Ramadan Lebih Bermakna! Muslim Pro Kini Tersedia di MyTelkomsel

16 hours ago 9

TechDaily.id – Muslim Pro sekarang tersedia di MyTelkomsel. Adanya layanan ini akan mempermudah para umat muslim untuk beribadah selama bulan suci Ramadan.

Menyambut momentum Ramadan dan Idulfitri, Telkomsel resmi berkolaborasi dengan Muslim Pro untuk menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Muslim Pro secara eksklusif di aplikasi MyTelkomsel.

Integrasi perdana di Indonesia melalui skema bundel paket ini praktis memudahkan pelanggan untuk menemukan, mengaktifkan, dan mengelola layanan spiritual harian dalam satu aplikasi, sehingga mereka dapat menjalani ibadah dengan lebih nyaman dan tenteram.

Muslim Pro merupakan platform muslim global yang mendukung keterhubungan spiritual melalui kombinasi teknologi, konten reflektif, fitur komunitas, dan aktivasi offline. Fitur inti bebas biaya meliputi jadwal salat, pengingat azan, Al‑Qur’an digital, penunjuk kiblat, kalender hijriah, hingga doa harian.

Fitur Premium memberikan pengalaman lebih lengkap seperti tayangan Qalbox tanpa iklan, unduh audio tilawah untuk pemutaran offline, beragam pilihan suara azan, tema warna, terjemahan/tafsir tambahan, hingga dukungan pelanggan premium.

Ramadan Lebih Bermakna! Muslim Pro Kini Tersedia di MyTelkomsel

Telkomsel Siaga Melayani Sepenuh Hati: Dukung Pelanggan Jalani Ramadan Sepenuh Hati

Kolaborasi dengan Muslim Pro menjadi bagian dari komitmen Telkomsel Siaga Melayani Sepenuh Hati di setiap momen spesial bersama masyarakat. Langkah beyond connectivity ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman pelanggan dalam menjalani Ramadan sepenuh hati.

VP Digital Lifestyle Telkomsel, Lesley Simpson, menyatakan, “Terutama selama Ramadan, pelanggan akan beribadah sehari-hari dengan fitur azan pengingat waktu salat, ketersediaan ke Al‑Qur’an dan doa, serta konektivitas digital. Telkomsel Siaga Melayani Sepenuh Hati dengan merancang Paket Bundling Telkomsel x Muslim Pro agar cepat dan mudah diakses, langsung terasa manfaatnya. Kami berharap fitur Premium harga bersahabat ini bisa mendukung pelanggan fokus ibadah, perkuat silaturahmi, dan jalani Ramadan sepenuh hati.”

Ramadan Re:Charge dengan Muslim Pro: Akses Simpel untuk Jaga Keterhubungan Ibadah

Chief Executive Officer Muslim Pro, Nafees Khundker, menambahkan, “Melalui kolaborasi perdana dengan Telkomsel, paket bundling eksklusif di MyTelkomsel membuat akses Muslim Pro makin sederhana dan terjangkau bagi jutaan pengguna di Indonesia. Fokus kami adalah menjaga keterhubungan ibadah secara berkelanjutan, lebih menekankan kontinuitas dan empati. Memadukan teknologi, konten reflektif, komunitas, dan aktivasi nyata, di Ramadan kali ini kami mengajak pelanggan untuk Re:Charge, agar setiap orang dapat kembali terhubung, tanpa tekanan, dan sesuai ritme hidupnya.”

cara mengatasi sinyal telkomsel

Jenis‑Jenis Paket Bundling Telkomsel x Muslim Pro

Penawaran Telkomsel x Muslim Pro tersedia dengan harga terjangkau, di antaranya sudah termasuk kuota internet, dan dapat diaktifkan melalui MyTelkomsel.

  • Data Bundle Rp13.000 / 3 hari – termasuk Muslim Pro Premium + kuota internet 1.5 GB
  • Data Bundle Rp16.000 / 7 hari – termasuk Muslim Pro Premium + kuota internet 512 MB
  • Data Bundle Rp37.000 / 30 hari – termasuk Muslim Pro Premium + kuota internet 1 GB

Cara Akses Cepat dan Mudah di MyTelkomsel

  1. Buka MyTelkomsel → Beli Paket → Digital Lifestyle (kategori Digital & Music) → pilih Muslim Pro.
  2. Pilih paket atau promo, cek detail dan S&K, lalu ketuk Beli untuk menunaikan pembayaran.
  3. Pelanggan akan menerima SMS aktivasi; Muslim Pro Premium siap digunakan.

Bagi Anda yang mungkin bingung melihat perbedaan aktivitas di media sosial pagi ini—antara yang memposting menu sahur dan yang masih ngopi pagi—berikut adalah rangkuman situasi terkini dan panduan lengkap menjalani perbedaan ini dengan bijak.

Muhammadiyah: “Gaspol” Sejak Semalam

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari ini, Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini tidak mendadak, melainkan sudah diumumkan jauh-jauh hari melalui Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2026.

Berdasarkan pantauan di lapangan, masjid-masjid yang dikelola oleh warga Muhammadiyah telah menggelar salat Tarawih perdana tadi malam (Selasa, 17/2). Di Bekasi dan Jakarta Selatan, saf-saf jemaah terlihat padat, menggemakan lantunan ayat suci yang menandai masuknya bulan mulia.

Mengapa Hari Ini? Muhammadiyah menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Menurut perhitungan astronomi mereka, pada saat matahari terbenam kemarin sore, posisi bulan (hilal) sudah berada di atas ufuk. Meski sangat tipis dan mungkin tak terlihat mata telanjang, secara matematis bulan baru sudah wujud. Bagi Muhammadiyah, wujud (ada) sudah cukup menjadi syarat masuknya bulan baru tanpa perlu melihatnya (rukyat).

cara daftar paket internet Telkomsel

Pemerintah & NU: Menunggu Kamis, 19 Februari 2026

Sementara itu, bagi umat Muslim yang mengikuti ketetapan Pemerintah (Kementerian Agama) dan Nahdlatul Ulama (NU), hari ini (Rabu) masih terhitung sebagai tanggal 30 Syakban. Artinya, puasa Ramadan baru akan dimulai esok hari, Kamis, 19 Februari 2026.

Keputusan ini didasarkan pada hasil Sidang Isbat yang digelar Kemenag kemarin petang. Tim Rukyatul Hilal yang tersebar di puluhan titik di seluruh Indonesia melaporkan bahwa hilal tidak terlihat (karena posisinya masih terlalu rendah atau tertutup mendung).

Sesuai kaidah MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), jika hilal tidak terlihat atau tingginya belum memenuhi syarat minimal (3 derajat dan elongasi 6,4 derajat), maka bulan Syakban digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.

Jadi, bagi Anda yang mengikuti pemerintah: Malam ini adalah malam Tarawih pertama Anda.

Tips Menjaga “Vibe” Ramadan di Tengah Perbedaan

Perbedaan ini justru menjadi ladang pahala bagi kita untuk melatih kesabaran dan toleransi. Berikut tips agar Ramadan 2026 tetap kondusif dan penuh berkah:

  1. Stop Debat Kusir di Grup WhatsApp: Tidak perlu membagikan dalil yang menyerang salah satu pihak di grup keluarga atau alumni. Kedua metode (Hisab dan Rukyat) memiliki landasan syari yang kuat dan diakui dunia Islam. Fokuslah pada ibadah masing-masing.
  2. Etika Makan di Tempat Umum: Bagi yang belum berpuasa hari ini (karena mengikuti pemerintah atau non-muslim), disarankan untuk tidak makan atau minum secara mencolok di depan mereka yang sudah berpuasa. Sebaliknya, bagi yang sudah puasa, tidak perlu merasa terganggu melihat orang lain makan, karena hari ini memang belum ditetapkan puasa bagi sebagian yang lain.
  3. Manfaatkan Teknologi: Gunakan aplikasi Muslim Pro atau fitur Google Assistant untuk mengecek jadwal Imsakiyah yang akurat sesuai lokasi Anda. Ingat, waktu berbuka puasa bagi yang mulai hari ini tetap mengacu pada azan Magrib setempat.
Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |