Jembatan Sanoba Bawah Ditargetkan Rampung Tahun 2026, Pemprov Papua Tengah Siapkan Tahap Lelang

16 hours ago 5
(Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua Tengah, Tomi Tulak) (Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua Tengah, Tomi Tulak)

Nabire, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan pembangunan Jembatan Sanoba Bawah yang selama beberapa tahun terakhir belum selesai dapat dituntaskan pada tahun anggaran 2026. Proyek infrastruktur yang menghubungkan kawasan Sanoba Bawah menuju Pantai Gedo tersebut kini memasuki tahapan persiapan pelelangan untuk melanjutkan pekerjaan konstruksi yang sebelumnya terhenti.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua Tengah, Tomi Tulak, mengatakan pemerintah telah memprioritaskan penyelesaian jembatan tersebut agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat.

Menurut Tomi, pembangunan Jembatan Sanoba Bawah merupakan salah satu agenda penting pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir.

“Target kami, penyelesaian jembatan dilakukan pada tahun ini,” kata Tomi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026).

Ia menjelaskan, saat ini proses administrasi sebagai syarat pelaksanaan proyek telah diselesaikan sehingga tahapan berikutnya adalah pelelangan pekerjaan konstruksi bagian atas jembatan.

“Pembuatan akun-akun BPK di Barjas sudah selesai dan sekarang memasuki proses pelelangan,” ujarnya.

Proyek Sempat Terhenti Selama Bertahun-tahun

Jembatan Sanoba Bawah sebenarnya bukan proyek baru. Sebelumnya, pembangunan telah dimulai dengan menyelesaikan pekerjaan abutmen atau pondasi penyangga. Namun, konstruksi tidak berlanjut sehingga proyek tersebut mengalami keterlambatan hingga kurang lebih lima tahun.

Akibat belum rampungnya pembangunan, masyarakat masih belum dapat menikmati fungsi penuh jembatan sebagai jalur penghubung menuju Pantai Gedo. Kondisi tersebut juga membatasi kelancaran mobilitas warga maupun distribusi barang di kawasan sekitar.

Dengan dimulainya proses pelelangan, pemerintah optimistis pembangunan fisik dapat segera dilaksanakan sehingga proyek yang lama tertunda akhirnya dapat diselesaikan.

Diharapkan Mempermudah Mobilitas Warga

Keberadaan Jembatan Sanoba Bawah memiliki peran strategis karena menjadi akses yang menghubungkan permukiman warga dengan kawasan Pantai Gedo. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memangkas waktu tempuh sekaligus meningkatkan keamanan perjalanan masyarakat.

Selain memberikan manfaat bagi aktivitas harian warga, penyelesaian jembatan juga diproyeksikan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Akses transportasi yang lebih baik diyakini akan memperlancar distribusi hasil usaha masyarakat, membuka peluang investasi, hingga meningkatkan aktivitas perdagangan di wilayah pesisir.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap seluruh tahapan pengadaan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai tanpa kendala berarti.

Apabila proses lelang selesai sesuai rencana, pembangunan bagian atas jembatan akan menjadi fokus utama agar infrastruktur tersebut dapat difungsikan dalam waktu dekat.

Penyelesaian Jembatan Sanoba Bawah menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat jaringan infrastruktur di Papua Tengah. Kehadiran jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat itu diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap konektivitas, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Sanoba serta wilayah sekitarnya.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |