Nabire, 5 Februari 2026 – Pemerintah terus mendorong pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mutu pendidikan. Di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, program ini mulai diterapkan secara bertahap di satuan pendidikan dan mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.
Program MBG resmi diluncurkan pemerintah pusat pada Januari 2025. Program ini tidak hanya menyasar peserta didik di sekolah, tetapi juga balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Tujuannya untuk meningkatkan status gizi masyarakat, menekan angka stunting dan gizi buruk, serta mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Di Kabupaten Nabire, pelaksanaan MBG dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sementara itu, pemerintah daerah melalui satuan tugas (Satgas) berperan dalam pengawasan dan evaluasi agar program berjalan sesuai ketentuan.
Salah satu sekolah yang telah melaksanakan MBG adalah TK Shekina Glory. Kepala TK Shekina Glory, Priska Tinuk Sriwahyuni, mengatakan program MBG mulai diterapkan di sekolah tersebut sejak 26 Januari 2026 setelah seluruh persiapan teknis dan administrasi dinyatakan siap.
“Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di TK Shekina mulai berjalan sejak 26 Januari 2026. Sejauh ini pelayanannya sangat baik, pengiriman makanan ke sekolah selalu tepat waktu,” kata Priska.
Ia menjelaskan, menu MBG disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak usia dini. Makanan yang disajikan terdiri dari sumber karbohidrat, protein, sayur, buah, serta umbi-umbian. Pada hari tertentu, menu MBG juga menggunakan makanan lokal khas Papua.
“Menu yang diberikan cukup bervariasi. Tiga hari pertama biasanya nasi, sayur, buah, dan ayam. Hari keempat menggunakan makanan lokal seperti ubi, ikan, sayur, dan buah. Hari kelima kembali ke makanan berat. Ini membantu anak-anak mendapatkan gizi seimbang,” ujarnya.
Menurut Priska, respons peserta didik terhadap MBG cukup positif. Meski pada awalnya ada anak yang masih memilih-milih makanan, seiring waktu mereka mulai terbiasa dan menikmati menu yang disediakan.
“Awalnya memang ada anak-anak yang belum mau makan sayur, tapi lama-kelamaan mereka terbiasa. Sekarang anak-anak terlihat lebih senang dan semangat mengikuti kegiatan belajar,” tambahnya.
Manfaat program MBG juga dirasakan oleh orang tua murid dan guru. Orang tua tidak lagi direpotkan dengan menyiapkan bekal, sementara guru tidak perlu keluar sekolah untuk membeli makanan.
“Program ini sangat membantu orang tua murid dan guru. Orang tua tidak kerepotan lagi menyiapkan bekal, guru juga tidak perlu keluar membeli makanan,” kata Priska.
Sementara itu, Ketua Program MBG Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, mengatakan MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk menurunkan angka stunting dan gizi buruk, khususnya di Papua Tengah.
“Tujuan utama program Makan Bergizi Gratis di Papua Tengah adalah menurunkan angka stunting, khususnya di Kabupaten Nabire, serta mencetak generasi yang cerdas dan produktif,” ujar Marsel.
Ia menambahkan, Badan Gizi Nasional memastikan kualitas dan keamanan makanan melalui pengawasan ketat oleh tenaga ahli gizi, mulai dari bahan baku hingga makanan siap saji.
“Ahli gizi mengawasi proses dari bahan baku sampai makanan jadi. BGN memastikan makanan yang diterima siswa benar-benar berkualitas dan bergizi,” jelasnya.
Marsel mengakui pelaksanaan MBG di Nabire masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya kekhawatiran sebagian orang tua terkait keamanan makanan, serta kondisi geografis wilayah yang cukup luas dan memiliki daerah terpencil.
“Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami manfaat dan tujuan MBG. Untuk wilayah terpencil, kami membuka dapur di lokasi terdekat agar distribusi lebih mudah dan kualitas makanan tetap terjaga,” katanya.
Dari sisi pendidikan, Pengawas SMA dan SMK Kabupaten Nabire, Harun El Rosyid, menyampaikan bahwa meski MBG berada di bawah Badan Gizi Nasional, Dinas Pendidikan tetap memiliki peran penting sebagai bagian dari Satgas.
“Dinas Pendidikan bertugas memantau, mengevaluasi, dan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar dan tujuan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara BGN, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan pihak sekolah agar program MBG berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dengan dukungan berbagai pihak, Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Nabire diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang, baik bagi kesehatan peserta didik maupun peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
[Nabire.Net]

13 hours ago
5














































