Selular.id – Teknologi USS Abraham Lincoln yang merupakan kapal induk tempur milik Amerika Serikat menjadi perbincangan di tengah polemik perang antara Iran melawan AS dan Israel.
Sejumlah orang membicarakan spesifikasi dan teknologi kapal induk USS Abraham Lincoln yang menjadi andalan AS di setiap peperangan termasuk di Iran saat ini.
Kapal USS Abraham Lincoln diluncurkan pada Februari 1988 dan diresmikan pada tanggal 11 November 1989.
Meski sudah berusia hampir 40 tahun, akan tetapi spesifikasi USS Abraham Lincoln mencuri perhatian karena dinilai jadi salah satu kapal induk tempur tercanggih yang dimiliki militer Amerika.
Baca juga:
- Dampak Perang Timur Tengah, Dua Pusat Data Amazon Kena Serangan Drone
- Dampak Perang AS vs Iran, Harga Kripto Terus Tertekan
Spesifikasi USS Abraham Lincoln
Melansir dari situs America’s Navy, USS Abraham Lincoln (CVN 72) adalah sebuah kapal induk milik militer Amerika.
Penamaan kapal ini sengaja menggunakan Abraham Lincoln sebagai bentuk penghormatan atas Presiden AS ke-16.
Dikenal sebagai salah satu kapal induk terbesar di dunia, USS Abraham Lincoln mampu mengangkut pesawat tempur yang digunakan dalam pertempuran.
Salah satu yang menarik adalah bahwa kapal ini bertenaga nuklir kelas Nimitz.
Kapal ini menggunakan dua reaktor nuklir sebagai penggerak utama.
Dengan adanya reaktor tersebut kapal bisa beroperasi tanpa melakukan isi ulang bahan bakar dalam waktu yang lama.
Melansir dari Gulfnews, kapal perang raksasa ini dilaporkan seharga $6,8 miliar dan dianggap sebagai alat perang terapung.
Kapal ini mampu mengangkut berbagai alat perang mulai dari jet tempur, sistem persenjataan yang canggih, hingga mampu ditumpangi awak kapal hingga lebih dari 5.630 orang.
Kapal USS Abraham Lincoln sendiri memiliki panjang sekitar 1.092 kaki, dengan bobot bisa mencapai 100.000 ton dalam kondisi penuh.
Akan tetapi meski bobotnya sangat berat, kapal ini bisa bergerak lincah karena menggunakan tenaga penggerak nuklir.
Reaktor nuklir yang ada pada USS Abraham Lincoln tidak hanya berfungsi sebagai penggerak kapal, namun sebagai sumber daya untuk radar, fasilitas medis, peluncuran jet tempur, atau keperluan logistik.
Bahkan sumber energi yang digunakan untuk kapal membantu mengubah air laut menjadi air tawar setiap hari untuk memenuhi semua kebutuhan mulai dari memasak, mandi, perawatan alat, kebutuhan medis, dan masih banyak lagi.
Serangan Rudal Iran ke Abraham Lincoln
Militer Iran, Garda Revolusi (IRGC) menyerang kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln di Teluk, Minggu.
Ini setelah serangan AS dan Israel menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Sabtu waktu setempat.
“Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik,” kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media lokal, dikutip AFP, Senin (2/3/2026).
“Daratan dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris,” tambahnya.
Meski demikian, Pentagon membantah klaim Iran telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik di Teluk. Dikatakan bahkan rudal tak mengenai sasaran.
“Lincoln tidak terkena. Rudal yang diluncurkan bahkan tidak mendekati sasaran,” kata Komando Pusat AS di X.
Namun, berita lain menyebut tiga anggota militer AS telah tewas dan lima lainnya luka parah dalam perang dengan Iran. Tapi tak ada detail jelas bagaimana atau di mana korban jiwa tersebut.
“Tiga anggota militer AS telah tewas dalam pertempuran dan lima lainnya terluka parah sebagai bagian dari Operasi Epic Fury. Beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak, dan sedang dalam proses kembali bertugas,” kata Komando Pusat AS (CENTCOM) dalam sebuah pernyataan.
“Operasi tempur utama terus berlanjut dan upaya respons kami sedang berlangsung. Situasinya dinamis, jadi untuk menghormati keluarga, kami akan menahan informasi tambahan, termasuk identitas prajurit kami yang gugur, hingga 24 jam setelah kerabat terdekat diberitahu,” tambahnya.


















































