Selular.ID – Zebra Technologies Corporation merilis temuan terbaru dari riset tahunan 18th Annual Global Shopper Study yang menunjukkan bahwa teknologi generative AI (Gen AI) dan otomatisasi semakin dipandang penting oleh pelaku industri ritel.
Studi tersebut mencatat bahwa 87% pemimpin perusahaan retail di kawasan Asia Pasifik menilai Gen AI berperan signifikan dalam upaya pencegahan kerugian bisnis, termasuk penyusutan stok dan gangguan operasional.
Riset global tersebut diumumkan pada 13 Maret 2026 dan menyoroti perubahan strategi perusahaan ritel dalam menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks.
Selain peningkatan risiko penyusutan inventori, perusahaan juga menghadapi tekanan untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih mulus di tengah menurunnya tingkat kepuasan konsumen.
Country Manager Indonesia Zebra Technologies, Eric Ananda, mengatakan perusahaan ritel masa depan akan ditentukan oleh kemampuan menghubungkan pengalaman fisik dan digital melalui sistem operasional yang cerdas.
“Bisnis retail yang mampu berkembang di masa depan dipimpin oleh pemimpin yang tangkas dan mampu menghubungkan pengalaman fisik dan digital atau phygital experience melalui alur kerja yang cerdas. Dengan memanfaatkan AI, otomatisasi, dan alur kerja yang lebih baik, perusahaan retail dapat menghadirkan pengalaman yang cepat, mulus, dan personal sesuai harapan pembeli saat ini,” ujar Eric.
Eric Ananda, Country Manager Indonesia Zebra TechnologiesTemuan Zebra menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan retail mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.
Secara global, kepuasan pelanggan terhadap pengalaman belanja di toko fisik tercatat 79%, sementara di kawasan Asia Pasifik berada di angka 75%.
Untuk pengalaman belanja online, tingkat kepuasan mencapai 73% secara global dan 69% di Asia Pasifik.
Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2023, tingkat kepuasan pelanggan global tercatat mencapai 85% baik untuk pengalaman belanja online maupun di toko fisik, sementara di kawasan Asia Pasifik mencapai 81% untuk pengalaman belanja online.
Studi tersebut juga mencatat perubahan prioritas konsumen dalam berbelanja. Di tengah tekanan inflasi global, konsumen semakin menekankan faktor kenyamanan, kecepatan layanan, serta nilai harga.
Sekitar 78% pembeli secara global dan 74% di Asia Pasifik menyatakan bahwa diskon dan promosi menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembelian.
Selain itu, konsumen juga menyampaikan berbagai keluhan terkait pengalaman belanja di toko. Sebanyak 68% responden global dan 63% responden Asia Pasifik mengaku pernah menemukan produk yang mereka cari tidak tersedia di rak toko.
Sementara itu, 70% pembeli global dan 67% di Asia Pasifik mengaku kesulitan mengakses produk yang disimpan dalam etalase terkunci, serta 62% responden global dan 56% di Asia Pasifik mengeluhkan keterbatasan jalur pembayaran atau layanan kasir mandiri.
Riset Zebra juga menyoroti tantangan yang dihadapi staf toko dalam memberikan layanan kepada pelanggan. Secara global, 88% staf retail mengaku kesulitan memperoleh informasi atau bantuan secara cepat ketika melayani pembeli.
Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 82%. Di Asia Pasifik, angka ini meningkat dari 76% menjadi 85%.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap teknologi yang tepat menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi operasional toko.
Lebih dari 87% staf retail secara global dan 84% di Asia Pasifik menyatakan bahwa perangkat kerja yang lebih baik dapat membantu mengurangi stres kerja sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Selain itu, 90% responden global dan 86% di Asia Pasifik percaya bahwa teknologi yang tepat membantu mereka menyelesaikan tugas lebih cepat.
Tantangan lain yang masih menjadi fokus utama perusahaan retail adalah pengelolaan inventori. Studi Zebra mencatat hampir setengah pembeli masih meninggalkan toko tanpa membeli semua barang yang mereka inginkan.
Pada 2025, angka tersebut tercatat 52% secara global dan 47% di Asia Pasifik, meskipun menunjukkan sedikit perbaikan dibandingkan 2024 yang masing-masing mencapai 57% dan 49%.
George PepesPara pengambil keputusan di perusahaan retail juga mengakui bahwa sinkronisasi inventori secara real time menjadi prioritas penting dalam operasional bisnis.
Sekitar 84% pengambil keputusan global dan 85% di Asia Pasifik menyatakan bahwa perusahaan mereka sedang berupaya meningkatkan visibilitas inventori secara real time di berbagai kanal penjualan.
Dalam lima tahun ke depan, banyak perusahaan retail berencana mengadopsi teknologi yang lebih canggih untuk mendukung strategi tersebut.
Teknologi yang dipertimbangkan antara lain computer vision atau sistem analitik visual berbasis kamera, teknologi identifikasi produk RFID, serta penerapan Gen AI untuk analisis data operasional.
Zebra juga mengaitkan peningkatan efisiensi inventori dengan kinerja bisnis yang lebih baik.
Dalam studi terpisah yang dilakukan bersama Oxford Economics berjudul Impact of Intelligent Operations, perusahaan retail yang memprioritaskan perbaikan alur kerja pengelolaan inventori dilaporkan mampu meningkatkan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas hingga 1,8 poin persentase.
Selain itu, pengelolaan inventori yang lebih baik juga dinilai berperan dalam meningkatkan penjualan online maupun di toko fisik.
Dalam studi Global Shopper Study, 38% responden global dan 36% di Asia Pasifik menyebut optimalisasi inventori sebagai salah satu faktor utama dalam meningkatkan profitabilitas toko.

Zebra juga memperluas portofolio solusi teknologinya untuk mendukung kebutuhan industri retail.
Beberapa perangkat yang ditawarkan perusahaan antara lain ET401 Tablet, WS301 Wearable Mobile Computer, DS82 Series Scanner, TC22R integrated handheld RFID reader, dan FXP20 POS fixed RFID reader.
Perangkat tersebut dirancang untuk meningkatkan visibilitas inventori, produktivitas staf toko, serta kemampuan perusahaan dalam mencegah kerugian operasional.
Melalui pendekatan digitalisasi operasional dan integrasi teknologi berbasis data, Zebra menilai perusahaan retail dapat meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menghadirkan pengalaman belanja yang lebih konsisten bagi konsumen.
Pendekatan tersebut juga dinilai penting untuk menjaga daya saing industri retail di tengah perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.
Baca Juga: Studi Zebra Ungkap Utilisasi Data adalah Kunci Peningkatan Visibilitas di Era AI


















































