Telkomsel Tegaskan Pengembangan 5G Dilakukan Hati-Hati

9 hours ago 8

Selular.ID – Telkomsel menegaskan strategi pengembangan jaringan 5G dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu kualitas layanan 4G yang masih menjadi tulang punggung konektivitas pelanggan di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Juanita Erawati, VP Global Network Operation Telkomsel,  dikatakan Juanita, adopsi perangkat 5G yang semakin banyak berpotensi memakan sumber daya spektrum dan kapasitas jaringan 4G jika tidak dikelola dengan tepat.

Karena itu, Telkomsel mempertimbangkan aspek efisiensi dan pengalaman pelanggan sebelum memperluas implementasi 5G secara masif.

“Kami harus memastikan pelanggan 4G tetap mendapatkan kualitas layanan optimal. Jangan sampai ekspansi teknologi baru justru menurunkan pengalaman pengguna yang sudah ada,” ujarnya, di sela-sela acara perisiapan Ramadan dan Lebaran, di Jakarta, (25/02/26).

Menurut Juanita, kebutuhan terhadap 5G umumnya muncul pada tiga skenario utama.

Pertama, kebutuhan kecepatan tinggi di atas 60 Mbps untuk aktivitas data intensif.

Kedua, kebutuhan latensi rendah atau jeda waktu sangat singkat yang krusial untuk aplikasi seperti robotik dan otomasi industri.

Ketiga, konektivitas Internet of Things (IoT) berskala besar dengan potensi lebih dari satu juta perangkat terhubung dalam satu area. Jika kebutuhan tersebut belum dominan, jaringan 4G dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan mayoritas pelanggan.

Pendekatan bertahap ini selaras dengan kondisi ekosistem 5G di Indonesia yang masih berkembang.

Telkomsel sebelumnya telah menggelar layanan 5G komersial secara terbatas di sejumlah kota besar, memanfaatkan pita frekuensi yang tersedia.

Namun penetrasi perangkat 5G dan use case industri dinilai masih memerlukan waktu untuk tumbuh signifikan.

Karena itu, kolaborasi dengan produsen perangkat (device manufacturer) menjadi faktor penting agar investasi jaringan dapat dimanfaatkan optimal.

Juanita menyebut perusahaan harus memastikan jutaan pelanggan tetap terlayani tanpa gangguan.

Efisiensi operasional tetap dijalankan, termasuk optimalisasi jaringan 4G yang saat ini masih mendominasi trafik data.

Data industri menunjukkan bahwa konsumsi data pelanggan terus meningkat setiap tahun, didorong oleh layanan video streaming, media sosial, dan aplikasi berbasis cloud.

Di sisi lain, investasi jaringan membutuhkan perhitungan matang karena menyangkut belanja modal yang besar.

Telkomsel menilai pengembangan 5G harus diiringi dengan munculnya aplikasi yang benar-benar memanfaatkan keunggulan teknologi tersebut, termasuk solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan otomasi industri.

Juanita berharap ekosistem aplikasi AI dan layanan digital berbasis 5G dapat berkembang sehingga investasi jaringan yang telah digelontorkan bisa termanfaatkan secara maksimal.

Menurutnya, penguatan use case akan menjadi kunci percepatan adopsi 5G, bukan semata perluasan cakupan jaringan.

Strategi ini mencerminkan pendekatan berbasis kebutuhan pasar. Telkomsel menempatkan kualitas layanan pelanggan eksisting sebagai prioritas, sembari mempersiapkan fondasi untuk layanan generasi berikutnya.

Perusahaan juga menekankan kolaborasi lintas industri, termasuk dengan penyedia perangkat dan pelaku industri digital, agar transisi menuju 5G berjalan seimbang antara kesiapan jaringan dan kesiapan pasar.

Ke depan, arah pengembangan 5G Telkomsel akan sangat ditentukan oleh pertumbuhan perangkat kompatibel, kesiapan spektrum tambahan dari regulator, serta munculnya aplikasi yang membutuhkan kecepatan tinggi, latensi rendah, dan koneksi masif. Dalam kerangka itu,

Baca Juga:Dikejar Dua Pesaingnya, Telkomsel Masih Jadi Raja 5G Indonesia

$Telkomsel memastikan langkah ekspansi tetap mempertimbangkan keberlanjutan bisnis dan pengalaman pelanggan secara menyeluruh.,”tutup Juanita.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |