Pengiriman MacBook Diprediksi Melonjak 21,7 Persen Saat Kompetitor Naikkan Harga

13 hours ago 12

Selular.id – Apple diprediksi akan menjadi satu-satunya produsen laptop besar yang mencatatkan pertumbuhan signifikan di tengah kelesuan pasar komputer global pada tahun 2026.

Laporan terbaru dari firma intelijen pasar Sigmaintell menunjukkan bahwa pengiriman MacBook diperkirakan akan melonjak hingga 21,7 persen secara tahunan (YoY).

Angka ini sangat kontras dengan kondisi pasar laptop secara keseluruhan yang diproyeksikan justru mengalami penurunan sebesar 8 persen pada periode yang sama.

Fenomena unik ini terjadi di tengah gejolak harga komponen global, terutama lonjakan harga DRAM (memori) yang memaksa banyak vendor PC menaikkan harga jual produk mereka.

Situasi tersebut menciptakan celah strategis bagi Apple yang diuntungkan oleh manajemen rantai pasok yang ketat serta arsitektur memori terpadu (unified memory) pada seri cip Apple Silicon miliknya.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Keunggulan Apple semakin terlihat ketika para pesaingnya mulai menaikkan harga perangkat mereka secara drastis untuk menjaga margin keuntungan.

Sebagai ilustrasi, harga perangkat kompetitor seperti Surface Pro kini mulai menyentuh angka 1.049 dolar AS, sementara Apple masih mampu mempertahankan harga kompetitif untuk model populer seperti MacBook Air M4 yang dibanderol mulai dari 999 dolar AS.

Strategi untuk tidak ikut menaikkan harga di saat vendor lain terpaksa melakukannya menjadi magnet kuat bagi konsumen.

Selain faktor harga, pertumbuhan masif ini juga didorong oleh hadirnya lini produk baru yang menyasar segmen lebih luas.

Apple disebut-sebut sukses memperluas Total Addressable Market (TAM) mereka melalui peluncuran MacBook Neo, sebuah perangkat yang diposisikan di kelas menengah-bawah dengan kisaran harga 600 hingga 800 dolar AS.

Kehadiran model ini berhasil menarik minat pengguna baru yang sebelumnya merasa enggan masuk ke ekosistem macOS karena hambatan harga.

Berdasarkan data Sigmaintell, Apple diperkirakan akan mengirimkan sekitar 28 juta unit MacBook sepanjang tahun 2026.

Pencapaian ini diperkuat oleh performa impresif pada kuartal pertama 2026, di mana IDC mencatat pengiriman Mac sudah tumbuh 9,1 persen, jauh melampaui rata-rata industri PC global yang hanya tumbuh 2,5 persen.

Model-model seperti MacBook Pro dengan cip M5 dan MacBook Air M4 menjadi tulang punggung penjualan di awal tahun.

Di sisi lain, para vendor besar seperti HP dan Dell harus menghadapi tantangan berat akibat ketergantungan pada fluktuasi harga komponen pihak ketiga.

Kemampuan Apple untuk merancang cip sendiri dan mengamankan kontrak jangka panjang dengan pemasok memori memberikan ketahanan yang sulit ditiru oleh produsen OEM lainnya.

Melihat dinamika pasar saat ini, dominasi Apple di kategori laptop premium diprediksi akan semakin kokoh hingga akhir tahun.

Keberhasilan Apple dalam menjaga stabilitas harga di tengah inflasi komponen tidak hanya memperkuat loyalitas pengguna lama, tetapi juga secara efektif mencuri pangsa pasar dari ekosistem Windows yang kini terasa semakin mahal bagi sebagian besar konsumen.

Baca juga: Tanggapan Sejumlah Vendor Laptop Untuk Menghadapi MacBook Neo di Indonesia

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |