Samsung Dekati MediaTek, Tantang Dominasi TSMC

14 hours ago 9

Selular.id – Samsung Electronics dikabarkan tengah melakukan manuver besar untuk menarik MediaTek agar menggunakan layanan manufaktur chip milik Samsung Foundry, sekaligus mengurangi ketergantungan perusahaan Taiwan itu terhadap TSMC.

Laporan ini muncul setelah Chairman Samsung, Lee Jae-yong, disebut melakukan kunjungan diam-diam ke Taiwan dalam beberapa waktu terakhir.

Mengutip muatan artikel Wccftech, dalam laporan itu disebutkan bahwa Samsung berupaya memperkuat bisnis foundry atau layanan produksi chip untuk perusahaan lain, yang selama ini masih tertinggal jauh dari TSMC.

Langkah Samsung dianggap cukup strategis karena MediaTek saat ini merupakan salah satu pelanggan terbesar TSMC, khususnya untuk produksi chipset smartphone kelas menengah hingga flagship. Chip-chip populer seperti seri Dimensity diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi canggih milik TSMC yang dikenal unggul dalam efisiensi daya dan performa.

Kunjungan Lee Jae-yong ke Taiwan disebut bukan sekadar agenda bisnis biasa. Ia dilaporkan bertemu sejumlah eksekutif industri teknologi untuk membahas potensi kerja sama jangka panjang. Meski belum ada pernyataan resmi dari Samsung maupun MediaTek, rumor ini langsung memicu perhatian besar di industri semikonduktor global.

[adrotate banner="10"]

Persaingan bisnis foundry memang semakin ketat dalam beberapa tahun terakhir. TSMC masih menjadi pemimpin pasar dengan pangsa dominan, melayani perusahaan besar seperti Apple, NVIDIA, AMD, hingga Qualcomm. Sementara Samsung terus berusaha mengejar ketertinggalan dengan memperkuat teknologi manufaktur 3nm dan generasi berikutnya.

Samsung sendiri memiliki pengalaman panjang dalam memproduksi chipset premium, termasuk seri Exynos dan sebagian chip Snapdragon milik Qualcomm. Namun, tantangan utama perusahaan Korea Selatan itu adalah meyakinkan pelanggan bahwa kualitas produksi dan tingkat keberhasilan wafer mereka mampu menyaingi TSMC.

Dalam industri semikonduktor, yield rate atau tingkat keberhasilan produksi menjadi faktor krusial. Semakin tinggi yield, semakin sedikit chip cacat yang dihasilkan, sehingga biaya produksi bisa ditekan. TSMC selama ini dikenal unggul dalam aspek tersebut, membuat banyak perusahaan memilih bertahan menggunakan fasilitas produksinya.

Di sisi lain, Samsung menawarkan sejumlah daya tarik lain. Selain kapasitas produksi besar, perusahaan juga agresif dalam pengembangan teknologi Gate-All-Around (GAA) untuk proses 3nm. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi daya sekaligus performa chipset generasi baru.

MediaTek sendiri saat ini sedang berada dalam posisi kuat di pasar chipset mobile. Perusahaan berhasil memperluas pangsa pasar melalui seri Dimensity yang digunakan berbagai brand smartphone Android, termasuk Oppo, Vivo, Xiaomi, hingga realme. Jika Samsung berhasil mendapatkan sebagian pesanan produksi MediaTek, dampaknya bisa cukup signifikan terhadap peta persaingan industri chip global.

Analis industri melihat langkah Samsung ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbesar pendapatan divisi foundry. Bisnis tersebut kini menjadi salah satu fokus utama Samsung di tengah perlambatan pasar smartphone dan memori.

Selain itu, diversifikasi pelanggan juga menjadi penting bagi perusahaan semikonduktor di era geopolitik yang semakin kompleks. Banyak perusahaan teknologi mulai mempertimbangkan rantai pasok yang lebih fleksibel demi mengurangi risiko ketergantungan terhadap satu pemasok atau satu wilayah produksi tertentu.

Hingga saat ini belum ada kepastian apakah MediaTek benar-benar akan memindahkan sebagian produksinya ke Samsung Foundry. Namun jika kerja sama itu terwujud, posisi Samsung dalam persaingan melawan TSMC bisa menjadi jauh lebih kuat, terutama di pasar chipset mobile premium dan AI generasi baru.

Baca juga: TSMC Justru Alami Perlambatan Pendapatan di Tengah Masifnya Permintaan AI

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |