Deiyai, Pemerintah Kabupaten Deiyai terus memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat. Melalui Dinas Pertanian, pemerintah daerah menyalurkan sebanyak 450 bibit babi kepada kelompok masyarakat sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis peternakan.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di halaman Aula Tuyana pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Deiyai Melkianus Mote, S.T., Wakil Bupati Ayub Pigome, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai Aleks Pigai, S.Pd., M.Pd.

Program ini menjadi langkah pemerintah daerah untuk mendorong masyarakat mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui sektor yang memiliki potensi besar di Kabupaten Deiyai.
Dalam sambutannya, Bupati Melkianus Mote menyampaikan apresiasi atas dukungan anggaran pemerintah yang memungkinkan pelaksanaan berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengadaan bibit babi bagi kelompok penerima manfaat.

Menurutnya, bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan secara maksimal agar mampu menghasilkan peningkatan pendapatan bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan agar setiap penerima fokus mengembangkan bidang usaha yang telah dipilih dan tidak berupaya memperoleh berbagai jenis bantuan sekaligus.
“Kalau fokus pada ikan, maka kembangkan ikan. Kalau memelihara babi, harus fokus mengembangkan ternak babi. Jangan mengambil semua bantuan. Harus dibagi sesuai keahlian masing-masing,” tegas Bupati.

Selain itu, Melkianus meminta seluruh proses distribusi bantuan dilakukan sesuai data penerima yang telah diverifikasi sebelumnya. Penyaluran tahap pertama diprioritaskan bagi kelompok masyarakat di Distrik Tigi Barat dan Distrik Tigi Timur.
Ia berharap seluruh bibit babi yang telah diterima masyarakat dapat dipelihara dengan baik sehingga tumbuh sehat dan berkembang menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarga penerima.
“Saya berharap babi-babi ini dapat tumbuh subur dan sehat semuanya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Deiyai Ayub Pigome mengajak masyarakat memanfaatkan bantuan pemerintah sebagai modal untuk meningkatkan kesejahteraan. Ia menilai sektor pertanian dan peternakan masih menjadi potensi utama yang perlu terus dikembangkan.
Menurut Ayub, pemerintah daerah memiliki harapan agar masyarakat mampu menjadi mandiri secara ekonomi melalui usaha produktif yang ditekuni secara serius.

“Yang kami mau adalah semua orang harus Tonawi atau kaya. Oleh karena itu, semua proses ini harus dilakukan dengan baik. Kami berharap masyarakat dapat berkebun dan beternak babi,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai Aleks Pigai menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap agar proses distribusi lebih tertib dan tepat sasaran.
Pada tahap awal, bantuan difokuskan kepada kelompok masyarakat di Distrik Tigi Barat dan Distrik Tigi Timur. Selanjutnya, pemerintah telah menjadwalkan penyaluran tahap kedua pada pekan berikutnya yang akan menjangkau Distrik Tigi, Distrik Bouwobado, dan Distrik Kapiraya.
Aleks mengatakan setiap kelompok penerima telah dibentuk sebelumnya sehingga bantuan dapat langsung disalurkan ke lokasi masing-masing tanpa hambatan.
“Kelompok yang sudah dibentuk akan langsung kami turunkan ke tempat masing-masing. Kami ingin bekerja untuk masyarakat secara merata dan seluruh masyarakat diharapkan mendukung program ini,” jelasnya.
Program pengembangan peternakan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Deiyai untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor riil. Dengan dukungan bibit ternak, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan populasi ternak, memperluas usaha, serta menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Pemerintah daerah juga memastikan program serupa akan terus dievaluasi agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai distrik. Penyaluran tahap berikutnya dijadwalkan berlangsung pada pekan depan sebagai lanjutan dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan.
[Nabire.Net]

11 hours ago
5

















































