Rumah Warga di Kampung Eugai Ludes Dilalap Api, Dana Pembangunan Gereja Tak Terselamatkan

18 hours ago 6

Paniai, Musibah kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik warga di Kampung Eugai, Distrik Siriwo, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Minggu (26/7/2026) pagi. Peristiwa itu terjadi ketika seluruh penghuni rumah sedang mengikuti ibadah di Jemaat Kalvari Eugai sehingga tidak ada seorang pun yang berada di dalam rumah saat api mulai membesar.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seluruh bangunan beserta berbagai harta benda milik keluarga habis dilalap si jago merah. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari korban dan keterangan kepolisian, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh api di dapur yang belum benar-benar padam setelah digunakan untuk memasak santapan pagi.

Polisi: Dugaan Awal Berasal dari Api yang Masih Menyala di Dapur

Korban, Melkias Bedopa, yang juga merupakan Majelis Jemaat Kalvari Eugai Klasis Bedu/Siriwo, menjelaskan bahwa sebelum berangkat beribadah, ibu dan neneknya sempat memasak makanan pagi di dapur rumah.

Setelah aktivitas memasak selesai, keluarga meninggalkan rumah untuk mengikuti ibadah Minggu. Saat rumah dalam keadaan kosong, api diduga masih menyala dan perlahan membesar hingga akhirnya membakar seluruh bangunan.

Keterangan tersebut juga sejalan dengan hasil pemeriksaan awal aparat kepolisian di lokasi kejadian. Polisi menduga sumber api berasal dari area dapur akibat bara atau api yang belum sepenuhnya dipadamkan sebelum penghuni meninggalkan rumah.

Meski demikian, kepolisian masih mengumpulkan informasi dari saksi-saksi serta melakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kebakaran.

“Kami sedang berada di tempat ibadah. Saat itu api diduga masih menyala di dapur dan kemudian membakar seluruh rumah,” ungkap Melkias Bedopa.

Api Cepat Menjalar karena Rumah Berbahan Kayu

Rumah yang terbakar diketahui sebagian besar menggunakan material kayu. Kondisi tersebut membuat api dengan cepat merambat dari dapur ke seluruh bagian bangunan.

Ketika warga mengetahui adanya kobaran api, kondisi rumah sudah dikuasai si jago merah sehingga upaya penyelamatan bangunan maupun barang-barang di dalamnya tidak lagi memungkinkan.

Akibatnya, rumah beserta seluruh isinya hangus terbakar.

Dana Pembangunan Gereja hingga Chainsaw Ikut Hangus

Musibah tersebut menyebabkan keluarga kehilangan berbagai barang berharga yang tersimpan di dalam rumah.

Di antara barang yang tidak sempat diselamatkan yakni uang yang telah dipersiapkan untuk pembangunan gedung gereja, dua unit gergaji mesin (chainsaw), perabot rumah tangga, pakaian, serta berbagai perlengkapan lainnya.

Kerugian yang dialami keluarga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, meskipun nilai pastinya masih dalam proses pendataan.

Bagi keluarga korban, kehilangan dana pembangunan gereja menjadi salah satu kerugian paling besar karena uang tersebut telah dikumpulkan untuk mendukung pembangunan tempat ibadah.

Musim Kemarau Diduga Mempercepat Penyebaran Api

Peristiwa kebakaran terjadi di tengah musim kemarau yang telah melanda sejumlah wilayah Papua Tengah, termasuk Distrik Siriwo dan sekitarnya, selama lebih dari satu bulan terakhir.

Cuaca yang kering membuat material kayu lebih mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang diduga mempercepat penyebaran api hingga menghanguskan seluruh bangunan dalam waktu singkat.

Warga Bergotong Royong Membersihkan Lokasi

Usai kebakaran berhasil dipadamkan, warga Kampung Eugai langsung bergotong royong membantu keluarga korban.

Masyarakat membersihkan puing-puing bangunan sekaligus menyelamatkan sisa material yang masih dapat digunakan. Solidaritas warga terlihat sejak peristiwa terjadi, mengingat keluarga korban kehilangan tempat tinggal beserta seluruh harta bendanya.

Hingga Minggu siang, proses pembersihan lokasi masih terus berlangsung.

Polisi Imbau Warga Lebih Waspada

Menyikapi peristiwa tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan api, terutama ketika memasak atau menyalakan tungku di musim kemarau.

Polisi mengingatkan agar setiap sumber api dipastikan benar-benar padam sebelum penghuni meninggalkan rumah. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar.

Selain itu, masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada aparat atau warga sekitar apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Warga Berharap Ada Bantuan bagi Korban

Tidak adanya korban jiwa menjadi kabar yang patut disyukuri. Namun, keluarga Melkias Bedopa kini harus memulai kembali dari awal setelah kehilangan rumah dan berbagai harta benda.

Masyarakat Kampung Eugai berharap pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, serta pihak-pihak terkait dapat memberikan bantuan kepada keluarga korban, baik berupa kebutuhan pokok, material bangunan, maupun dukungan lainnya untuk membantu proses pemulihan pasca-musibah.

Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan pendataan serta koordinasi dengan pemerintah kampung untuk memastikan seluruh dampak kebakaran dapat ditangani dengan baik.

[Nabire.Net/Marten Dogomo]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |