Nasabah BSN Akan Bisa Top-up Saldo KMT Lewat Mobile Banking

4 hours ago 7

Selular.ID – PT Bank Syariah Nasional (BSN) menjalin kerja sama strategis dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk mengintegrasikan layanan transportasi publik dengan sistem keuangan digital berbasis syariah.

Kolaborasi yang ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Jakarta, mencakup pengembangan pembayaran digital tiket Commuter Line hingga layanan perbankan elektronik terintegrasi.

Kerja sama antara BSN dan KCI difokuskan pada pengembangan ekosistem transaksi digital yang lebih praktis dan aman bagi pengguna transportasi publik.

Selain mendukung pembayaran tiket kereta, sinergi kedua perusahaan juga diarahkan untuk memperluas adopsi layanan keuangan syariah di sektor mobilitas perkotaan yang terus berkembang.

Direktur Utama PT Bank Syariah Nasional, Alex Sofjan Noor, mengatakan kolaborasi tersebut membuka peluang pengembangan layanan perbankan syariah yang lebih inklusif dan mudah diakses masyarakat.

Menurut dia, integrasi layanan digital antara sektor transportasi dan perbankan menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Alex menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berkaitan dengan transaksi pembayaran, tetapi juga pengembangan berbagai produk dan layanan keuangan yang memanfaatkan integrasi teknologi kedua perusahaan.

“BSN optimis kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi semua pihak dan mendukung ekosistem ekonomi serta keuangan syariah di Indonesia,” ujar Alex dalam keterangan resmi.

Dalam nota kesepahaman tersebut, BSN dan KCI sepakat menjajaki sejumlah model kerja sama digital.

Salah satu fokus utamanya adalah penyediaan Co-branding Kartu Multi Trip (KMT) dengan identitas BSN yang dapat digunakan pengguna Commuter Line untuk transaksi perjalanan harian.

Selain itu, kedua pihak juga akan mengembangkan fitur top-up saldo KMT melalui integrasi sistem perbankan BSN.

Integrasi ini memungkinkan pengguna melakukan pengisian saldo secara lebih fleksibel melalui kanal digital milik bank, termasuk layanan mobile banking dan sistem pembayaran elektronik lainnya.

Kerja sama juga mencakup pengembangan digital payment untuk pemesanan tiket kereta melalui platform milik BSN.

Langkah ini sejalan dengan tren digitalisasi pembayaran transportasi publik yang dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang di Indonesia, terutama di wilayah urban dengan tingkat mobilitas tinggi seperti Jabodetabek.

Di luar layanan pembayaran tiket, sinergi BSN dan KCI turut mencakup pemanfaatan layanan perbankan syariah untuk kebutuhan operasional perusahaan.

Beberapa di antaranya meliputi pengelolaan rekening dan optimalisasi kas, integrasi fasilitas electronic banking, penyaluran dana, hingga layanan payroll dan pembiayaan konsumer berbasis syariah untuk pegawai KCI.

Kedua perusahaan juga akan menjalankan program promosi bersama untuk meningkatkan adopsi layanan digital.

Program tersebut antara lain berupa cashback bagi pengguna Commuter Line yang juga menjadi nasabah BSN, serta kolaborasi promosi melalui branding, kampanye pemasaran, advertising, dan joint event di kanal komunikasi masing-masing perusahaan.

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia, Mochamad Purnomo Sidi, menyebut kerja sama tersebut menjadi bentuk sinergi antara sektor transportasi publik dan industri perbankan syariah dalam mendukung kemudahan transaksi pengguna Commuter Line.

Menurut Purnomo, jumlah mobilitas pengguna Commuter Line Jabodetabek saat ini mencapai sekitar 1 juta hingga 1,1 juta penumpang per hari.

Angka tersebut dinilai menjadi potensi besar untuk pengembangan layanan transaksi digital sekaligus program promosi berbasis ekosistem transportasi.

Ia menambahkan, integrasi layanan pembayaran dan perbankan di lingkungan Commuter Line diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan keamanan transaksi bagi pengguna.

Kehadiran berbagai opsi pembayaran digital juga dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.

Kolaborasi antara BSN dan KCI mencerminkan tren integrasi lintas sektor yang semakin kuat dalam industri transportasi dan keuangan digital Indonesia.

Operator transportasi publik kini tidak hanya berfokus pada layanan mobilitas, tetapi juga mulai membangun ekosistem transaksi digital yang terhubung dengan layanan perbankan, pembayaran elektronik, hingga loyalitas pelanggan.

Bagi sektor perbankan syariah, kerja sama dengan operator transportasi massal seperti KCI membuka peluang perluasan basis pengguna melalui aktivitas transaksi harian masyarakat.

Sementara bagi KCI, integrasi sistem pembayaran digital menjadi bagian dari pengembangan layanan transportasi yang lebih praktis dan terhubung dengan kebutuhan mobilitas urban modern.

Baca Juga: Sering Dapat Serangan Siber, Pembentukan BSN Masih Belum Jelas

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |