Puluhan ASN Asal Intan Jaya Datangi Bank Papua Nabire, Tuntut Pembayaran Gaji Jelang Natal

1 month ago 53

Nabire, 17 Desember 2025 – Lebih dari 30 Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Intan Jaya mendatangi Kantor Bank Papua di Nabire, Rabu (17/12/2025). Kedatangan mereka untuk menuntut kejelasan pembayaran gaji dan tunjangan yang belum diterima selama 1 hingga 2 bulan terakhir, terutama menjelang perayaan Natal.

Perwakilan ASN, Nion Wenda dan Markus Miakoni, menyampaikan bahwa aksi tersebut dilakukan karena tidak adanya kepastian dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terkait hak-hak ASN yang hingga kini belum dibayarkan.

“Kami ASN dari Intan Jaya datang ke Bank Papua karena kami sudah kesulitan. Kami mau cari solusi, mau cari bupati juga susah. Hak kami belum kami terima,” ujar Nion Wenda kepada awak media.

Menurut mereka, keterlambatan pembayaran gaji dan TPP/ULP (uang makan minum) sangat memberatkan ASN, terutama yang berdomisili di Nabire dan memiliki tanggungan keluarga. Padahal, Natal sudah di depan mata dan persiapan hampir tidak ada.

“Hari besar Natal sudah sangat dekat. ASN lain sudah persiapan, sementara kami hanya lipat tangan karena gaji belum dibayar. Kalau hanya menunggu, tidak ada solusi,” katanya.

Dalam keterangannya, Nion Wenda menyebutkan bahwa mereka berencana memalang Bank Papua Induk Nabire sebagai bentuk tekanan agar ada perhatian dan solusi dari pihak terkait. Namun, pelayanan di kantor cabang lain tetap diminta berjalan normal.

“Kami mau palang Bank Papua Induk karena Bank Papua di Sugapa juga bagian dari Bank Papua ini. Tujuan kami hanya satu, supaya ada solusi,” tegasnya.

Markus Miakoni menambahkan bahwa dasar aksi ini adalah belum dibayarkannya gaji ASN selama 1–2 bulan, termasuk tunjangan yang seharusnya direalisasikan setelah penutupan buku pertengahan Desember.

“Biasanya setelah tanggal 15 Desember itu sudah realisasi pembayaran. Tapi sampai sekarang kami belum terima apa-apa. Kami sudah cari solusi ke sana-sini, tapi tidak ada kejelasan,” jelas Markus.

Para ASN juga membandingkan kondisi pelayanan ASN pada masa kepemimpinan sebelumnya yang dinilai lebih baik dan fleksibel, terutama dalam pencairan hak-hak pegawai, terlebih saat perayaan hari besar keagamaan.

Mereka berharap Bupati Intan Jaya segera mengambil langkah konkret untuk memproses pembayaran gaji dan tunjangan ASN dalam waktu dekat. Jika tidak, para ASN mengancam akan mengambil langkah lanjutan.

“Ujung terakhir, kami akan buka pakaian dinas dan kembalikan kepada bupati. Kami tidak minta-minta, kami hanya minta hak kami,” tegas Nion Wenda.

Aksi ini, lanjut mereka, juga mewakili suara ASN dan masyarakat Intan Jaya yang saat ini berada di Nabire, Timika, dan Jayapura, termasuk para pengungsi dari sejumlah distrik yang merasa belum mendapat perhatian pemerintah daerah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya maupun pihak Bank Papua terkait tuntutan para ASN tersebut.

[Nabire.Net/Musa Boma]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |