(Jelang HUT RI 2026, Pedagang Bendera di Nabire Raup Omzet Hingga Rp10 Juta)
Nabire, Memasuki awal Agustus 2026, suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Kabupaten Nabire. Berbagai sudut kota dihiasi warna merah putih, sementara permintaan terhadap bendera dan atribut kemerdekaan terus meningkat. Kondisi tersebut menjadi berkah bagi para pedagang bendera musiman yang membuka lapak di sejumlah ruas jalan strategis, salah satunya di kawasan Jalan Merdeka.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (5/8/2026), kawasan tersebut mulai dipadati warga yang mencari bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga berbagai aksesori bertema kemerdekaan. Pembeli berasal dari masyarakat umum maupun instansi pemerintah yang mulai mempersiapkan dekorasi menyambut perayaan 17 Agustus.
Salah seorang pedagang bendera, Ifa, mengaku telah membuka lapaknya sejak akhir Juli. Perempuan asal Jawa itu menyediakan berbagai jenis atribut kemerdekaan dengan beragam ukuran dan harga. Mulai dari bendera kecil untuk kendaraan seharga Rp10.000, bendera standar rumah berkisar Rp20.000 hingga Rp35.000, sampai umbul-umbul dan kain dekorasi sepanjang 10 meter yang dijual ratusan ribu rupiah.

Selain bendera, lapaknya juga menawarkan berbagai aksesori bernuansa merah putih, seperti topi, bando, serta gantungan kunci yang banyak diminati anak-anak maupun orang dewasa.
“Alhamdulillah, memasuki minggu pertama Agustus pembeli sudah mulai ramai. Bahkan pernah ada pesanan sekitar 80 lembar bendera untuk dipasang di Kantor Bupati dengan total pemasukan mencapai sekitar Rp10 juta,” ujar Ifa saat ditemui di lapaknya.

Menurutnya, produk yang paling banyak dicari masyarakat adalah umbul-umbul atau bandir serta bendera panjang berbahan mikron. Seluruh produk yang dijual didatangkan langsung dari Bandung, Jawa Barat, agar kualitas bahan dan jahitannya tetap terjaga.
Ramainya aktivitas jual beli juga diakui oleh salah seorang pelanggan yang memilih tidak disebutkan namanya. Ia membeli sejumlah bendera untuk dipasang di lingkungan Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Tengah.
“Saya lebih memilih membeli langsung di lapak pinggir jalan karena bisa melihat kualitasnya dan langsung dipasang,” katanya.

Meningkatnya penjualan atribut kemerdekaan setiap awal Agustus menjadi indikator tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI. Selain memberikan manfaat ekonomi bagi pedagang musiman, tradisi memasang bendera juga menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme.

Ifa berharap peringatan HUT RI tahun 2026 berlangsung lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia optimistis permintaan akan terus meningkat hingga mendekati 17 Agustus, seiring semakin banyak instansi, sekolah, dan masyarakat yang mulai menghias lingkungan dengan nuansa merah putih.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

15 hours ago
10

















































