunikasi Dua Arah (Two-Way Talk): Anda bisa berbicara melalui HP utama, dan suara Anda akan keluar di HP lama. Sangat berguna untuk menegur hewan peliharaan yang nakal atau sekadar menyapa orang di rumah.
- Deteksi Gerakan: Aplikasi akan mengirim notifikasi ke HP utama Anda jika kamera mendeteksi adanya pergerakan.
- Low-Light Filter: Meski tidak sebaik infrared pada CCTV mahal, beberapa aplikasi memiliki filter khusus untuk memaksimalkan pencahayaan di kondisi ruangan yang agak gelap.
Di zaman serba digital ini, keamanan rumah menjadi prioritas. Namun, keamanan tidak selalu harus mahal. Memanfaatkan teknologi lama untuk kebutuhan baru adalah langkah cerdas yang tak hanya menyelamatkan dompet, tapi juga memberi fungsi baru pada barang yang nyaris jadi sampah.
Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk membuang ponsel Android lawas itu, cobalah trik ini. Siapa tahu, ponsel yang dulu menemani Anda bermain game itu kini justru menjadi pahlawan yang menjaga keamanan rumah Anda saat ditinggal pergi.













































