(Rapat Koordinasi (Rakor) LPPD Provinsi Papua Tengah)
Nabire, 30 Maret 2026 – Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Papua Tengah, Dr. Silwanus Sumule, menegaskan bahwa keberadaan Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) memiliki peran penting dalam memperkuat budaya gereja sekaligus membangun citra dan kepercayaan diri Provinsi Papua Tengah sebagai daerah otonom baru.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) LPPD Provinsi Papua Tengah yang digelar di Guest House Nabire, Senin (30/03).
Menurut Sumule, provinsi Papua Tengah yang akan mengikuti kegiatan Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari Papua Barat Juni mendatang bukan sekadar bersiap mengikuti perlombaan, tetapi bisa menjadikan ajang tersebut menjadi sarana pembinaan yang berkelanjutan dalam membangun kualitas sumber daya manusia serta memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.

“Pesparawi adalah bagian dari penguatan budaya gereja serta sarana membangun citra dan kepercayaan diri Provinsi Papua Tengah. Kita tidak hanya mempersiapkan keikutsertaan, tetapi juga memperbaiki diri di setiap bidang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa LPPD merupakan pelaksana utama dalam seluruh proses pembinaan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan Pesparawi di tingkat daerah.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berperan sebagai fasilitator dan koordinator dalam mendukung pelaksanaan program LPPD, baik dari sisi kebijakan maupun koordinasi antarwilayah.

Sumule juga menekankan pentingnya pelaksanaan administrasi yang transparan serta pembagian peran yang jelas antara tingkat provinsi dan kabupaten dalam menjalankan program pembinaan Pesparawi.
Dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah hal penting yang harus dipastikan antara lain kejelasan struktur organisasi, pembagian peran yang tegas, penyusunan rencana kerja yang terukur, serta perencanaan anggaran yang realistis dan akuntabel.
“Kita harus mengetahui apa yang akan dikerjakan dan target apa yang ingin dicapai. Dengan perencanaan yang jelas, pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan terarah,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin dan kesiapan para peserta yang telah diseleksi agar dapat mengikuti pelatihan dengan baik serta menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap kegiatan Pesparawi.
Di akhir sambutannya, Sumule menyampaikan refleksi bahwa Pesparawi bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga ruang untuk merawat kebersamaan serta menyuarakan identitas dan perjalanan Papua Tengah sebagai daerah yang terus bertumbuh.
“Biarlah setiap latihan yang kita lakukan menjadi doa, dan setiap suara yang kita nyanyikan menjadi jembatan hati bagi kebersamaan. Ketika kita berdiri di panggung Pesparawi, yang kita tunjukkan bukan hanya pujian, tetapi semangat, ketulusan, dan kekuatan iman,” tutupnya.
Sebagai informasi, pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi atau Pesparawi Nasional XIV 2026 akan diselenggarakan di Manokwari, Papua Barat, pada 18-28 Juni 2026.
[Nabire.Net]

15 hours ago
11












































