(Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Tengah, Ignatius Robertus Adii)
Nabire, 5 April 2026 – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua Tengah, Ignatius Robertus Adii, mengimbau masyarakat untuk menghadapi berbagai peristiwa yang terjadi menjelang dan saat perayaan Paskah dengan iman, pengampunan, serta ketenangan.
Dalam keterangannya kepada wartawan di halaman Kristus Sahabat Kita (KSK), Jumat (4/4/2026), ia menyampaikan bahwa peristiwa yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di kabupaten pegunungan, hendaknya dimaknai dalam terang iman Paskah.
Menurutnya, penderitaan yang dialami umat memiliki makna spiritual yang sejalan dengan penderitaan Yesus Kristus hingga kebangkitan-Nya.
“Makna Paskah ini mengajarkan bahwa Yesus menang atas penderitaan. Maka mereka yang menjadi korban dalam masa pra-Paskah dan Paskah ini, secara iman juga akan bangkit bersama Yesus, dan iman itu tidak boleh runtuh,” ujarnya.
Ia juga mengajak keluarga korban maupun pihak terdampak agar tidak merespons situasi dengan emosi, melainkan dengan sikap pengampunan sebagaimana ajaran Yesus Kristus.
“Seperti yang dikatakan Yesus sebelum menghembuskan napas terakhir-Nya, ‘Tuhan, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat’. Ini yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang mengalami kerugian, baik korban jiwa, material, fisik maupun psikologis,” katanya.
Ignatius menegaskan bahwa kematian merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, setiap penderitaan hendaknya dimaknai dalam kuasa iman Paskah sebagai harapan menuju kehidupan kekal.
“Kami berharap mereka yang mengalami penderitaan dapat bangkit bersama Yesus secara iman, dan memperoleh kehidupan kekal. Itulah harapan kami,” tambahnya.
Selain itu, ia menyampaikan ucapan selamat Hari Paskah kepada seluruh masyarakat Papua Tengah serta mengungkapkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Nabire selama perayaan Paskah berlangsung relatif aman.
Meski demikian, ia mengakui kondisi di sejumlah kabupaten wilayah pegunungan belum sepenuhnya kondusif akibat beberapa peristiwa yang terjadi.
Ia juga menyampaikan bahwa pengurus FKUB Papua Tengah bersama para tokoh agama telah mendoakan para korban dan keluarga yang berduka, meskipun belum dapat bertemu langsung.
“Kami berdoa agar damai dan sukacita senantiasa hadir, serta membawa kehidupan baru bagi semua pihak,” pungkasnya.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]

10 hours ago
9












































