Sharp Fokus Garap Pasar Middle-Up di Tengah Kenaikan Harga Memori

3 hours ago 3

Selular.ID – PT Sharp Electronics Indonesia menegaskan strategi jangka panjang bisnis smartphone dengan memfokuskan diri pada segmen menengah hingga menengah atas di tengah kenaikan harga komponen memori global.

Pernyataan tersebut disampaikan Ardy, Smartphone Product Marketing Head Division PT Sharp Electronics Indonesia, yang menilai dinamika harga memori dan perubahan pola konsumsi memperpanjang siklus pembelian perangkat dalam dua hingga tiga tahun terakhir.

Menurut Ardy, kenaikan harga memori berdampak langsung pada struktur biaya produksi smartphone, terutama karena perangkat saat ini menggunakan kapasitas RAM dan penyimpanan internal yang semakin besar.

“Komponen memori menjadi salah satu elemen utama dalam struktur biaya, sehingga fluktuasi harga global memberi tekanan pada harga jual akhir,”ujar Ardy dalam Bincang Eksekutif, bersama Selular di Jakarta (05/03/26).

Pada smartphone, sensitivitas harga pasar relatif tinggi sehingga ruang untuk menyesuaikan harga jual cukup terbatas.

Kondisi ini berbeda dengan produk elektronik lain yang memiliki struktur biaya dan segmentasi pasar berbeda.

Ardy menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, siklus penggantian smartphone berubah signifikan.

Jika sebelumnya konsumen cenderung mengganti perangkat setiap satu tahun, kini rata-rata bergeser menjadi dua hingga tiga tahun.

Perubahan ini berimplikasi pada volume penjualan tahunan serta strategi peluncuran produk dari masing-masing merek.

Dalam konteks tersebut, struktur pasar smartphone juga mengalami pergeseran. Ardy menyebut lebih dari 59% pasar berada di rentang middle-low hingga middle.

Namun, peluncuran produk baru semakin banyak diarahkan ke segmen middle-up. Segmen entry-level disebut tidak lagi menjadi fokus utama sebagian besar brand.

Menurutnya, sejumlah merek yang sebelumnya bermain di kelas bawah mulai naik ke segmen menengah atas.

Pergeseran ini dipengaruhi oleh dinamika supply and demand serta kebutuhan menjaga margin keuntungan di tengah kenaikan biaya produksi. Ia menilai kompetisi di segmen middle-up lebih rasional dibandingkan segmen premium atas yang sudah dikuasai pemain global besar.

Dalam situasi tersebut, PT Sharp Electronics Indonesia memilih tidak bertarung di segmen bawah untuk kategori smartphone.

Ardy menegaskan strategi Sharp pada lini smartphone berbeda dengan lini elektronik rumah tangga.

Untuk produk elektronik seperti televisi dan peralatan rumah tangga, Sharp memiliki portofolio dari kelas bawah hingga atas karena telah lama membangun basis pasar di Indonesia.

Namun pada kategori smartphone, Sharp memfokuskan diri pada segmen yang dinilai sejalan dengan positioning brand Jepang. Ardy menyebut Sharp menyasar konsumen yang mengutamakan kualitas produk dan layanan purna jual.

Strategi ini menjadi bagian dari diferensiasi di tengah persaingan yang semakin terfokus di segmen menengah.

“Banyak penyuka komik Jepang dan Gadget Jepang yang belum terjamah,”kata Ardy.

Baca Juga:Sharp Indonesia Catat Rekor Penjualan 2025, Siapkan Ekspansi Berkelanjutan 2026

Ia juga menyoroti pentingnya jaringan layanan after-sales sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

Sharp telah memiliki jaringan service center di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, keberadaan jaringan layanan tersebut menjadi faktor pendukung kepercayaan konsumen terhadap produk smartphone Sharp.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |