Nabire, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim kemarau. Cuaca kering yang disertai debu dan asap pembakaran dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan masyarakat.
Berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), jumlah kasus ISPA di Papua Tengah mulai menunjukkan kecenderungan meningkat. Meski kenaikannya belum berada pada level yang signifikan, Dinkes memilih melakukan langkah antisipasi lebih awal untuk mencegah kondisi berkembang menjadi lonjakan kasus.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, mengatakan pemantauan terhadap perkembangan kasus dilakukan secara rutin. Selain jumlah penderita, kondisi kualitas udara juga menjadi perhatian dalam menentukan langkah penanganan.
“Data SKDR menunjukkan mulai ada kenaikan kasus ISPA walau belum signifikan, namun kami tidak boleh lengah,” kata dr. Agus.
Menurutnya, sejumlah langkah telah disiapkan, mulai dari pengamanan persediaan obat hingga penyediaan masker bagi masyarakat. Dinkes juga menyiagakan ambulans untuk menangani kondisi darurat, terutama apabila terjadi gangguan pernapasan yang membutuhkan pertolongan segera.
Dari sisi ketersediaan medis, Instalasi Farmasi Provinsi memastikan persediaan obat batuk dan vitamin masih mencukupi. Pemerintah juga memiliki stok masker 3-ply sebanyak 23 karton atau sekitar 1.150 boks, dengan total kurang lebih 60.000 lembar.
Masker Gratis Dibagikan di Ruang Publik
Sebagai bagian dari pencegahan, Dinkes Papua Tengah menyiapkan pembagian sekitar 1.000 masker setiap hari di sejumlah ruang publik. Edukasi kepada masyarakat juga dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembagian masker.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kegiatan Car Free Day (CFD). Untuk pekan ini, CFD tetap diperbolehkan berlangsung karena kegiatan tersebut berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk para pedagang dan mama-mama penjual yang telah menyiapkan dagangannya.
Petugas kesehatan diterjunkan langsung ke lokasi CFD untuk membagikan masker sekaligus mengingatkan warga mengenai pentingnya perlindungan saluran pernapasan.
Namun, pelaksanaan CFD pada pekan berikutnya belum dipastikan. Dinkes akan mengevaluasinya berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat.
Warga Diminta Kurangi Risiko Terpapar Polusi
Dinkes Papua Tengah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Asap hasil pembakaran dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, terutama di lokasi berdebu, memperbanyak minum air putih, mencuci tangan secara rutin, menjaga sirkulasi udara rumah, mengonsumsi makanan bergizi, serta memastikan waktu istirahat yang cukup.
Warga diminta tidak mengabaikan gejala yang semakin berat. Batuk atau pilek yang tidak membaik setelah lebih dari tiga hari, demam tinggi, napas cepat, sesak di dada, hingga perubahan warna bibir atau kulit menjadi kebiruan merupakan tanda yang membutuhkan pemeriksaan segera di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.
Dinkes Papua Tengah menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan situasi selama musim kemarau. Masyarakat diharapkan turut berperan dengan menjaga kualitas udara di lingkungan masing-masing dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala yang mengarah pada gangguan pernapasan.
Layanan Dinkes Papua Tengah: WhatsApp 0822-2308-8479 | Instagram: @dinkespapuatengah
[Nabire.Net]

16 hours ago
10

















































