IDC: Pengiriman Smartphone Global Turun di 2026

8 hours ago 7

Selular.ID – International Data Corporation (IDC) memproyeksikan pengiriman smartphone global akan mengalami penurunan pada 2026 setelah mencatat pemulihan terbatas sepanjang 2025.

Laporan terbaru IDC yang dikutip media teknologi internasional pada awal Maret 2026, menyebut pelemahan permintaan dan siklus penggantian perangkat yang semakin panjang menjadi faktor utama.

Menurut proyeksi IDC, pasar smartphone gagal menghadapi tekanan dari sejumlah faktor makroekonomi, termasuk ketidakpastian ekonomi di beberapa kawasan utama serta menurunnya daya beli konsumen.

Kondisi ini membuat konsumen menunda pembelian perangkat baru, terutama di segmen menengah ke bawah yang sensitif terhadap harga.

IDC menjelaskan bahwa setelah sempat menunjukkan tanda stabilisasi pada 2024 dan 2025, pertumbuhan pasar belum cukup kuat untuk menopang ekspansi berkelanjutan.

Siklus penggantian perangkat yang kini rata-rata melampaui tiga tahun turut menekan volume pengiriman.

Peningkatan kualitas perangkat, baik dari sisi performa chipset maupun optimalisasi perangkat lunak, membuat konsumen merasa tidak perlu segera mengganti smartphone lama mereka.

Secara regional, IDC menyoroti perlambatan di pasar negara maju yang sudah jenuh, seperti Amerika Utara dan Eropa Barat.

Di kawasan tersebut, penetrasi smartphone telah mendekati maksimum sehingga pertumbuhan sangat bergantung pada inovasi signifikan atau insentif operator.

Sementara itu, pasar negara berkembang masih memiliki ruang pertumbuhan, tetapi terhambat oleh tekanan inflasi dan fluktuasi nilai tukar.

Di tengah penurunan proyeksi pengiriman, IDC mencatat bahwa segmen premium relatif lebih stabil dibanding kelas entry-level.

Konsumen di kategori premium cenderung memiliki daya beli lebih kuat dan tetap melakukan upgrade untuk mendapatkan fitur terbaru, seperti kemampuan kecerdasan buatan (AI) di perangkat, kamera resolusi tinggi, serta peningkatan performa prosesor.

Persaingan di segmen premium juga semakin ketat. Vendor global seperti Samsung dan Apple terus memperkuat ekosistem perangkat dan layanan untuk mempertahankan loyalitas pengguna.

Sementara itu, produsen asal Tiongkok meningkatkan agresivitas dengan menghadirkan spesifikasi tinggi dan harga kompetitif di berbagai pasar.

IDC menilai inovasi berbasis AI on-device menjadi salah satu pendorong potensial permintaan baru, namun dampaknya terhadap volume pengiriman secara keseluruhan diperkirakan belum signifikan dalam jangka pendek.

Fitur AI generatif yang tertanam di sistem operasi memang meningkatkan nilai tambah perangkat, tetapi belum cukup kuat untuk mempersingkat siklus penggantian secara masif.

Selain faktor permintaan, rantai pasok global yang lebih stabil dibanding periode pandemi turut memengaruhi dinamika pasar. Pada 2021 hingga 2023, gangguan pasokan semikonduktor sempat membatasi produksi.

Kini, pasokan relatif terkendali, tetapi tantangan justru datang dari sisi konsumsi yang melemah.

IDC juga menekankan bahwa strategi vendor akan berfokus pada efisiensi operasional, pengendalian inventori, dan diferensiasi produk.

Perusahaan diperkirakan akan lebih selektif dalam meluncurkan model baru serta menyesuaikan portofolio agar selaras dengan permintaan aktual pasar.

Proyeksi penurunan pengiriman smartphone pada 2026 mencerminkan fase konsolidasi industri setelah periode volatilitas beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:IDC: Pasar Smartphone 2026 Turun 12,9% Karena Krisis Chip Memori

IDC menyebut pemulihan jangka menengah tetap dimungkinkan apabila kondisi ekonomi global membaik dan inovasi perangkat mampu menciptakan alasan kuat bagi konsumen untuk melakukan upgrade.

Read Entire Article
Kepri | Aceh | Nabire | |