Memori HP Penuh Terus? Segera Hapus 4 Jenis Aplikasi Ini karena Udah Gak Guna di 2026

19 hours ago 11

TechDaily.id – Coba cek smartphone Android kamu sekarang. Berapa banyak aplikasi yang nganggur di layar utama tapi sukses bikin memori internal kamu menjerit dan baterai cepat bocor?

Zaman dulu, saat baru beli HP Android, ritual pertama yang wajib kita lakuin adalah download puluhan “aplikasi wajib” biar HP terasa pintar, sebagaimana dikutip dari Makeuseof.

Tapi fun fact-nya, sistem operasi Android saat ini (terutama sejak era Android 14 hingga Android 16 di tahun 2026 ini) udah berevolusi jadi super cerdas. Fitur-fitur bawaannya (built-in) sekarang udah jauh lebih powerful dibanding aplikasi pihak ketiga.

Melansir dari laporan terbaru portal teknologi MakeUseOf, ada beberapa jenis software legendaris yang dulunya kita dewakan, tapi sekarang statusnya cuma jadi “beban sistem”. Kalau kamu mau storage lega dan HP nggak gampang nge-lag, mending langsung uninstall 4 kategori aplikasi di bawah ini!

Aplikasi media sosial

Segera Hapus 4 Jenis Aplikasi Ini karena Udah Gak Guna di 2026

  1. Software Pembersih RAM dan “Booster” (Jebakan Terbesar Abad Ini)

Contohnya: Clean Master, RAM Booster, CCleaner (versi HP), dkk.

Kalau ada satu jenis software yang paling scam alias menipu di ekosistem Android, jawabannya adalah software “Pembersih RAM”. Dulu, waktu RAM HP masih mentok di 1GB atau 2GB, aplikasi semacam ini memang lumayan ngebantu nutup aplikasi yang jalan diam-diam.

Tapi hari ini? Android udah punya sistem manajemen memori bawaan yang super canggih. HP kamu tahu persis kapan harus “menidurkan” aplikasi yang jarang dipakai biar RAM tetap lega.

Kenapa harus dihapus?

Software booster ini ironisnya justru berjalan terus 24 jam di latar belakang (background). Merekalah yang diam-diam menyedot baterai dan RAM kamu! Belum lagi notifikasi iklannya yang sering muncul tiba-tiba. Kalau mau hapus file sampah (cache), cukup pakai fitur bawaan dari HP kamu atau gunakan aplikasi resmi Files by Google yang udah pasti aman tanpa iklan.

  1. Software Edit Foto Abal-Abal

Contohnya: Berbagai software edit foto gratisan yang penuh iklan dan watermark. Dulu, aplikasi galeri bawaan HP emang basic banget—mentok cuma bisa potong (crop) atau rotate foto. Makanya, kita rajin download aplikasi pihak ketiga buat ngedit tone warna atau nge-blur background.

aplikasi berbahaya yang bisa nyedot uang

Kenapa harus dihapus?

Coba buka Google Photos atau Samsung Gallery di HP kamu sekarang. Fitur editing bawaan mereka udah level dewa! Mulai dari mengatur kontras, highlight, shadow, sampai fitur AI canggih seperti Magic Eraser (buat hapus mantan atau bocor di background foto) dan Photo Unblur udah tersedia secara gratis tanpa embel-embel watermark. Kecuali kamu fotografer profesional yang butuh Adobe Lightroom buat color grading format RAW, aplikasi edit foto gratisan di Play Store mending dibuang aja.

  1. Software Pemindai QR Code & Dokumen

Contohnya: QR Scanner, CamScanner, Tiny Scanner. Pasca-pandemi, nge- scan barcode atau QR code menu di kafe udah jadi rutinitas wajib. Dulu kita butuh software khusus buat baca kotak hitam-putih itu. Begitu juga kalau disuruh bos nge-scan KTP atau dokumen penting, larinya pasti ke software scanner PDF.

Kenapa harus dihapus?

Buat nge-scan QR Code, kamu cukup buka Kamera bawaan HP kamu dan arahin ke kode tersebut. Link-nya bakal otomatis muncul! Nggak perlu lagi buka aplikasi yang isinya iklan pop-up 30 detik.

Buat dokumen? Buka aja aplikasi Google Drive yang udah pre-installed di semua HP Android. Klik tanda “Plus” (+), lalu pilih “Scan”. Kamera bakal otomatis mendeteksi tepi kertas, memotongnya dengan rapi, menyesuaikan pencahayaan, dan langsung menyimpannya dalam format PDF ke cloud. Praktis, gratis, dan anti-ribet!

Android
  1. Pemutar Video Pihak Ketiga

Contohnya: MX Player, VLC (kecuali kamu sering download file film format aneh). Zaman di mana kita rajin ngisi memory card pakai film bajakan dengan format .mkv, .avi, atau .flv mungkin bikin aplikasi kayak MX Player berjaya karena mendukung fitur subtitle dan gesture (geser layar buat volume/brightness).

Kenapa harus dihapus?

Pertama, cara kita menikmati konten udah berubah. Sekarang kita lebih sering streaming lewat Netflix, YouTube, Spotify, atau Prime Video yang punya player bawaan super mulus. Kedua, kalaupun kamu punya file video lokal, software galeri bawaan dari Samsung, Xiaomi, atau Google Photos sekarang udah sanggup memutar hampir semua format video modern lengkap dengan pengaturan subtitle dan gesture pintar. Nggak perlu lagi aplikasi tambahan yang cuma makan tempat.

aplikasi

Jadi, prinsip pakai smartphone di 2026 ini gampang banget: Less is more. Semakin sedikit aplikasi pihak ketiga yang kamu pasang, semakin panjang umur baterai kamu, dan semakin aman data privasi kamu dari pelacakan (tracking).

Jangan biarkan memori 128GB atau 256GB kamu habis cuma buat nyimpen apps yang sebenarnya fiturnya udah ada di sistem HP itu sendiri. Yuk, mulai bersih-bersih Home Screen akhir pekan ini!

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |