Deiyai, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, melanjutkan rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Deiyai pada Selasa (8/9/2026), setelah menyelesaikan agenda di Kabupaten Dogiyai sehari sebelumnya.
Kunjungan yang disambut Bupati Deiyai Melkianus Mote, Wakil Bupati Ayub Pigome, jajaran Forkopimda, dan masyarakat di Waghete itu mencakup sejumlah agenda strategis, mulai dari pendidikan, penguatan ekonomi rakyat, penyelesaian sengketa tapal batas Kapiraya, hingga pemberian bantuan bagi pelajar dan masyarakat.
Kunjungan ke Deiyai ini merupakan kelanjutan dari agenda kerja Gubernur Papua Tengah di wilayah Meepago. Sehari sebelumnya, Meki Nawipa melakukan kunjungan kerja ke Dogiyai dengan fokus pada pendidikan, infrastruktur, dan ekonomi. Baca juga: Kunker di Dogiyai, Gubernur Meki Nawipa Fokus Pendidikan, Infrastruktur dan Ekonomi.
Pendidikan dan Asrama Sekolah
Gubernur Meki Nawipa meninjau langsung pembangunan Asrama SMP Teologi Kristen di Gakokebo, Distrik Tigi Utara. Dalam dialog dengan pengelola yayasan dan guru, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mendukung pemenuhan fasilitas pendidikan yang layak.
“Tahun kemarin kita sudah berikan Rp700 juta, tahun depan akan kita tambah lagi. Dana tersebut untuk kebutuhan makan-minum siswa serta pengelolaan asrama,” kata Meki Nawipa.
Selain dukungan anggaran, gubernur menekankan pentingnya kebersihan dan perawatan fasilitas, termasuk penyediaan sabun cuci, mesin cuci, serta sarana sanitasi yang memadai. Masyarakat juga diminta mendukung penyediaan lahan untuk pengembangan fasilitas pendidikan dan penempatan perlengkapan pendukung.
Ekonomi Rakyat dan Ruang Usaha Mama-Mama Papua
Setelah meninjau sektor pendidikan, Gubernur mengunjungi Meubel Perahu Rakyat di Distrik Tigi untuk melihat langsung potensi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Agenda kemudian dilanjutkan ke Galeri Budaya untuk mendorong pelestarian budaya sekaligus pengembangan ekonomi kreatif yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Gubernur juga menyambangi Pasar Mama-Mama Papua dan berdialog langsung dengan para pedagang guna menyerap aspirasi, mengetahui kendala usaha, serta mendengar kebutuhan fasilitas pendukung.
“Pembangunan tidak berhenti pada fisik. Dukungan terhadap pendidikan, pelestarian budaya, dan penyediaan ruang usaha bagi mama-mama Papua adalah bagian penting memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sengketa Tapal Batas Kapiraya Ditargetkan Selesai Sebelum Desember
Dalam dialog bersama masyarakat di Aula Tuyana, Wagete, Gubernur Papua Tengah menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan sengketa tapal batas Kapiraya yang berpotensi memicu ketegangan antarmasyarakat.
“Bicara soal tapal batas Kapiraya, kita akan selesaikan sebelum Desember 2026 yang mengacu pada batas adat, bukan batas pemerintah,” kata Meki Nawipa.
Untuk mewujudkan target tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berencana mengundang Bupati Mimika, Bupati Deiyai, dan Bupati Dogiyai untuk berkoordinasi secara langsung. Penyelesaian akan ditempuh melalui pendekatan pemerintahan dan pendekatan adat yang dapat diterima seluruh pihak.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga akan mengkaji pembangunan jalan penghubung Deiyai–Kapiraya untuk memperkuat konektivitas sekaligus membuka akses ekonomi wilayah tersebut.
18 Pelajar dan 2 Guru Terima Laptop
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Meki Nawipa menyerahkan bantuan laptop kepada 18 pelajar dan 2 guru pendamping asal Kabupaten Deiyai yang meraih predikat Juara Umum Festival Cahaya Kreasi Pelajar SMA/SMK Papua Tengah 2026 di Nabire pada akhir Juni lalu.
“Gunakan laptop ini untuk hal-hal positif, terutama belajar, mengerjakan tugas sekolah, dan mengembangkan kemampuan diri,” pesannya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung akses sumber belajar, meningkatkan kompetensi digital, sekaligus menjadi motivasi bagi pelajar lain di Papua Tengah.
Bantuan Rp5 Miliar untuk Pembangunan Gereja
Gubernur Papua Tengah juga memberikan bantuan sebesar Rp5 miliar kepada panitia pembangunan gedung Gereja Katolik Paroki Kristus Kebangkitan Kita Damabagata, Distrik Tigi Timur.
“Ini komitmen saya untuk meningkatkan ketaqwaan imam kepercayaan kita kepada Tuhan Yesus,” kata Meki Nawipa.
34 Motor untuk Pemuda Deiyai
Selain bantuan pendidikan dan keagamaan, Gubernur menyerahkan bantuan sepeda motor kepada pemuda asal Deiyai sebanyak 34 unit. Penyerahan dilakukan secara simbolis melalui pemberian kunci.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan perekonomian daerah. Di sisi lain, kendaraan itu juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terpencil.
Pembangunan Diminta Menyentuh Kebutuhan Masyarakat
Rangkaian kunjungan kerja Gubernur Meki Nawipa ke Kabupaten Deiyai pada 8 September 2026 menegaskan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang menempatkan aspirasi masyarakat sebagai bagian penting dalam pembangunan.
Mulai dari penguatan pendidikan berbasis masyarakat, pengembangan ekonomi rakyat dan budaya lokal, penyelesaian sengketa wilayah secara damai, hingga penghargaan terhadap prestasi generasi muda, pemerintah provinsi berupaya memastikan pembangunan tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik.
Agenda tersebut juga memperlihatkan upaya pemerintah untuk hadir langsung di tengah masyarakat dan merespons kebutuhan yang disampaikan dari lapangan.
[Nabire.Net]

3 hours ago
5

















































