Pasar Masih Terbuka Lebar, Asus Bidik Raja Laptop Bisnis Indonesia

20 hours ago 13

Selular.ID – Asus mulai agresif memperluas bisnis laptop komersial dan B2B di Indonesia setelah melihat besarnya potensi pasar perangkat bisnis nasional yang dinilai masih belum tergarap maksimal.

Di tengah dominasi pasar konsumer dan gaming, perusahaan melihat segmen laptop bisnis sebagai peluang pertumbuhan baru untuk memperkuat posisinya di industri PC Indonesia.

Muhammad Firman, Head of Commercial Public Relations ASUS Business Indonesia, mengatakan saat ini komposisi penjualan perangkat Asus di Indonesia masih didominasi segmen konsumer dan gaming.

Kedua kategori tersebut disebut menyumbang sekitar 80 persen dari keseluruhan lini bisnis Asus di pasar domestik.

“Di Indonesia sampai saat ini komposisinya memang lebih banyak di konsumer. Jadi konsumer dan gaming itu masih sekitar 80 persen dari seluruh produk Asus, untuk komersialnya masih sedikit,” ujar Firman kepada selular di Tengah-tengah peluncuran Asus Expertbook Ultra, di Jakarta, (07/05/26).

Meski demikian, Asus melihat adanya perubahan tren kebutuhan perangkat komputasi, khususnya di sektor bisnis dan enterprise.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Asus mulai memfokuskan strategi ekspansi ke pasar komersial karena menilai permintaan perangkat kerja berbasis produktivitas terus meningkat seiring transformasi digital di berbagai sektor industri.

Firman menjelaskan, berdasarkan data pasar sepanjang 2025, total pasar PC di Indonesia yang mencakup laptop, desktop, dan all-in-one mencapai sekitar 4 juta unit.

Namun mayoritas penjualan masih berasal dari segmen konsumer. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah negara maju yang sudah memiliki komposisi pasar lebih seimbang antara konsumer dan komersial.

“Di beberapa negara lain, khususnya negara yang lebih maju, komposisinya sudah sekitar 50:50. Makanya kita melihat ini merupakan potensi yang bisa kita garap, dan kebetulan kita juga baru mulai di segmen B2B,” katanya.

Asus menilai transformasi digital di sektor pemerintahan, pendidikan, korporasi, hingga UMKM mulai membuka peluang pertumbuhan baru untuk perangkat komersial.

Kebutuhan laptop bisnis kini tidak lagi hanya berfokus pada performa, tetapi juga keamanan data, efisiensi kerja, dukungan AI, serta kemudahan pengelolaan perangkat dalam skala besar.

Strategi Asus untuk memperkuat lini bisnis B2B juga sejalan dengan tren global industri PC yang mulai bergerak ke perangkat berbasis AI PC.

Perangkat jenis ini dirancang untuk mendukung pemrosesan kecerdasan buatan langsung di perangkat melalui dukungan neural processing unit (NPU), sehingga mampu meningkatkan efisiensi kerja dan produktivitas pengguna bisnis.

Selain memperluas portofolio produk bisnis, Asus juga mulai memperkuat layanan purna jual dan kemitraan enterprise di Indonesia.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing perusahaan di pasar komersial yang selama ini diisi pemain besar seperti Lenovo, HP, dan Dell.

Menurut Firman, Asus optimistis segmen laptop bisnis di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan besar dalam beberapa tahun ke depan.

Perusahaan bahkan menargetkan dapat menjadi pemain utama di pasar laptop komersial nasional seiring meningkatnya kebutuhan perangkat kerja modern.

“Makanya kita melihat potensinya sangat besar untuk kita garap, dan kita bisa tumbuh dan menjadi nomor satu di sana,” ujar Firman.

Ekspansi Asus ke segmen B2B juga menunjukkan perubahan strategi perusahaan yang sebelumnya lebih dikenal kuat di pasar gaming melalui lini Republic of Gamers (ROG) dan laptop konsumer mainstream.

Kini, perusahaan mulai memperluas fokus bisnis untuk menangkap peluang pertumbuhan baru di pasar enterprise dan produktivitas profesional.

Di tengah kondisi pasar PC global yang mulai stabil setelah perlambatan pascapandemi, segmen perangkat bisnis dinilai menjadi salah satu area yang masih memiliki prospek pertumbuhan positif.

Baca Juga:Asus Bidik Posisi Puncak Laptop Bisnis Indonesia di 2027

Permintaan penggantian perangkat kerja, implementasi AI di lingkungan kerja, serta kebutuhan hybrid working menjadi faktor yang mendorong pertumbuhan pasar laptop komersial di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |