Xiaomi Perkenalkan miclaw, Asisten AI yang Bisa Kontrol Aplikasi dan Smart Home

10 hours ago 7

Techdaily.id – Xiaomi resmi memperkenalkan proyek teknologi terbaru bernama miclaw, sebuah asisten AI eksperimental yang dirancang untuk membuat smartphone mampu bekerja lebih mandiri. Teknologi ini menjadi langkah baru Xiaomi dalam menghadirkan pengalaman penggunaan ponsel yang lebih pintar, di mana perangkat tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga dapat menjalankan berbagai tugas secara otomatis.

Berbeda dengan asisten digital pada umumnya yang hanya memberikan informasi atau menjawab perintah sederhana, miclaw dirancang untuk memahami maksud pengguna dan langsung mengeksekusi tindakan yang diperlukan. Dengan kata lain, AI ini tidak sekadar memberikan respons, tetapi juga dapat membuka aplikasi, menjalankan fitur sistem, hingga mengatur berbagai fungsi pada smartphone tanpa perlu instruksi langkah demi langkah dari pengguna.

Konsep Asisten AI yang Lebih Cerdas

Selama ini perangkat Xiaomi dikenal memiliki asisten virtual Xiao AI. Namun miclaw dikembangkan dengan pendekatan yang berbeda. Teknologi ini difokuskan pada kemampuan bekerja secara otomatis di berbagai aplikasi dan fitur sistem secara bersamaan.

Setelah pengguna memberikan izin akses, miclaw dapat mengontrol fungsi sistem smartphone sekaligus berinteraksi dengan aplikasi pihak ketiga yang kompatibel. AI kemudian akan menentukan sendiri alat dan langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas.

Sebagai contoh, jika sebuah perintah membutuhkan pembukaan aplikasi tertentu, pengecekan data sistem, atau pengaktifan fitur tertentu, miclaw akan menentukan urutan tindakan yang tepat dan menjalankannya secara otomatis hingga tugas selesai.

Pendekatan ini mirip dengan konsep AI Agent yang sudah digunakan oleh perangkat dari Honor, yang juga memungkinkan AI menjalankan berbagai operasi secara mandiri di dalam smartphone.

Cara Kerja Teknologi miclaw

xiaomi miclaw 1

Miclaw dibangun menggunakan mekanisme yang disebut Xiaomi sebagai “inference and execution cycle” atau siklus analisis dan eksekusi.

Pada tahap pertama, AI akan menganalisis permintaan pengguna untuk memahami tujuan sebenarnya. Setelah itu sistem memilih alat atau fitur yang paling sesuai untuk menjalankan tugas tersebut.

Selanjutnya, perintah akan dijalankan dan hasilnya diperiksa kembali oleh sistem. Jika hasilnya belum sesuai dengan tujuan awal, AI akan kembali menganalisis dan menjalankan langkah berikutnya sampai tugas benar-benar selesai.

Proses ini bekerja secara asinkron, sehingga aktivitas AI tidak akan mengganggu kinerja smartphone atau aplikasi lain yang sedang berjalan.

Memiliki Sistem Memori

Miclaw juga dilengkapi sistem memori yang memungkinkan AI mengingat konteks penting dari interaksi sebelumnya. Dengan fitur ini, AI dapat memahami kebiasaan pengguna dan mempertahankan konteks percakapan atau perintah yang panjang.

Sementara itu, data lama akan dikompresi agar sistem tetap efisien tanpa kehilangan informasi penting. Hal ini membuat miclaw mampu menangani tugas yang lebih kompleks dibandingkan asisten digital biasa.

Terintegrasi dengan Smart Home

Selain bekerja di dalam smartphone, miclaw juga dapat terhubung dengan ekosistem perangkat pintar Xiaomi. Melalui integrasi dengan platform rumah pintar Mi Home, AI ini dapat memantau status perangkat smart home dan mengontrolnya secara langsung.

Jika pengguna memberikan izin, miclaw dapat menerima informasi dari berbagai perangkat seperti lampu pintar, kamera keamanan, hingga perangkat IoT lainnya. Setelah itu AI dapat mengirim perintah untuk menyalakan, mematikan, atau menyesuaikan perangkat tersebut sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Xiaomi UltraThin Magnetic Power Bank 5000 15W Meluncur, Cuma 6 mm Harga 800 Ribuan!

Dukungan untuk Developer

Xiaomi juga membuka platform miclaw bagi pengembang aplikasi. Sistem ini mendukung Model Context Protocol (MCP), yaitu standar terbuka yang memungkinkan integrasi berbagai alat AI dengan lebih mudah.

Selain itu, Xiaomi juga menyiapkan SDK khusus agar aplikasi pihak ketiga dapat memberi tahu sistem tentang kemampuan yang dimiliki. Dengan begitu, miclaw bisa memanggil aplikasi tersebut secara otomatis ketika diperlukan untuk menyelesaikan tugas pengguna.

Meski membawa konsep yang menarik, Xiaomi menegaskan bahwa miclaw masih berada dalam tahap eksperimental. Beberapa aspek seperti keandalan sistem, konsumsi daya, dan akurasi dalam menjalankan tugas kompleks masih terus dikembangkan.

Karena masih dalam tahap pengujian, beberapa fitur mungkin belum bekerja secara stabil dan bisa saja mengalami kesalahan dalam menjalankan perintah tertentu.

Untuk saat ini, Xiaomi hanya membuka miclaw dalam program closed beta yang terbatas. Artinya, tidak semua pengguna bisa mencobanya karena akses hanya diberikan melalui undangan.

Perangkat yang saat ini mendukung pengujian miclaw antara lain:

  • Xiaomi 17
  • Xiaomi 17 Pro
  • Xiaomi 17 Pro Max
  • Xiaomi 17 Ultra
  • Xiaomi 17 Ultra Leica Edition

Xiaomi juga menyarankan para penguji untuk melakukan backup data terlebih dahulu sebelum mencoba versi eksperimen ini.

Keamanan Data Pengguna

Xiaomi menegaskan bahwa data interaksi pengguna dengan miclaw tidak digunakan untuk melatih model AI. Model AI perusahaan dilatih menggunakan dataset terbuka atau data yang memiliki lisensi resmi.

Sementara itu, data pribadi pengguna diproses secara lokal di perangkat melalui teknologi yang disebut edge cloud privacy computing, sehingga informasi sensitif tidak perlu dikirim ke server eksternal.

Dengan konsep AI yang lebih mandiri, miclaw menunjukkan arah baru dalam perkembangan asisten digital di smartphone. Meski masih dalam tahap awal, teknologi ini memberikan gambaran bagaimana ponsel di masa depan dapat memahami kebutuhan pengguna dan menjalankan berbagai tugas secara otomatis.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |