iPhone Air Sepi Peminat, Vendor Pesaing Ramai-ramai Batalkan Ponsel Tipis

9 hours ago 7

Selular.id – Kehadiran iPhone Air yang semula diprediksi bakal menjadi tren baru di industri ponsel pintar nampaknya justru memberikan efek kejut negatif bagi para kompetitor Apple.

Meskipun Apple baru saja mengumumkan keberhasilan lini iPhone 17 secara keseluruhan, varian iPhone Air dilaporkan mengalami angka penjualan yang mengecewakan di pasar global.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan produsen Android yang sebelumnya berencana meluncurkan perangkat serupa, hingga akhirnya memutuskan untuk membatalkan proyek ponsel ultra-tipis mereka.

Laporan terbaru dari pembocor industri ternama, Digital Chat Station, mengungkapkan bahwa aktivasi unit iPhone Air bahkan belum menembus angka 700.000 unit, meski Apple telah melakukan beberapa kali penyesuaian harga.

Angka ini dianggap sangat rendah untuk standar perangkat flagship Apple yang biasanya mendominasi tangga penjualan. Analis Ming-Chi Kuo bahkan menyebutkan bahwa Apple telah memangkas kapasitas produksi perangkat ini hingga lebih dari 80 persen sejak awal tahun 2026, yang memperkuat sinyal bahwa permintaan pasar memang jauh di bawah ekspektasi.

Dampak dari lesunya pasar iPhone Air ini segera menjalar ke vendor besar seperti Samsung, Xiaomi, dan Vivo. Samsung dikabarkan telah membatalkan rencana peluncuran Galaxy S26 Edge setelah melihat performa Galaxy S25 Edge yang juga tidak memuaskan di segmen ponsel tipis.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Xiaomi yang sempat menyiapkan model “Air” sejati untuk menantang Apple, serta Vivo melalui seri S kelas menengahnya, dilaporkan telah menghentikan proyek pengembangan perangkat dengan konsep ultra-tipis tersebut karena risiko kegagalan komersial yang serupa.

Penerimaan pasar yang dingin terhadap iPhone Air disinyalir karena adanya kompromi teknis yang harus diambil demi mencapai ketipisan ekstrem. Pengguna dilaporkan merasa kurang puas dengan performa baterai, sistem pendingin, serta kemampuan kamera yang terbatas dibandingkan model iPhone Pro atau standar lainnya.

Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi industri bahwa desain yang sangat tipis tidak serta-merta menjadi daya tarik utama jika harus mengorbankan fungsionalitas dasar yang dibutuhkan pengguna sehari-hari.

Meski diterpa kabar miring terkait penjualan, Apple tampaknya belum menyerah dengan konsep ini. Perusahaan dikabarkan tetap akan melanjutkan pengembangan generasi kedua, iPhone Air 2, yang dijadwalkan meluncur pada awal 2027.

Apple berencana melakukan revisi signifikan, termasuk penggunaan teknologi layar OLED Samsung yang lebih terang dan tipis (CoE), penambahan kamera belakang kedua, serta sistem pendingin vapor chamber untuk mengatasi masalah suhu pada bodi tipisnya.

Langkah Apple untuk tetap bertahan di segmen ini kemungkinan akan menjadikannya satu-satunya pemain besar yang menawarkan ponsel flagship ultra-tipis di masa depan, mengingat para pesaingnya sudah memilih untuk mundur. Keputusan ini menempatkan Apple pada posisi unik namun berisiko, di mana mereka harus membuktikan bahwa perangkat tipis generasi berikutnya mampu menjawab kritik pengguna tanpa kehilangan identitas desainnya.

Dinamika ini akan terus dipantau oleh pengamat pasar untuk melihat apakah tren ponsel tipis benar-benar akan punah atau justru bangkit kembali melalui inovasi terbaru.

Baca juga : Penyebab iPhone Air Gagal di Pasar Global

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |