Dinkes Deiyai Gelar Lokakarya Imunisasi dan Surveilans SKDR, Perkuat Pencegahan Wabah dan Stunting

19 hours ago 9

Deiyai, 20 Mei 2026 – Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai menggelar kegiatan Lokakarya Imunisasi dan Surveilans SKDR selama dua hari, 20–21 Mei 2026, di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pelayanan imunisasi, sistem surveilans kesehatan, serta koordinasi antar tenaga kesehatan dan lembaga mitra di Kabupaten Deiyai.

Lokakarya menghadirkan Tim Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah yang diwakili oleh Yohanes Kayame sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, Yohanes menjelaskan tujuan, strategi, serta langkah teknis pelaksanaan imunisasi dan surveilans yang harus dijalankan oleh seluruh penanggung jawab imunisasi dan surveilans di setiap puskesmas bersama lembaga mitra kesehatan, termasuk Yayasan Sinar Bhakti Husada.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Oktopianus Mote yang mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa imunisasi dan surveilans merupakan program prioritas untuk menyelamatkan generasi muda sekaligus menekan angka stunting, kesakitan, dan potensi wabah penyakit di Kabupaten Deiyai.

“Laporan Kabupaten Deiyai saat ini urusan imunisasi berada pada posisi ketiga di Provinsi Papua Tengah. Karena itu, kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat kerja sama, pendataan, dan pendekatan kepada masyarakat,” ujar Oktopianus Mote.

Ia juga mengajak seluruh PJ Imunisasi dan Surveilans untuk menjadikan tugas tersebut sebagai prioritas utama melalui kerja sama bersama masyarakat, gereja, kepala kampung, dan seluruh tenaga kesehatan agar target imunisasi dapat tercapai secara maksimal.

Sementara itu, Martinus Agapa berharap kegiatan ini dapat memberikan penguatan kapasitas, semangat pelayanan, dan strategi pendekatan masyarakat bagi seluruh peserta dari 10 puskesmas dan lembaga mitra kesehatan.

Menurut Martinus, pelaksanaan imunisasi dan surveilans yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko munculnya wabah penyakit seperti campak, polio, difteri, dan berbagai penyakit PD3I lainnya. Karena itu, imunisasi bagi anak usia 0 sampai 9 bulan wajib diberikan secara lengkap.

Peserta kegiatan terdiri dari PJ Imunisasi Puskesmas, petugas surveilans, yayasan mitra kesehatan, serta staf Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai. Melalui lokakarya ini, diharapkan tercipta pola kerja yang lebih baik, sistem pendataan yang lebih kuat, dan koordinasi pelayanan kesehatan yang semakin efektif demi mewujudkan masyarakat Deiyai yang sehat dan sejahtera.

[Nabire.Net]

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |