Selular.ID – Beberapa ponsel Android berdesain lipat jenis flip-phone dilaporkan punya fitur kamera “tersembunyi” yang meningkatkan pengalaman perekaman video, terutama saat merekam secara horizontal dengan posisi yang nyaman.
Fitur ini dikenal sebagai Camcorder mode dan tersedia pada sejumlah model Samsung Galaxy Z Flip dan Motorola Razr generasi terbaru yang beredar di pasar global pada 2025–2026.
Camcorder mode merupakan fungsi perangkat lunak khusus yang memanfaatkan form factor flip untuk mengoptimalkan cara pengguna menangkap video, terutama jika perangkat berada pada posisi setengah terlipat (half-fold).
Fitur ini bisa menjadi nilai tambah bagi pengguna yang sering merekam video secara informal, konten pendek, atau aktivitas vlogging ringan.
Pada dasarnya, Camcorder mode bekerja dengan menampilkan tampilan live preview yaitu pratinjau langsung yang menunjukkan gambar yang akan direkam di satu bagian layar, sementara bagian lain tetap menampilkan kontrol video seperti tombol merekam, zoom, atau pengaturan cepat lainnya.
Cara ini menirukan pengalaman menggunakan videocam klasik, di mana layar lipat membantu stabilitas genggaman dan memberikan sudut pandang pandang yang lebih ergonomis tanpa harus membuka layar sepenuhnya.
Dalam panduan yang dirilis, smartphone flip seperti Samsung Galaxy Z Flip 7 dan Motorola Razr Ultra 2025 masing-masing memiliki implementasi Camcorder mode yang sedikit berbeda, namun prinsip dasarnya tetap sama.
Pada perangkat Samsung, pengguna membuka aplikasi kamera, memilih mode video kemudian melipat layar sampai berada di posisi setengah dan memutar perangkat ke orientasi lanskap untuk mengaktifkan fitur ini.
Sementara pada Razr, fitur ini bisa langsung memulai perekaman setelah kondisi tersebut terpenuhi.
Fitur ini dirancang memanfaatkan bentuk clamshell (lipat) yang ringkas untuk memberikan pengalaman merekam yang lebih stabil.
Bagian bawah perangkat dapat digenggam erat tanpa menghalangi lensa kamera, sementara bagian atas setengah dilipat tetap menghadirkan pratinjau visual secara jelas di layar.
Selain itu, Camcorder mode juga menghadirkan kontrol yang intuitif. Misalnya, pada versi Samsung, pengguna dapat mengubah aspek seperti rasio video, pengaturan flash, ataupun profil warna langsung dari mode tersebut tanpa perlu keluar dari tampilan perekaman.
Fitur ini cukup berguna bagi mereka yang sering mengubah setelan kamera saat merekam, misalnya untuk konten sosial media yang berbeda formatnya.
Kehadiran Camcorder mode sejalan dengan tren desain perangkat lipat yang terus berkembang.
Sejak generasi awal Samsung Galaxy Z Flip diperkenalkan, vendor ponsel lipat semakin mengeksplorasi fungsi Flex Mode dan lainnya untuk memaksimalkan potensi form factor.
Fitur-fitur tersebut memperluas kegunaan perangkat lipat di luar tampilan layar besar semata, termasuk kemampuan kamera yang unik dan adaptif pada situasi penggunaan tertentu.
Untuk dapat menikmati fitur ini secara optimal, ponsel lipat perlu menjalankan antarmuka dan versi Android yang mendukung, serta menghadirkan pembaruan perangkat lunak dari masing-masing produsen yang sering menambahkan fungsi baru dari waktu ke waktu.
Fitur seperti Mode Flex atau kontrol otomatis berdasarkan posisi lipat juga ikut meningkatkan fleksibilitas perangkat dalam aktivitas harian, termasuk saat mengambil gambar atau video.
Kamera pada ponsel lipat sendiri terus menjadi poin pembeda dibandingkan ponsel konvensional.
Dengan pemanfaatan fisik layar yang bisa dilipat, produsen kini mampu menyediakan pengalaman perekaman yang lebih ergonomis misalnya dengan menjadikan ponsel sebagai tripod alami ketika dibuka setengah.
Atau memanfaatkan layar luar untuk tampilan preview saat mengambil selfie dengan kamera utama.
Ketersediaan dan cara akses fitur semacam Camcorder mode dapat berbeda tergantung model dan pembaruan perangkat masing-masing ponsel lipat.
Pengguna disarankan untuk mengecek panduan resmi atau menu setelan kamera di perangkat mereka untuk memastikan kapan dan bagaimana fitur ini dapat digunakan.
Baca Juga:Samsung Kenalkan Galaxy Golden, Android Flip-phone Lain Setelah Hennessy
Dengan demikian, fungsi kamera yang “lebih dari sekadar biasa” ini menjadi bagian dari strategi produsen untuk memperluas daya tarik flip-phone di pasar smartphone, menjadikannya bukan hanya sebagai sekadar perangkat bergaya nostalgik tetapi juga sebagai alat produktivitas multimedia yang adaptif.













































