ASUS Diam-Diam Hadirkan Opsi Windows 11 Pure OS di Laptop ExpertBook Terbaru

13 hours ago 7

TechDaily.id – Pernahkah Anda membeli laptop Windows baru, menyalakannya untuk pertama kali, dan langsung disambut oleh belasan aplikasi bawaan yang tidak Anda butuhkan?

Mulai dari uji coba antivirus 30 hari, game kasual, hingga aplikasi utilitas pabrikan yang justru membuat sistem terasa berat. Praktik yang dikenal dengan sebutan bloatware ini telah lama menjadi “musuh bersama” para pengguna PC.

Namun, kabar baik datang dari ranah laptop bisnis. Melansir laporan terbaru dari Gizmochina yang terbit hari ini, Kamis (19/2/2026), ASUS ternyata tengah melakukan gebrakan senyap. Raksasa teknologi asal Taiwan tersebut diam-diam menyematkan opsi sistem operasi bernama “Windows 11 Pure OS” pada lini laptop enterprise terbaru mereka.

Langkah ini sontak memicu rasa penasaran di kalangan pengamat teknologi. Apa sebenarnya “Pure OS” ini, dan mengapa ASUS tidak mempromosikannya secara terang-terangan?

windows nama komputer

ASUS Diam-Diam Hadirkan Opsi Windows 11 Pure OS di Laptop ExpertBook Terbaru

Semua bermula pada awal bulan ini ketika ASUS memperkenalkan generasi terbaru dari lini laptop bisnis andalan mereka, yakni ASUS ExpertBook B5 G2 dan ExpertBook B3 G2. Kedua laptop ini langsung mencuri perhatian karena ditenagai oleh prosesor paling gres dari Intel, yakni 3rd-generation Core Ultra (dengan nama sandi arsitektur Panther Lake), yang tersedia dalam ukuran layar 14 inci dan 16 inci.

Namun, kejutan sebenarnya bukan pada perangkat kerasnya. Para pengamat dari TechRadar dan Gizmochina menemukan sebuah detail unik yang tersembunyi rapi di dalam tabel spesifikasi teknis resmi ASUS.

Selain menawarkan pilihan standar seperti Windows 11 Home dan Windows 11 Pro, ASUS mencantumkan opsi bertuliskan: “Windows 11 pure OS (not for open channel)”. Anehnya, opsi revolusioner ini sama sekali tidak disebutkan dalam slide presentasi pemasaran atau siaran pers resmi mereka.

Laptop Windows 11

Apa Itu “Windows 11 Pure OS”?

Hingga berita ini diturunkan, ASUS memang belum memberikan penjabaran publik mengenai fitur apa saja yang ditambah atau dikurangi dalam versi ini. Namun, menilik dari istilah teknis di dunia korporat, maknanya sangat jelas.

“Pure OS” merujuk pada instalasi sistem operasi Windows 11 yang benar-benar bersih (clean install). Artinya, laptop akan datang murni hanya dengan sistem operasi inti buatan Microsoft, tanpa tambahan software pihak ketiga, tanpa aplikasi trial (uji coba), dan kemungkinan besar tanpa bloatware utilitas dari ASUS sendiri yang sering berjalan di latar belakang.

Bagi pengguna biasa, menghapus aplikasi bawaan mungkin hanya butuh waktu lima menit. Namun, bayangkan jika Anda adalah seorang manajer IT di sebuah perusahaan besar yang harus menyiapkan 1.000 unit laptop untuk karyawan baru. Proses uninstall bloatware satu per satu akan menjadi mimpi buruk logistik yang menghabiskan waktu dan biaya.

Dengan “Pure OS”, divisi IT perusahaan mendapatkan citra sistem (system image) yang sangat ramping. Sistem operasi yang murni ini lebih mudah dikelola, lebih cepat di-deploy ke seluruh departemen, dan meminimalisir potensi bentrok perangkat lunak (software conflict) yang kerap menyulitkan proses troubleshooting. Intinya: kesederhanaan jauh lebih berharga daripada fitur gimmick bagi dunia bisnis.

laptop Windows

Mengapa Berlabel “Not for Open Channel”?

Jika versi tanpa bloatware ini sangat bagus, mengapa ASUS tidak menjualnya ke masyarakat umum? Jawabannya ada pada kalimat dalam kurung: “not for open channel”.

Dalam industri perangkat keras, istilah ini berarti laptop dengan konfigurasi “Pure OS” tersebut tidak akan Anda temukan di rak-rak toko ritel, mal elektronik, atau marketplace konsumen online. Opsi ini secara eksklusif dikhususkan untuk jalur pengadaan (procurement) korporasi, pemerintahan, atau institusi pendidikan yang membeli laptop dalam partai besar secara langsung lewat distributor resmi ASUS B2B (Business-to-Business).

Model bisnis ritel konvensional (untuk konsumen umum) masih sangat bergantung pada subsidi dari pembuat software. Pabrikan laptop sering kali mendapatkan bayaran dari perusahaan pihak ketiga (seperti pembuat antivirus) untuk memuat aplikasi mereka di perangkat konsumen, yang pada akhirnya membantu menekan harga jual laptop di pasaran.

Perpaduan Kekuatan Panther Lake dan AI Copilot+

Di luar isu sistem operasi, ExpertBook B5 G2 dan B3 G2 sendiri adalah perangkat monster yang disesuaikan untuk produktivitas tingkat tinggi.

Kehadiran chip Intel Panther Lake memastikan efisiensi daya yang luar biasa tanpa mengorbankan performa grafis dan komputasi. Lebih menariknya lagi, ExpertBook B5 G2 juga diposisikan sebagai bagian dari ekspansi ASUS ke ekosistem Copilot+ PC. Ini berarti laptop tersebut telah memenuhi standar ketat Microsoft terkait kapabilitas kecerdasan buatan (AI) yang diproses langsung di dalam perangkat (on-device AI), menggunakan unit pemrosesan saraf (NPU) mutakhir.

Perpaduan antara kemampuan AI kelas berat, prosesor Panther Lake yang efisien, dan sistem operasi “Pure OS” yang bersih tanpa beban ekstra, membuat ExpertBook terbaru ini digadang-gadang sebagai standar baru bagi laptop produktivitas di tahun 2026.

Langkah diam-diam ASUS menghadirkan “Windows 11 Pure OS” membuktikan bahwa pabrikan teknologi mendengarkan jeritan hati divisi IT korporasi yang lelah dengan tumpukan bloatware.

Meskipun konsumen umum di rumah belum bisa menikmati opsi “Pure OS” ini saat berbelanja di toko, inovasi ini tetap menjadi angin segar. Setidaknya, ini menjadi sinyal bagi industri bahwa masa depan komputasi yang ideal adalah sistem operasi yang ringkas, cepat, dan fokus seratus persen pada kebutuhan esensial penggunanya.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |