Rupiah Melemah, Harga HP di ITC Roxy Mas Cukup Stabil

10 hours ago 12

Selular.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang belakangan melemah belum berdampak signifikan terhadap harga Hp di pusat perdagangan gadget ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat.

Sejumlah pedagang menyebut harga smartphone di pasar masih relatif stabil, meski beberapa model mulai mengalami penyesuaian harga dalam nominal terbatas.

Pantauan di ITC Roxy Mas pada pekan ini menunjukkan sebagian besar harga ponsel masih bertahan di level sebelumnya.

Namun, terdapat beberapa seri yang mengalami kenaikan tipis, terutama pada segmen mid-range yang banyak diminati konsumen.

Kondisi ini terjadi di tengah tekanan kurs rupiah terhadap dolar AS yang saat ini berada di kisaran Rp17ribuan per dolar AS.

Shanti, pemilik Sabang Cell ITC Roxy Mas Jakarta Pusat, mengatakan penyesuaian harga saat ini masih tergolong wajar dan belum merata di seluruh lini produk.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, distributor dan toko masih menahan kenaikan harga karena stok barang sebelumnya masih tersedia.

“Belum ada perubahan besar. Memang ada beberapa seri yang naik, tapi masih tipis dan belum semua merek,” ujar Shanti kepada Selular.di ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat, (22/05/26).

Salah satu model yang mengalami kenaikan adalah Redmi Note 15 Pro varian 8/256GB.

Sebelumnya perangkat tersebut dijual di kisaran Rp4.6 jutaan, dan kini naik menjadi Rp4.8 juta.

Kenaikan juga terlihat pada Poco X7 5G NFC varian 8/256GB yang sebelumnya dijual Rp3.4 juta dan kini berada di level Rp3.5 juta.

Selain Xiaomi dan Poco, penyesuaian harga juga mulai terlihat pada beberapa perangkat Infinix.

Namun nominal kenaikannya dinilai masih sangat kecil. Shanti menyebut rata-rata kenaikan untuk lini Infinix berada di kisaran Rp10 ribu hingga Rp20 ribu.

Contohnya, Infinix Smart 20 varian 4/64GB yang sebelumnya dibanderol Rp1.675 juta kini naik menjadi Rp1,685 juta.

Kenaikan tersebut disebut belum memengaruhi daya beli konsumen secara signifikan karena selisih harga masih relatif rendah.

“Untuk Infinix memang ada penyesuaian sedikit, tapi belum terlalu terasa ke pembeli,” kata Shanti.

Di sisi lain, tidak semua model mengalami kenaikan harga. Beberapa perangkat justru tercatat turun harga karena faktor persaingan pasar dan penyesuaian stok.

Salah satunya adalah Poco X8 Pro NFC varian 12/512GB yang sebelumnya dijual sekitar Rp6 juta dan kini turun menjadi Rp5.9 juta.

Rudi, karyawan Mahkota Cell ITC Roxy Mas Jakarta Pusat, mengatakan harga smartphone di pasar saat ini masih sangat dipengaruhi oleh kondisi distribusi dan ketersediaan barang dari distributor utama.

Menurutnya, pelemahan rupiah memang mulai diperhatikan pelaku pasar, tetapi dampaknya belum langsung terasa secara menyeluruh.

“Kalau stok lama masih ada biasanya harga belum langsung naik. Tapi kalau nanti distribusi barang baru masuk dengan kurs terbaru, kemungkinan ada penyesuaian lagi,” ujar Rudi.

Kondisi ini menunjukkan pasar smartphone Indonesia masih cenderung berhati-hati dalam melakukan penyesuaian harga meski tekanan kurs mulai meningkat.

Mayoritas vendor dan distributor tampaknya masih mempertimbangkan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih di tengah dinamika ekonomi global.

Sejumlah pedagang memperkirakan penyesuaian harga kemungkinan akan lebih terlihat dalam beberapa pekan ke depan apabila pelemahan rupiah berlangsung lebih lama dan memengaruhi biaya impor perangkat maupun komponen elektronik.

Baca Juga:Harga HP RAM Besar Naik, Poco C71 dan Samsung A07 Diburu

Namun untuk saat ini, mayoritas harga smartphone di pasar masih relatif stabil dengan kenaikan yang terbatas pada beberapa model tertentu saja.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |