Warga Antre Sejak Pagi di Pasar Murah Nabire, Beras hingga Telur Diburu

6 hours ago 6
(Warga Antre Sejak Pagi di Pasar Murah Nabire, Beras hingga Telur Diburu) (Warga Antre Sejak Pagi di Pasar Murah Nabire, Beras hingga Telur Diburu)

Nabire, Ratusan warga memadati halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Rabu (12/8/2026), untuk berbelanja kebutuhan pokok melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Sejak pagi, masyarakat terlihat mengantre demi mendapatkan sejumlah komoditas dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Ketahanan Pangan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menjaga keterjangkauan harga pangan.

Beras dan Minyak Jadi Buruan Warga

Sejumlah komoditas menjadi perhatian utama masyarakat dalam kegiatan tersebut. Beras SPHP, minyak goreng bersubsidi, telur ayam, minyak tanah, bawang merah, bawang putih dan gula pasir termasuk bahan pangan yang banyak dicari warga.

Antusiasme masyarakat terlihat dari panjangnya antrean sejak pagi. Bagi sebagian warga, selisih harga beberapa ribu rupiah per kilogram dinilai cukup berarti, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dalam sebulan.

Salah seorang warga Distrik Napan, Orpa Fransina Runaki, mengaku merasakan manfaat langsung dari kegiatan pasar murah tersebut. Ia datang sejak pagi untuk mendapatkan sejumlah bahan kebutuhan dapur.

“Sangat membantu untuk dapur kami. Walaupun selisih harganya sekitar Rp3.000 sampai Rp5.000 per kilogram dibanding pasar yang biasanya, bagi kami potongan itu sangat berarti untuk menghemat pengeluaran bulanan,” ujar Orpa.

Warga Napan Berharap GPM Masuk Kampung

Meski merasa terbantu, Orpa berharap kegiatan serupa tidak hanya dilaksanakan di pusat Kabupaten Nabire. Ia secara khusus meminta pemerintah memperluas jangkauan Gerakan Pangan Murah hingga wilayah distrik dan kampung.

“Harapan kami dari Distrik Napan kepada pemerintah, ke depannya bisa dilaksanakan di Distrik Napan, khususnya Kampung Wenami,” harapnya.

Permintaan tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat kota untuk mendapatkan akses pangan dengan harga yang relatif terjangkau. Jarak dan biaya transportasi dapat menjadi faktor tambahan yang memengaruhi harga kebutuhan pokok di daerah.

GPM Libatkan Distributor dan Bulog

Dalam pelaksanaan GPM kali ini, pemerintah melibatkan sekitar 11 distributor pangan, Perum Bulog serta empat pelaku usaha pangan dari kelompok tani binaan Dinas Ketahanan Pangan Nabire.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan komoditas sekaligus membantu menjaga kestabilan harga pangan di tengah masyarakat.

Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk membantu daya beli masyarakat. Pemerintah Kabupaten Nabire diharapkan dapat terus memperluas pelaksanaan program hingga wilayah distrik dan kampung agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata.

Dengan tingginya antusiasme warga, GPM juga menjadi gambaran bahwa akses terhadap pangan dengan harga terjangkau masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Nabire.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |