Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026

19 hours ago 12

Selular.ID – Data Bank Indonesia mencatat nilai transaksi eCommerce nasional mencapai Rp44,4 triliun pada Juli 2025 dan diproyeksikan terus tumbuh dua digit setiap tahun.

Terutama menjelang periode Ramadan dan Idul Fitri yang secara historis menjadi puncak konsumsi digital masyarakat.

Peningkatan ini menegaskan peran eCommerce yang semakin strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan suci hingga Lebaran. Namun, tingginya volume transaksi juga kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

Menjelang Ramadan 2026, Lazada Indonesia bersama Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan digital seiring meningkatnya aktivitas belanja online.

Pratama Persadha, Chairman CISSReC, mengatakan bahwa modus yang paling banyak ditemukan menjelang periode belanja besar meliputi phishing berbasis pesan instan, impersonasi atau penyamaran sebagai customer service, serta penyalahgunaan tautan pelacakan pengiriman palsu.

Risiko keamanan transaksi online memang masih menjadi tantangan nyata di Indonesia dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjawab tantangan ini.

Di tengah meningkatnya aktivitas belanja online, khususnya menjelang Ramadan, konsumen perlu semakin waspada terhadap modus penipuan digital yang kian beragam.

“Literasi keamanan digital menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati kemudahan eCommerce tanpa mengorbankan keamanan dan kenyamanan,” ujar Pratama.

Untuk mendukung keamanan pelanggan selama Lazada Ramadan Daily Sale, CISSReC dan Lazada membagikan sejumlah langkah preventif yang dapat diterapkan pengguna saat bertransaksi digital.

Pertama, pengguna disarankan memperkuat akun dengan kata sandi yang kuat dan unik. Kombinasi huruf, angka, serta karakter khusus dapat meminimalkan risiko peretasan.

Penggunaan password berbeda untuk setiap akun juga penting untuk mencegah efek berantai jika terjadi kebocoran data pada salah satu layanan.

Selain itu, aktivasi autentikasi dua faktor (2FA) atau verifikasi biometrik di aplikasi menjadi lapisan perlindungan tambahan terhadap akses tidak sah.

Kedua, konsumen diminta memastikan seluruh transaksi dilakukan di dalam platform resmi. Lazada menegaskan bahwa komunikasi dan pembayaran di luar aplikasi meningkatkan risiko penipuan dan berada di luar jangkauan sistem perlindungan platform.

Apabila ada pihak yang mengatasnamakan karyawan Lazada, jasa pengiriman, atau penjual dan meminta data pribadi melalui kanal tidak resmi, pengguna diminta segera melaporkannya ke Customer Care Lazada.

Ketiga, masyarakat diimbau tidak mengklik tautan dari kanal tidak resmi. Modus terbaru yang beredar mengatasnamakan jasa logistik dengan dalih pelacakan paket atau pengembalian dana.

Tautan semacam ini sering digunakan untuk mencuri data pribadi atau mengambil alih perangkat korban. Lazada menekankan bahwa seluruh informasi status pengiriman tersedia secara real-time di dalam aplikasi resmi.

Keempat, pengguna harus mewaspadai permintaan instalasi aplikasi di luar toko resmi seperti Google Play Store atau App Store, maupun permintaan berbagi layar.

Dalam sejumlah kasus, pelaku meminta korban mengunduh file APK melalui pesan instan dengan alasan verifikasi akun atau percepatan pengembalian dana.

Setelah terpasang, aplikasi tersebut dapat meminta akses luas, termasuk membaca SMS, merekam layar, hingga mengendalikan perangkat dari jarak jauh. Praktik ini membuka peluang pencurian PIN, kode OTP, dan data perbankan.

Kelima, kode OTP dan data pribadi tidak boleh dibagikan kepada siapa pun di luar aplikasi resmi. Kode OTP berfungsi sebagai verifikasi identitas dan perlindungan akun. Lazada menegaskan tidak pernah meminta OTP melalui kanal komunikasi tidak resmi.

Selain itu, konsumen disarankan berbelanja hanya di platform dan toko tepercaya. Kanal LazMall di Lazada, misalnya, menyediakan jaminan produk asli serta dukungan fitur seperti asisten belanja berbasis kecerdasan buatan, Lazzie, yang membantu pencarian produk.

Fitur pembayaran yang beragam dan sistem pengiriman prioritas juga dirancang untuk meningkatkan pengalaman belanja yang aman.

Head of Customer Experience Lazada Indonesia, Intan Eugenia, menyatakan bahwa perusahaan terus memperkuat sistem keamanan, memantau transaksi, serta memastikan tim Customer Care siap membantu pelanggan.

“Bila ada indikasi pembobolan akun atau transaksi tidak sah, segera hubungi pihak platform, laporkan ke bank atau penyedia dompet digital untuk pemblokiran, dan segera ubah kata sandi akun Anda,” ujarnya.

Pratama menambahkan bahwa penguatan literasi keamanan digital sejalan dengan semangat Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang menekankan pentingnya perlindungan informasi pribadi sebagai hak dasar setiap warga negara.

Ia menilai perlindungan siber tidak hanya menjadi tanggung jawab platform, tetapi juga membutuhkan kesadaran aktif dari pengguna.

Dengan meningkatnya transaksi digital menjelang Ramadan 2026, kolaborasi antara pelaku industri eCommerce dan lembaga keamanan siber menjadi faktor penting dalam menjaga ekosistem digital tetap aman.

Baca Juga:7 Tips Belanja Online Agar Hemat Saat Ramadan dan Lebaran

Upaya edukasi yang konsisten diharapkan dapat membantu masyarakat bertransaksi secara nyaman dan terlindungi selama periode belanja Ramadan tahun ini.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |