Waspada Bahaya Tersembunyi di Earphone, Simak Efek Jangka Panjang Ini

17 hours ago 12

Selular.ID – Sebuah investigasi terbaru menemukan seluruh headphone yang diuji dalam penelitian mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan manusia, termasuk zat yang dikaitkan dengan kanker, gangguan perkembangan saraf, serta gangguan hormon pada laki-laki.

Bahkan produk dari merek-merek terkenal seperti Bose, Panasonic, Samsung, dan Sennheiser ditemukan mengandung bahan kimia berbahaya dalam formulasi plastik yang digunakan untuk membuatnya.

Penelitian dilakukan oleh proyek ToxFree LIFE for All, kemitraan kelompok masyarakat sipil di Eropa Tengah.

Peneliti membeli 81 pasang headphone in-ear dan over-ear, yang beredar di Republik Ceko, Slovakia, Hungaria, Slovenia, dan Austria, maupun dari platform daring Shein dan Temu.

Produk-produk tersebut kemudian diuji di laboratorium untuk mendeteksi berbagai bahan kimia berbahaya.

Hasilnya, zat berbahaya terdeteksi di setiap produk yang diuji.

Zat yang paling banyak ditemukan adalah Bisfenol A (BPA), muncul dalam 98% sampel.

Penggantinya, Bisfenol S (BPS), terdeteksi di lebih dari tiga perempat sampel.

Kedua zat ini diketahui meniru hormon estrogen dalam tubuh dan dikaitkan dengan berbagai dampak serius, seperti feminisasi pada laki-laki, pubertas dini pada anak perempuan, dan kanker.

Baca juga:

“Mengingat kontak kulit yang berkepanjangan terkait penggunaan headphone, paparan melalui kulit merupakan jalur yang relevan, dan masuk akal untuk mengasumsikan bahwa perpindahan BPA dan penggantinya yang serupa dapat terjadi dari komponen headphone langsung ke kulit pengguna,” kata para peneliti dalam The Guardian, Rabu (25/2/2026).

Sementara itu Karolína Brabcová dari Arnika mengatakan, bahan kimia ini bukan sekadar zat tambahan.

Bahan tersebut mungkin berpindah dari headphone ke dalam tubuh manhsia.

Ia menambahkan, penggunaan sehari-hari, terutama saat berolahraga ketika panas dan keringat muncul, mempercepat perpindahan ini langsung ke kulit.

Meski disebut tidak menimbulkan risiko langsung, paparan jangka panjang dinilai mengkhawatirkan, khususnya bagi remaja.

“Tidak ada tingkat yang ‘aman’ untuk pengganggu hormon yang meniru hormon alami kita,” tegasnya yang merupakan bagian dari proyek penelitian tersebut.

Efek jangka panjang

Selain itu, ditemukan pula ftalat, racun reproduksi kuat yang dapat mengganggu kesuburan.

Kemudian parafin terklorinasi yang dikaitkan dengan kerusakan hati dan ginjal.

Serta zat penghambat api berbasis bromin dan organofosfat yang memiliki sifat pengganggu hormon serupa dengan bisfenol.

Namun, sebagian besar ditemukan dalam jumlah jejak.

Para peneliti mengatakan bahwa meskipun dosis individu dari sumber tertentu mungkin rendah, “efek koktail” dari paparan harian yang berasal dari berbagai sumber tetap berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang yang serius.

Investigasi ini menjadi yang ketiga dilakukan proyek ToxFree.

Sebelumnya, mereka menemukan BPA dalam empeng bayi, termasuk yang berlabel bebas BPA, dan bahan kimia beracun dalam pakaian dalam perempuan.

Hingga laporan ini dipublikasikan, Bose, Panasonic, Samsung, dan Sennheiser disebut belum memberikan tanggapan resmi.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |