Maybank Indonesia Catat Laba Pra Pajak Rp2,22 Triliun 2025

16 hours ago 13

Selular.ID – PT Bank Maybank Indonesia Tbk pada 25 Februari 2026 di Jakarta mengumumkan kinerja konsolidasian Tahun Buku 2025 yang berakhir 31 Desember 2025 dengan Laba Sebelum Pajak (PBT) sebesar Rp2,22 triliun, naik 38,9% dibandingkan 2024.

Laba Setelah Pajak dan Kepentingan Nonpengendali (PATAMI) meningkat 48,5% menjadi Rp1,66 triliun, ditopang penurunan biaya provisi serta pengelolaan biaya yang lebih efisien.

Kenaikan profitabilitas tersebut terjadi di tengah strategi transformasi tiga tahun M25+ yang difokuskan pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kapabilitas organisasi, serta pertumbuhan berkelanjutan.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 perseroan berfokus meningkatkan kualitas pendapatan dan mengelola struktur pendanaan secara disiplin sehingga profitabilitas membaik dengan kualitas aset yang semakin sehat.

Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Khairussaleh Ramli, menambahkan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi eksekusi strategi Bank dan kesiapan melanjutkan pertumbuhan selaras arah strategis grup, termasuk implementasi strategi ROAR30 yang diluncurkan Maybank Group sebagai rencana lima tahun ke depan.

Secara kuartalan, PBT Kuartal IV 2025 mencapai Rp922 miliar, naik 22,1% dibandingkan Kuartal IV 2024 dan melonjak 72,7% dibandingkan Kuartal III 2025. Pertumbuhan tersebut didorong peningkatan NII 2,7% dan NOII 23,8% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Struktur pendanaan menunjukkan pergeseran ke dana murah. Giro dan tabungan (CASA) tumbuh 6,3%, dengan giro naik 12% didorong peningkatan transaksi melalui platform M2E (Maybank untuk Enterprise) untuk nasabah korporasi yang menembus lebih dari 5 juta transaksi.

Transaksi M2U (layanan e-banking Maybank) untuk nasabah ritel meningkat 23,4% menjadi lebih dari 30 juta transaksi. Rasio CASA naik menjadi 57,6% dari 52,9% pada 2024. Total simpanan nasabah tercatat Rp116,19 triliun.

Unit Perbankan Syariah Maybank Indonesia mencatat PBT Rp847 miliar, naik 104% pada 2025. Total pembiayaan syariah mencapai Rp30,51 triliun atau 28,1% dari total pembiayaan Bank-only, dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) 2,2% gross dan 1,4% net. Rasio CASA Syariah meningkat menjadi 64,8%.

Di level anak usaha, PT Maybank Indonesia Finance membukukan pembiayaan Rp8,48 triliun dengan PBT Rp593 miliar dan rasio NPL 0,3% gross. Sementara PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk mencatat pembiayaan Rp6,75 triliun dan PBT Rp175 miliar dengan rasio NPL 2,2% gross.

Manajemen menyatakan fokus ke depan tetap pada pertumbuhan disiplin, penguatan kapabilitas teknologi dan bisnis, serta optimalisasi struktur pendanaan guna menjaga ketahanan neraca dan mendukung penciptaan nilai jangka panjang di pasar domestik.

Baca Juga: Maybank Kembangkan Aplikasi M2U ID, Perkuat Ekosistem Digital Banking Modern

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |