Selular.ID – Tesla mengumumkan kehadiran unit pertama Cybercab, kendaraan otonom yang diproyeksikan menjadi bagian dari layanan robotaxi perusahaan, di tengah laporan yang menyebut armada robotaxi Tesla mengalami tingkat kecelakaan hampir empat kali lebih tinggi dibanding pengemudi manusia.
Informasi ini mengemuka dalam laporan terbaru yang mengulas performa sistem Full Self-Driving (FSD) Tesla serta data keselamatan berkendara di Amerika Serikat.
CEO Elon Musk sebelumnya menyampaikan bahwa Cybercab dirancang sebagai kendaraan tanpa pengemudi dengan sistem kemudi sepenuhnya otonom, tanpa setir maupun pedal.
Proyek ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Tesla untuk menghadirkan jaringan transportasi berbasis kendaraan listrik dan kecerdasan buatan.
Unit pertama Cybercab disebut telah memasuki tahap produksi awal, menandai langkah konkret menuju komersialisasi robotaxi.
Namun di saat bersamaan, data keselamatan menjadi sorotan. Berdasarkan analisis yang membandingkan jarak tempuh dan jumlah insiden, robotaxi Tesla tercatat memiliki tingkat kecelakaan lebih tinggi dibanding rata-rata pengemudi manusia di Amerika Serikat.
Data pembanding mengacu pada statistik keselamatan lalu lintas nasional yang dihimpun otoritas transportasi federal, yang secara umum menunjukkan tingkat kecelakaan kendaraan konvensional berada di kisaran satu insiden per ratusan ribu hingga jutaan mil perjalanan, tergantung kategori dan kondisi operasional.
Sistem Full Self-Driving Tesla sendiri merupakan paket perangkat lunak bantuan pengemudi tingkat lanjut atau Advanced Driver Assistance System (ADAS).
Meski dinamai “Full Self-Driving”, Tesla dalam dokumentasi resminya menyatakan bahwa sistem tersebut masih memerlukan pengawasan aktif pengemudi dan belum sepenuhnya otonom sesuai definisi Level 4 atau Level 5 dari standar Society of Automotive Engineers (SAE). Artinya, tanggung jawab akhir tetap berada pada manusia di balik kemudi.
Peluncuran Cybercab mempertegas ambisi Tesla untuk melampaui sekadar produsen mobil listrik dan bertransformasi menjadi perusahaan teknologi mobilitas berbasis kecerdasan buatan.
Dalam beberapa kesempatan, Elon Musk menyebut robotaxi sebagai pilar utama pertumbuhan bisnis Tesla di masa depan.
Ia mengklaim jaringan robotaxi berpotensi menghasilkan pendapatan berulang melalui model layanan berbagi kendaraan, bukan hanya dari penjualan unit mobil.
Meski demikian, pengembangan kendaraan otonom tidak terlepas dari pengawasan regulator. Di Amerika Serikat, pengujian dan operasional kendaraan otonom berada dalam pengawasan otoritas keselamatan lalu lintas federal serta regulator tingkat negara bagian.
Setiap insiden yang melibatkan sistem bantuan pengemudi canggih umumnya masuk dalam pelaporan resmi dan dapat menjadi bahan evaluasi kebijakan keselamatan.
Perbandingan tingkat kecelakaan antara robotaxi Tesla dan pengemudi manusia menjadi isu krusial karena menyangkut kepercayaan publik dan regulator.
Industri kendaraan otonom selama ini menjanjikan peningkatan keselamatan melalui eliminasi faktor human error, yang kerap disebut sebagai penyebab mayoritas kecelakaan lalu lintas.
Namun data aktual di lapangan menunjukkan bahwa transisi menuju sistem sepenuhnya otonom masih menghadapi tantangan teknis dan operasional.
Tesla sendiri secara berkala merilis laporan keselamatan kendaraan yang memuat statistik kecelakaan berdasarkan jarak tempuh dalam mode Autopilot maupun tanpa Autopilot.
Perusahaan menyatakan bahwa kendaraan dengan Autopilot aktif mencatat tingkat kecelakaan lebih rendah dibanding rata-rata nasional. Akan tetapi, perbandingan metodologi dan konteks operasional sering menjadi bahan perdebatan di kalangan analis keselamatan transportasi.
Kehadiran Cybercab menandai fase baru dalam strategi produk Tesla. Jika berhasil memenuhi standar regulasi dan membuktikan tingkat keselamatan yang kompetitif, robotaxi dapat mengubah model bisnis industri otomotif secara signifikan.
Sebaliknya, data kecelakaan yang lebih tinggi dari pengemudi manusia berpotensi memperlambat adopsi luas dan memicu pengetatan regulasi.
Perkembangan ini menempatkan Tesla pada posisi krusial antara inovasi teknologi dan tuntutan keselamatan publik.
Baca Juga:Elon Musk Pertimbangkan SpaceX Merger dengan Tesla
Implementasi Cybercab dan kinerja robotaxi dalam beberapa waktu ke depan akan menjadi indikator penting bagi arah industri kendaraan otonom secara global.













































